Norwegia Larang Siswa SD Pakai AI Generatif, Ada Apa?

Rahmat Jiwandono
Selasa 30 Juni 2026, 13:34 WIB
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

Techverse.asia - Norwegia akan memberlakukan larangan ketat terhadap penggunaan alat AI generatif oleh anak-anak sekolah dasar sekaligus menerapkan pembatasan terhadap pemakaiannya di bidang pendidikan anak-anak yang lebih tua guna mencegah dampak negatif terhadap kegiatan belajar mengajar.

Alasannya, banyak anak-anak sekolah dasar di Norwegia menghadapi penurunan luas dalam nilai ujian pendidikan. Sebelumnya, pemerintah pada 2024 juga telah melarang penggunaan ponsel pintar di sekolah dan telah memberikan kembali lebih banyak wewenang kepada guru untuk menegakkan disiplin di kelas, yang terbukti berhasil.

Upaya itu sukses menyebabkan pengurangan perundungan, nilai yang lebih baik, dan penurunan yang signifikan dalam jumlah kunjungan ke psikolog untuk masalah kesehatan mental. Hasil ini terutama terlihat pada anak perempuan.

Baca Juga: Oppo Enco Air 5S: Earbud Semi-in-Ear Pertamanya Resmi Dilansir

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere menyatakan dalam konferensi pers bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memungkinkan anak-anak melewati langkah-langkah penting dalam pendidikan mereka dan bahwa sekolah harus fokus pada pengajaran cara membaca, menulis, dan berhitung.

"Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung," kata Stoere kami kutip pada Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan bahwa standar baru akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru yang dimulai pada akhir Agustus tahun ini. Larangan tersebut juga bakal berdampak pada siswa kelas satu hingga kelas tujuh, usia enam hingga 13 tahun.

Namun begitu, kebijakan ini juga bakla diperluas ke remaja, meskipun dalam skala yang lebih terbatas. Anak-anak yang berusia 14 hingga 16 tahun dapat menggunakan AI generatif, tetapi hanya dengan pengawasan guru.

Baca Juga: Komdigi Batasi Akses ke Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Lebih jauh, untuk di pendidikan menengah atas, dari usia 17 hingga 19 tahun, siswa harus belajar menggunakan kecerdasan buatan secara tepat agar mereka siap untuk pendidikan dan pekerjaan lebih lanjut.

Sekadar diketahui, Norwegia sendiri mulai mengadopsi komputer di ruang kelas pada tahun 1990-an dan tablet setelah diperkenalkannya iPad mulai tahun 2010 dan seterusnya, mengurangi ketergantungan pada buku dan tulisan tangan.

Tapi dalam pernyataan terkait baru-baru ini, pemerintah Norwegia juga mengatakan akan mengusulkan undang-undang (UU) untuk mendanai penggunaan lebih banyak buku di ruang kelas, membalikkan tren menuju tablet komputer.

Selain itu, pemerintah Norwegia pada April lalu juga telah mengumumkan rencana untuk melarang anak-anak menggunakan media sosial hingga mereka berusia 16 tahun, mengikuti tren yang dipelopori oleh Australia dan beberapa negara lain untuk mengurangi penggunaan perangkat elektronik oleh kaum muda.

Baca Juga: Partai Politik di Denmark Ini Tidak Dipimpin Manusia Melainkan Sebuah Kecerdasan Buatan

Rancangan UU itu akan diajukan ke parlemen pada akhir tahun. Di samping itu, Amerika Serikat (AS) juga perlahan-lahan mengambil langkah untuk membatasi waktu yang dapat dihabiskan anak-anak dengan chatbot bertenaga AI.

Senat dan DPR telah membahas rancangan undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan AI untuk menerapkan proses verifikasi usia dan melarang mereka menyediakan chatbot kepada anak di bawah umur.

Teknologi AI memang terlihat canggih dan serba bisa, bahkan ia mampu membuat kerja lebih efisien dan efektif. Meskipun demikian, yang namanya teknologi buatan manusia tentu tetap ada cacat atau sisi kurangnya.

Menurut Maximilian Gahntz, seorang peneliti kebijakan senior di Mozilla Foundation, menjelaskan bahwa walaupun AI adalah hal yang menarik dan merupakan perangkat yang kreatif, hari ini harus diakui jika dunia AI masih belum bisa dikatakan aman untuk privasi kita.

Baca Juga: SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Akademisi Universitas Cambridge itu melanjutkan, AI terbukti mereproduksi sebuah bias yang berbahaya, dan dapat memuat sebuah konten disinformasi.

"Sebagai salah satu contohnya adalah Stable Diffusion, yang mengumpankan miliaran gambar di internet, hingga mengasosiasikan kata dan konsep tertentu. Text-generatingnya dapat mudah saja diakali untuk mendukung pandangan yang cukup ofensif, atau menghasilkan konten yang menyesatkan," ujarnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno30 Juni 2026, 15:14 WIB

Bisa Main Gim 10 Jam Lebih, Realme P4x Pecahkan Rekor MURI

Ditenagai baterai jumbo, gawai ini membuktikan ketangguhannya lewat permainan MOBA ranked selama 10 jam tanpa henti bersama pro player legends RRQ.
Realme P4x pecah rekor main gim MOBA selama 10 jam. (Sumber: ist)
Startup30 Juni 2026, 14:04 WIB

Startup Orionex Mewakili Indonesia dalam Startup Grind Global Conference 2026

Usaha rintisan ini dipimpin oleh mantan alumni DTETI FT UGM.
CEO Orionex Bellatrix Gracia Antameng. (Sumber: Dok. Bellatrix)
Techno30 Juni 2026, 13:34 WIB

Norwegia Larang Siswa SD Pakai AI Generatif, Ada Apa?

Langkah ini menyusul larangan penggunaan ponsel pintar dan tablet di ruang kelas.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Lifestyle29 Juni 2026, 17:45 WIB

Loreal dan Shopee Gelar House of Beauty Hyper Brand Day

Keduanya menyatukan 13 brand legendaris Loreal di Shopee Mall.
Loreal x Shopee. (Sumber: ist)
Techno29 Juni 2026, 17:01 WIB

Oppo Enco Air 5S: Earbud Semi-in-Ear Pertamanya Resmi Dilansir

Bobot earbud ini sangat ringan cuma 3,9 gram saja.
Oppo Enco Air 5S. (Sumber: Oppo)
Startup29 Juni 2026, 16:47 WIB

Floq Jalin Kolaborasi dengan Sejumlah Perusahaan Aset Digital

‘The Genesis’ Babak Baru FLOQ Perkuat Ekosistem Aset Digital.
Floq. (Sumber: ist)
Techno29 Juni 2026, 15:55 WIB

Apple Menaikkan Harga Sebagian Besar Perangkat Kerasnya, Berapa?

Meski begitu, sejauh ini produk iPhone dan AirPods belum terdampak kenaikan harga RAM.
MacBook Neo.
Lifestyle29 Juni 2026, 15:10 WIB

Anime Kagurabachi akan Tayang di Crunchyroll Mulai April 2027

Serial Baru dari Kreator Takeru Hokazono Akan Tayang Perdana di Crunchyroll.
Kagurabachi. (Sumber: Crunchyroll)
Techno29 Juni 2026, 14:54 WIB

Oppo Memperkenalkan Reno 16 Series, Punya Desain Planet Pop 3D

Peluncuran tiga ponsel ini berkolaborasi bersama idol K-pop Babymonster.
Oppo Reno 16 Series Pop White. (Sumber: Oppo)
Hobby27 Juni 2026, 18:35 WIB

Sony Alpha Festival 2026: Satukan Teknologi, Kreativitas, dan Komunitas Kreator

Acara ini menghadirkan pengalaman digital imaging yang lebih interaktif melalui experience zone, workshop, talkshow, dan photo walk.
Sony Alpha Festival 2026. (Sumber: istimewa)