Drone Swafoto DJI Neo 2 Dilengkapi LiDAR untuk Menghindari Rintangan

Rahmat Jiwandono
Senin 03 November 2025, 17:49 WIB
DJI Neo 2 kini dilengkapi dengan sensor LiDAR. (Sumber: DJI)

DJI Neo 2 kini dilengkapi dengan sensor LiDAR. (Sumber: DJI)

Techverse.asia - DJI pada minggu lalu telah resmi merilis drone swafoto atau selfie Neo 2 di China, sebagai kelanjutan dari peluncuran perdananya tahun lalu. Model yang telah ditingkatkan ini mencakup banyak fitur baru.

Baca Juga: Antigravity Meluncurkan A1: Drone 8K 360 Derajat Pertama di Dunia

Harga DJI Neo 2 mulai dari 1.499 Yuan dan juga menawarkan produk ini dalam paket bundel yang menambahkan baterai ekstra dan pengisi daya ganda seharga 1.499 Yuan atau setara dengan Rp3,5 jutaan. Selain itu, drone baru tersebut ditawarkan dengan paket bundel joystick kendali gerak dan Goggles N3 seharga 3.699 Yuan atau sekitar Rp8,6 jutaan.

Peningkatan ini menjadikan drone selfie Neo 2 alternatif yang lebih menarik dan harga yang lebih murah dibandingkan produk HoverAir, termasuk X1 yang merupakan varian entry-level, tapi hingga kini masih belum jelas akankah perusahaan menjualnya di pasar global.

DJI Neo 2.

Mungkin peningkatan terbesar pada DJI Neo 2 adalah penambahan sensor LiDAR untuk menghindari rintangan. Sensor ini dipasangkan dengan LiDAR yang menghadap ke depan dan sensor inframerah yang menghadap ke bawah untuk mendeteksi dan menghindari bahaya saat drone mengikuti pemakainya dalam mode terbang maju dan menyamping.

Baca Juga: DJI Hadirkan Osmo Nano, Kamera Aksi Paling Kecil Berbobot 52 Gram

Neo 2 juga ini masih dilengkapi dengan pelindung terintegrasi yang sepenuhnya melindungi keempat baling-balingnya, tetapi pengguna tidak perlu terlalu berhati-hati saat memilih arah terbang. DJI Neo 2 juga sedikit lebih besar dari pendahulunya, dan dengan berat 151 gram, bobotnya 16 gram lebih berat.

Meskipun demikian, bobot ekstra tersebut merupakan kompensasi kecil mengingat fungsionalitas tambahan dan baterai yang lebih besar.

Kecepatan maksimum drone selfie Neo 2 juga telah ditingkatkan menjadi 12 m/s, atau hampir 27 miles per hour (mph), yang jauh lebih cepat daripada kecepatan tertinggi Neo sebelumnya, bahkan setelah pembaruan firmware pada November tahun lalu meningkatkannya menjadi sekitar 18 mph.

DJI Neo 2.

Drone ini pun diklaim lebih baik dalam menangani kondisi cuaca buruk, karena dapat mempertahankan posisi melayang yang stabil dalam angin hingga sekitar 24 (mph).

Baca Juga: Durabook R10 Tablet Ditenagai Intel Core Ultra 200V, Bisa Jadi Laptop Juga

Daya tahan baterai pada DJI Neo 2 juga lebih baik, dengan baterai isi ulang 1606 mAh yang lebih besar yang dapat bertahan hingga 19 menit penggunaan per pengisian daya. Versi aslinya dapat bertahan sekitar 14 sampai 17 menit per pengisian daya, dan dilengkapi penyimpanan internal sebesar 49GB – naik dari 22GB.

Kamera drone Neo 2 kini menggunakan gimbal sumbu ganda untuk meningkatkan stabilitas, dan meskipun memiliki sensor setengah inci yang sama dengan versi aslinya, kini menawarkan bidang pandang yang lebih luas dan dapat merekam rekaman 4K hingga 60 bingkai per detik (fps), atau hingga 100 fps saat Neo 2 diterbangkan secara manual.

DJI Neo 2.

DJI Neo 2 terutama dirancang untuk merekam rekaman drone yang menarik secara otomatis, tetapi selain mendukung RC-N3 dan pengontrol gerak DJI, serta headset Goggles N3, perusahaan ini turut menambahkan kontrol gestur, yang berguna saat merekam video swafoto yang bergerak cepat.

Baca Juga: Holy Stone HS790: Era Baru Drone dengan GPS Lipat Berkinerja Tinggi

Tak berhenti di situ, penggunanya pun dapat menyesuaikan posisi dan jarak drone dengan menggerakkan tangan saat terbang dan melayang di dekatnya, dan DJI telah menambahkan layar kecil untuk menunjukkan mode drone. Pada Neo generasi pertama, hal tersebut ditampilkan menggunakan serangkaian ilustrasi dan lampu LED di atas drone.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)