Techverse.asia - Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika geopolitik global. Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode sebelumnya – tertinggi sejak tahun 2020.
Di samping itu, minat masyarakat Indonesia untuk berpergian ke luar negeri pun tidak kalah positif. Badan Pusat Statistik mencatat pada Maret 2026, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 793,16 ribu, meningkat 36,26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Namun, satu hambatan nyata yang kerap membuat rencana perjalanan ke luar negeri tertunda ialah proses pengajuan visa yang masih identik dengan kerumitan – dokumen yang harus dikumpulkan satu per satu, spesifikasi pas foto yang berbeda tiap negara, hingga formulir digital yang mengharuskan pengisian data berulang.
Baca Juga: Privy Rilis Fitur Digital Identity, Hapus Proses Pendaftaran Berulang
Menjawab tantangan tersebut, SPUN sebagai platform pengajuan visa digital menjadi yang pertama menggandeng Privy. Melalui integrasi ini, pengguna dapat memulai pengajuan visa langsung dengan Login with Privy di website SPUN, serta melalui fitur Privy Hub di aplikasi Privy tanpa registrasi ulang.
Dalam kurun waktu satu bulan sejak integrasi berjalan, ribuan pengguna telah mengakses SPUN melalui identitas digital Privy, mencerminkan bahwa kemudahan alur registrasi berdampak langsung pada adopsi pengguna.
guna memperkenalkan kemudahan layanan ini kepada masyarakat, SPUN dan Privy menghadirkan aktivasi edukatif dan interaktif bertema Kemudahan Pengajuan Visa Digital di Stasiun MRT Blok A, berlangsung mulai 8 Juni hingga 7 Juli 2026.
CEO dan Co-Founder SPUN Christa Sabathaly menyampaikan bahwa kehadiran aktivasi interaktif di Stasiun MRT Blok A merupakan bentuk komitmen SPUN untuk hadir langsung di tengah masyarakat; membuktikan bahwa mengurus visa kini bisa semudah memesan tiket pesawat.
Baca Juga: Julo Gandeng Qoala dan Sompo, Hadirkan Fitur Baru Protect Plus
"Ini kali kedua SPUN mengadakan aktivasi interaktif di stasiun MRT; dan kami sengaja memilih MRT karena di sinilah orang-orang dari berbagai latar belakang bertemu setiap harinya," ujar Christa pada Senin (22/6/2026).
Profesional yang akan menghadiri konferensi, pelajar yang bermimpi kuliah di luar negeri, keluarga yang merencanakan liburan pertama mereka ke luar negeri. Orang bepergian bukan hanya untuk wisata; mereka bepergian untuk bertumbuh, untuk belajar, untuk membangun koneksi lintas budaya.
"Itulah mengapa dalam aktivasi ini kami menggandeng ChinaGo sebagai mitra destinasi China, serta AFS Bina Antar Budaya yang sudah puluhan tahun membuka pintu pertukaran pelajar internasional. Karena kami percaya; selama ada alasan untuk pergi, visa tidak seharusnya menjadi penghalang," ujarnya.
Tapi sayangnya, Christa melanjutkan, visa masih kerap menjadi hambatan nyata; bukan karena seseorang tidak memenuhi syarat, tetapi karena prosesnya terasa rumit dan masih dekat dengan sentimen negatif akibat oknum yang menjanjikan jaminan pasti lolos dengan biaya tinggi.
Baca Juga: Skorcard x Visa: Memperluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia
"Di sinilah kami hadir. Lewat SPUN yang terdaftar resmi sebagai agen perjalanan wisata serta jasa konsultasi pariwisata, masyarakat bisa mengajukan visa secara digital dan data dilindungi dengan aman; didukung pendampingan dokumen untuk lebih dari 400 jenis visa di lebih dari 90 negara; dengan garansi uang kembali jika visa ditolak sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Menurutnya, integrasi dengan Privy menjadi game-changer dalam mempersingkat proses onboarding pengguna baru di SPUN. Dengan integrasi SPUN ke dalam fitur PrivyHub di aplikasi Privy, pengguna yang sudah terverifikasi di Privy bisa langsung mengakses layanan SPUN tanpa harus memulai dari awal.
"Harapannya, melalui aktivasi ini SPUN dapat menjangkau ribuan pengguna MRT setiap harinya; para profesional, pelajar, hingga masyarakat umum; dan membuktikan bahwa mengurus visa secara digital itu bukan hanya mungkin, tetapi juga menyenangkan," paparnya.
Baca Juga: Mekari Gandeng Alibaba untuk Topang Transformasi Digital