Keunggulan Teknologi Magnetisasi Air Pada Tumbuhan

Editor Techverse
Senin 05 September 2022, 16:16 WIB
Magnetized water device karya mahasiswa UGM Yogyakarta yang dipasang di Jogja Anggur, Jetis, Bantul/Istimewa.

Magnetized water device karya mahasiswa UGM Yogyakarta yang dipasang di Jogja Anggur, Jetis, Bantul/Istimewa.

Techverse.asia - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI) beranggotakan lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menerapkan teknologi magnetisasi air atau magnetized water device pada salah satu agrowisata di Kabupaten Bantul, Jogja Anggur.

Teknologi ini sebetulnya telah banyak dikembangkan di berbagai negara ini dapat meningkatkan kualitas sistem irigasi di perkebunan.

“Teknologi ini banyak dikembangkan di luar negeri dan berhasil meningkatkan kualitas tanaman perkebunan, sayangnya di Indonesia sendiri masih sangat awam dalam penerapannya” ujar Maulana Istar pada Senin (9/5/2022). 

Baca Juga: Beli Smartwatch Atau Jam Tangan Biasa? Pertimbangkan Alasan Ini

Tim PKM ini beranggotakan empat mahasiswa Fakultas Teknik, yaitu Maulana, Aristo Bima, Petrus Kurniawan Kleden, dan Muhammad Naufal Rozaan, serta satu mahasiswa Fakultas Pertanian, Hanin Aulia Rahma. Kelompok mahasiswa yang dibimbing oleh Dr. Nur Abdillah Siddiq.

Ini menjadi salah satu tim PKM UGM yang menerima pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Maulana menerangkan, dengan penggunaan alat ini, molekul air menjadi lebih halus dan terstruktur sehingga dapat pH tanah dan mempercepat penyerapan air oleh akar. Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat baik dari segi batang, akar, daun, bunga, maupun buah, dan tanaman menjadi lebih resistan terhadap patogen seperti powdery mildew dan hama trips. 

"Jadi membuat tanaman bisa tumbuh lebih cepat dibanding yang enggak memakai teknologi magnetized water," paparnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, meski teknologi ini bukan hal yang baru, dalam hal ini timnya melakukan berbagai pengembangan sesuai dengan kebutuhan mitra. Pembaruan dari magnetisasi air yang mereka rancang adalah integrasi dengan sistem pendingin temperatur air dan sistem elektronis sebagai sumber energi untuk pengoperasian peralatan dari panel surya.

“Alat ini sebenarnya sudah ada, kami rancang lebih lanjut untuk inovasi dengan sistem pendingin dan elektroniknya. Hal ini disesuaikan juga dengan kebutuhan mitra dari Jogja Anggur,” kata dia. 

Baca Juga: SnackVideo Menandatangani Kemitraan Lisensi Global dengan Warner Chappell Music

Pimpinan Agrowisata Jogja Anggur, Danang mengungkapkan bahwa hama trips dan powdery mildew memang menjadi persoalan yang banyak ditemukan di kebun. Selain itu, ada beberapa kendala yang juga kerap terjadi terkait penyiraman tanaman. 

“Terkadang ada pemadaman dadakan sehingga kami tidak dapat menyiram tanaman” ujar Danang. 

Penerapan teknologi pemagnetisasi air ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang ada di mitra. Dari hasil pemantauan sementara, penyiraman tanaman menggunakan teknologi ini berhasil mempercepat pertumbuhan tanaman dibanding penyiraman dengan air biasa.

Kecepatan tersebut dilihat dari jumlah daun dan tinggi batang pada bibit tanaman anggur. Dengan perbaikan kualitas tanaman, harapannya teknologi ini dapat meningkatkan profit yang didapatkan oleh mitra di waktu mendatang.

“Teknologi ini dapat meningkatkan kualitas tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya,” imbuh Petrus. 

Sebagai informasi, Jogja Anggur merupakan tempat penanaman dan pembititan anggur yang memiliki luas lahan 2.000 meter yang berada di Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Bantul. Jogja Anggur dibuka untuk umum pada September 2020 lalu.

Di sana wisatawan dapat berwisata edukasi sekaligus mencicipi buah anggur yang langsung dipandu oleh pemandu Jogja Anggur. Terdapat sekitar 500 pohon dan 40 varian anggur yang baru tertanam.

Untuk tiket masuk pada hari Senin-Jumat, wisatawan dikenakan biaya Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Dan untuk hari Sabtu-Minggu, wisatawan dikenakan biaya Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak.

Jogja Anggur mulai dari pukul 08.00-17.00 WIB. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah saat musim kemarau karena buah anggur matang dengan sempurna. Mulai pertengahan 2021, wisatawan dapat memetik dan membeli anggur.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)