Studio Arsitektur Norwegia Membuat Climbing Center Dengan Material Utama Dari Kayu

Uli Febriarni
Kamis 02 Maret 2023, 16:16 WIB
snohetta.com

snohetta.com

Studio arsitektur Norwegia, Snøhetta, telah menyelesaikan climbing center di kota tepi sungai kecil di negara itu. Fasilitas climbing center itu menggunakan dinding berbahan kayu bersudut, untuk membantu meniru dinding yang berada di gua alami.

Terletak di Skien, pusat pendakian bernama Høyt Under Taket ini mengambil petunjuk gambaran dari dinding gua alami, lalu menggunakan kayu untuk meniru formasi batuan gua tersebut. Tujuan mereka, untuk menciptakan kembali pengalaman pendakian gua yang sesungguhnya.

Melansir dari laman Snøhetta, Kamis (2/3/3023), ambisi mereka adalah untuk berinovasi dan mengeksplorasi penggunaan kayu dalam industri olahraga.

Selain itu, mewujudkan beberapa tujuan keberlanjutan dengan memilih kayu sebagai bahan utama; mengurangi penggunaan area yang berlebihan; dan memastikan efisiensi energi.

Menurut mereka, penggunaan kayu menyediakan bangunan dengan jejak karbon diperkirakan 30% lebih rendah, daripada jika dibangun menggunakan bahan bangunan tradisional.

 

Høyt Under TaketHøyt Under Taket (Sumber: Dezeen)

 

Kayu, Kayu, Kayu

Climbing center ini memfasilitasi aktivitas fisik untuk segala usia, menjadi tempat pertemuan di mana anak-anak dan orang dewasa berkumpul di sekitar aktivitas bersama.

Høyt Under Taket berukuran 1.500 meter persegi dan tingginya 15 meter. Tempat ini terbuka untuk orang dewasa dan anak-anak, memiliki fasilitas untuk memanjat dan bouldering, serta tempat pelatihan dan juga untuk kongkow.

Bentuk eksteriornya dilapisi dengan potongan kayu vertikal dan diselingi oleh jendela sudut besar di bagian depan. Luasnya hampir mencakup keseluruhan tinggi bangunan, jendela ini mengadopsi bentuk yang mirip dengan mulut gua pada umumnya.

Di dalam, batas dinding dan langit-langit kabur dengan lapisan kayu yang membalut dan menonjol dari permukaannya. Dihiasi dengan pegangan panjat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna.

Ini termasuk beberapa sirip kayu, yang naik dari lantai dan memanjang secara horizontal; melintasi langit-langit pada sudut yang berbeda, untuk menciptakan bentuk seperti terowongan yang luas.

"Bangunan ini didasarkan pada gagasan gua, yang terbenam dalam kayu dari dinding hingga langit-langit," kata Snøhetta kepada Dezeen.

"Sebagai portal ke dunia yang secara alami ingin dijelajahi lebih jauh, gua biasanya memberikan perlindungan dari unsur-unsur dan secara historis menjadi tempat tinggal dan tempat pertemuan," sebut mereka lagi. 

Pihak Snøhetta menjelaskan, penggunaan kayu ekspos memungkinkannya mencapai cahaya yang meniru perasaan dikelilingi oleh bahan alami saat mendaki di gua.

"Di dalam gua, perbedaan tradisional antara langit-langit dan dinding menjadi kabur," kata pihak studio. 

"Oleh karena itu, kayu yang terbuka digunakan secara luas di seluruh bangunan, untuk mencapai rasa ringan dan dikelilingi oleh bahan-bahan alami. Meniru pengalaman mendaki di dalam gua yang sebenarnya, bahkan merasakan berada di alam," terang mereka. 

Høyt Under Taket di Skien juga bekerja sama dengan organisasi nirlaba Tyrilistiftelsen, untuk perekrutan dan pelatihan kerja, bagi orang-orang dalam perawatan untuk penyalahgunaan zat.

Selain climbing, pengunjung Høyt Under Taket dapat menikmati bermain di tangga tali gantung, jalan setapak, dan kabel zip yang terletak di lantai mezzanine.

Mengutip Architectural Digest, firma arsitektur Snøhetta didirikan pada 1989 oleh arsitek Craig Dykers dan Kjetil Trædal Thorsen. Kini mereka telah berkembang menjadi pusat kekuatan global, dengan kantor di Oslo; Innsbruck, Austria; San Fransisco dan New York, Amerika.

Selama 30 tahun, tim ini telah menyelesaikan banyak proyek terkenal. Mulai dari komisi besar seperti Opera dan Balet Nasional Norwegia di Oslo, perluasan Museum Seni Modern San Francisco, hingga karya kecil yang mencakup uang kertas baru Norwegia dan renovasi dapur dan laundry di Prancis.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno13 Mei 2026, 18:55 WIB

TikTok Resmi Merilis Paket Berlangganan Tanpa Iklan di Inggris

Langganan bebas iklan juga mencegah data pengguna digunakan untuk tujuan periklanan.
TikTok.
Techno13 Mei 2026, 17:39 WIB

Samsung Rilis One UI 9 Beta untuk Galaxy S26 Series

One UI 9 beta menawarkan pengalaman seluler yang lebih intuitif dan personal dengan peningkatan di berbagai aspek seperti kreativitas, aksesibilitas, dan keamanan.
Samsung One UI 9.
Lifestyle13 Mei 2026, 17:29 WIB

Mengenal Deviate Route: Berlari Melewati Jalur yang Enggak Umum

Inisiatif ini digagas oleh Puma Indonesia yang diikuti oleh pelari atau pun run enthusiast.
Ilustrasi Puma Deviate Route.
Lifestyle13 Mei 2026, 15:18 WIB

Agenda Crunchyroll di Anime Festival Asia Thailand 2026

Transformasi Bangkok jadi tujuan para pecinta anime di seluruh dunia dengan beragam agenda menarik.
Crunchyroll Ani-May.
Techno13 Mei 2026, 15:08 WIB

HAKII Hadir Eksklusif di Blibli, Sediakan Berbagai Perangkat Wearable

Selain di Blibli Store, HAKII akan dapat dibeli pelanggan secara online melalui aplikasi dan web Blibli.
HAKII hadir di Blibli. (Sumber: ist)
Techno13 Mei 2026, 14:39 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 1 VIII, Bawa Tampilan Baru dalam 4 Warna

Xperia 1 VIII dengan AI yang Baru Terintegrasi untuk Foto yang Lebih Baik Setiap Saat.
Sony Xperia 1 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive12 Mei 2026, 20:01 WIB

Ducati Indonesia Promosikan Bali ke Dunia Lewat We Ride As One

Momen gathering bagi para pecinta merek Ducati di Tanah Air.
Gathering pemilik sepeda motor Ducati di Pulau Bali. (Sumber: istimewa)
Techno12 Mei 2026, 18:16 WIB

Spotify Umumkan Centang Hijau untuk Membedakan Manusia dari AI

Lencana terverifikasi oleh Spotify memberi tahu pengguna bahwa artis ini bukan hasil dari kecerdasan buatan.
Tanda centang hijau untuk membedakan musisi asli dengan AI. (Sumber: Spotify)
Lifestyle12 Mei 2026, 17:57 WIB

The Weeknd akan Konser 2 Hari di Jakarta International Stadium

Untuk pembelian tiketnya akan dijual mulai 18 Mei 2026.
The Weeknd (Sumber: theweeknd.com)
Techno12 Mei 2026, 17:10 WIB

Vivo Watch GT 2 Bisa Dipasangkan dengan Perangkat iOS, Segini Harganya

Salah satu fitur andalan smartwatch ini adalah daya tahan baterai yang diklaim mencapai 25 hari.
Vivo Watch GT 2. (Sumber: Vivo)