Rose All Day Cosmetics Dapat Pendanaan Seri A, Totalnya Mencapai Rp83 Miliar

Dua pendiri startup Rose All Day Cosmetics. (Sumber: Istimewa)

Techverse.asia - Merek kecantikan Indonesia bersertifikat Halal direct-to-consumer (D2C), Rosé All Day Cosmetics (RADC), mengumumkan keberhasilannya menyelesaikan putaran pendanaan seri A sebesar US$5,41 juta atau setara dengan Rp83,8 miliar yang dipimpin oleh SWC Global, dengan partisipasi dari DSG Consumer Partners (DSGCP) dan investor awal merek tersebut, AC Ventures.

Investasi strategis ini, yang merupakan bukti pertumbuhan dan potensi RADC yang pesat hingga saat ini, akan mendorong ekspansi merek ini di pasar Indonesia dan semakin mengembangkan kehadiran omnichannel-nya.

Putaran pendanaan ini merupakan tonggak sejarah bagi RADC dan sejalan dengan visi RADC dalam menghadirkan kosmetik kelas dunia dari Indonesia ke pasar global.

Baca Juga: Punya Potensi Akuakultur yang Tinggi, eFishery Ekspansi ke India

Kesepakatan ini merupakan momen penting dalam perjalanan startup ini, karena RADC akan menggunakan modal segar untuk memperluas distribusi nasional, memperluas jangkauan pasarnya ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, dan meningkatkan produknya secara menyeluruh dengan fokus berkelanjutan pada inovasi dan teknologi.

Wakil Presiden SWC Global Wendi Xiang yakin dengan prospek perekonomian Indonesia pada dekade mendatang. Ia mengaku kagum dengan kualitas dan desain produk RAD, dan terkesan dengan efisiensi operasional tim.

“Kami melihatnya dengan cepat menjadi merek kecantikan lokal terkemuka di Indonesia. Investasi dan dukungan kami lebih dari sekadar modal; kami bertujuan untuk menghubungkan RADC dengan portofolio konsumen China kami dan membantu RADC membangun dukungan rantai pasokan di China,” ujarnya.

Baca Juga: Alasan Generasi Milenial dan Z Tertarik Lakukan Zero Waste Movement

RADC, yang didirikan pada 2017, telah menunjukkan perkembangan yang menjanjikan, dimulai dengan investasi awal dari AC Ventures pada 2020.

Saat ini, merek ini menonjol karena solusi riasan dan perawatan kulitnya yang berkualitas tinggi, bersih, dan bebas dari kekejaman (terhadap hewan), memperjuangkan kecantikan alami, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Pendanaan seri A tersebut mengikuti periode pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan, dengan para pendirinya mengaitkan kesuksesan RADC dengan peningkatan saluran distribusi, meningkatnya minat dan daya tarik di antara pembeli elektronik lokal, dan retensi pelanggan yang kuat.

CMO dan Head of Product Development RADC Tiffany Danielle sangat senang mengumumkan kemitraan terbarunya dengan SWC Global dan DSGCP. Kolaborasi ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan kehadiran pasar dan kecanggihan operasional RADC di Asia Pasifik.

Baca Juga: Belatung Jadi Bahan Baku Kosmetik, Yang Dianggap Menjijikan Ternyata Berjuta Kegunaan

“Bersama-sama, kami berkomitmen untuk membuka peluang baru dan menghadirkan produk kosmetik terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami yang terus berkembang di Indonesia dan sekitarnya,” tuturnya.

Ke depannya, RADC berencana untuk terus meningkatkan timnya, merekrut berbagai departemen termasuk pemasaran, media sosial, operasi, keuangan, dan pengembangan produk. Ekspansi ini sejalan dengan tujuannya untuk mempertahankan ekuitas merek di pasar dan melayani basis konsumen yang semakin beragam.

Perusahaan saat ini sedang mencari untuk mempekerjakan seorang eksekutif HR senior, direktur kreatif, dan pemimpin perdagangan umum, di antara peran-peran lainnya.

Sementara itu, Head of Southeast Asia DSGCP Sameer Mehta menjelaskan bahwa pada 2022, pasar kosmetik dan perawatan kulit Indonesia dinilai sebesar sebesar US$800 juta dan US$2,4 miliar, masing-masing dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 14-16 persen dan 10-15 persen hingga tahun 2026.

Baca Juga: Startup Fesyen Indonesia, Claude Mengumumkan Penutupan Seed Round

Ekspansi ini akan didorong oleh basis konsumen dari generasi Milenial dan generasi Z yang kuat sebanyak 145 juta konsumen, yang mencari produk premium di tengah peningkatan PDB per kapita, yang diperkirakan akan mencapai US$7.000 pada 2026.

Keterlibatan digital yang signifikan dari konsumen ini, ditandai dengan tingkat penetrasi sebesar 89 persen di wilayah perkotaan, didorong oleh booming-nya e-commerce dan media sosial.

“Berfokus pada nilai-nilai lokal, kami percaya bahwa merek-merek yang dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk orang Indonesia, akan selaras dengan aspirasi perekonomian Indonesia yang sedang berkembang,” ujarnya.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI