SPUN Dapat Seed Funding Senilai Puluhan Miliar, Bantu Urus dan Bikin Visa

Rahmat Jiwandono
Selasa 20 Januari 2026, 15:59 WIB
CEO dan Co-founder SPUN Christa Sabathaly (kiri) dan CPO Dilla Anindita. (Sumber: dok. spun)

CEO dan Co-founder SPUN Christa Sabathaly (kiri) dan CPO Dilla Anindita. (Sumber: dok. spun)

Techverse.asia - SPUN, startup layanan pendukung perjalanan yang membangun infrastruktur visa berbasis kecerdasan buatan (AI), baru saja mengumumkan seed funding atau pendanaan awal senilai US$1,8 juta atau setara dengan Rp30,4 miliar.

Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas jangkuan bisnis SPUN di kawasan Asia Tenggara, yang masih menghadapi proses pengurusan visa yang kompleks dan belum terintegrasi antarnegara.

Adapun investor yang terlibat dalam seed funding ini antara lain Genesia Ventures, dengan partisipasi dari Antler, Iterative, Kapital, Spiral Ventures, dan angel investor Kum Hong Siew, mantan Manager Director Airbnb China.

Baca Juga: 5 Startup Terpilih dalam Program Grab Ventures Velocity Batch 8

SPUN mengawali layanan mereka dari proses pengurusan visa masuk atau inbound dan visa keluar atau outbound sebagai fondasi utama layanan mobilitas lintas negara.

CEO sekaligus pendiri SPUN Christa Sabathaly menjelaskan, berbeda dengan agen visa konvensional, ia mengandalkan sistem AI yang dirancang guna membantu pemohon maupun mitra usaha mengelola persyaratan visa yang sering berubah dan berbeda antarnegara, dengan proses yang lebih terstruktur dan bisa diandalkan.

"Visa sering dianggap sekadar urusan administratif, padahal justru menjadi sumber kecemasan paling besar dalam perjalanan internasional," katanya lewat keterangan tertulisnya kami kutip, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, baik pemohon individu atau korporasi yang mengurus visa dalam jumlah besar kerap menemui persoalan yang sama. Melalui satu sistem yang dapat digunakan oleh keduanya, SPUN ingin membuat proses pengurusan visa menjadi lebih mudah dan pasti ke beberapa negara.

Baca Juga: Data Paspor Diduga Bocor, Kominfo Akui Terdapat Data yang Mirip

"Dalam kurang dari satu tahun, kami telah membantu lebih dari 200 perusahaan dan ribuan pemohon individu dengan memproses visa secara mudah dan andal," terangnya.

Selama satu tahun pertama beroperasi, startup ini menangani ribuan pengajuan visa inbound dan outbound dengan tingkat persetujuan mencapai 99 persen. Seluruh layanan yang dipakai oleh pelanggan berbayar dengan harga pasar, baik pemohon individu atau pun mitra usaha.

Fokus SPUN pada pengurusan visa sebagai layanan utamanya, mereka memperluas jangkauan ke sejumlah negara tanpa membangun proses baru dari nol di setiap pasar. Pendekatan ini ditujukan guna menciptakan alur pengurusan visa yang lebih konsisten dan gampang diprediksi, di tengan meningkatnya perjalanan serta aktivitas kerja lintas negara.

Saat ini, pelantar SPUN mendukung lebih dari 300 jenis visa di 90 negara, melayani pemohon individu maupun pelanggan bisnis-ke-bisnis (B2B), termasuk dengan 200 lebih agen perjalanan serta reseller. Layanannya pun telah terintegrasi dengan pelantar perjalanan seperti Klook, Tiket, Traveloka, dan Nusatrip.

Seed funding tersebut juga akan dipakai buat memperluas kehadiran SPUN di pasar-pasar utama Asia Tenggara, menguatkan sistem otomasi berbasis kecerdasan buatan, dan meningkatkan kerja sama dengan pelantar perjalan serta mitra B2B.

Baca Juga: Traveloka Hadirkan Reschedule+, Ini 5 Fiturnya

Menurut investor, SPUN menjawab persoalan mendasar yang masih terjadi di banyak negara di kawasan Asia Tenggara, di mana proses pengurusan visa belum maksimal walau kebutuhan perjalanan dan lalu lintas negara terus meningkat.

General Partner di Genesia Ventures Takahiro Suzuki menyampaikan, banyak orang masih memandang visa sebagai bisnis layanan manual. Namun, dia melihatnya sebagai masalah infrastruktur. Proses pembuatan visa sudah masuk ke era digitalisasi, tapi belum sepenuhnya memudahkan pengguna.

"SPUN membangun sebuah sistem dan alur kerja yang membantu melakukan standarisasi proses visa di Asia Tenggara. Kombinasi perspektif jangka panjang dan traksi awal inilah yang membuat kami yakin untuk memimpin putaran pendaaan ini," ujarnya.

Sebagai informasi, SPUN didirikan oleh dua orang perempuan yakni Christa Sabathaly dan Dilla Anindita. Untuk ke depannya, mereka menargetkan diri sebagai layanan pendukung perjalanan yang esensial, diawali dari visa, dengan memanfaatkan teknologi AI guna menghadirkan proses yang lebih jelas, efisien, dan bisa diandalkan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup09 Maret 2026, 20:16 WIB

Bagaimana Para Perempuan Pendiri Startup Mendorong Pertumbuhan yang Menguntungkan

Usaha rintisan di Asia Tenggara yang didirikan oleh perempuan yaitu Astro, Durianpay, Xendit, hingga Supermom.
Ilustrasi pemimpin startup perempuan. (Sumber: istimewa)
Techno09 Maret 2026, 19:53 WIB

Nothing Luncurkan Phone 4A dan Phone 4A Pro, Desainnya Tampil Berbeda

Desain unibody logam baru menempatkan transparansi Nothing klasik hanya pada modul kamera.
Nothing Phone 4A Pro. (Sumber: Nothing)
Automotive09 Maret 2026, 16:19 WIB

Polytron Sukses Jual Ratusan Unit Mobil Listrik Sepanjang 2025

Penjualan Mobil Listrik disebut Polytron sukses melampui Merek Jepang dan Korea Selatan.
Polytron G3 Plus. (Sumber: Polytron)
Techno09 Maret 2026, 15:45 WIB

Tecno Hadirkan Camon 50 Series, Debut dengan Teknologi TGuard

Seri ini Mendefinisikan Ulang Pencitraan Profesional Melalui Kekuatan AI Praktis.
Tecno Camon 50 Series. (Sumber: dok. tecno)
Hobby09 Maret 2026, 15:22 WIB

Praregistrasi Ragnarok Zero: Global Resmi Dibuka, Dapat Lisensi dari Gravity

Ragnarok model ini akan sangat mendekati versi asli dari Ragnarok Online yang rilis di era 2000an awal.
Ragnarok Zero Global. (Sumber: Gravity Game United)
Techno09 Maret 2026, 14:11 WIB

Spek dan Harga Xiaomi Watch 5, Tahan Selama 18 Hari dalam Mode Hemat Daya

Xiaomi Watch 5: Pengalaman Unggulan yang Didukung oleh Wear OS by Google.
Xiaomi Watch 5. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle09 Maret 2026, 13:44 WIB

Blibli Kini Resmi Hadir di Youtube Shopping

Belanja Makin Praktis untuk Pelanggan, Konten Makin Cuan bagi Kreator.
logo blibli (Sumber: blibli.com)
Techno09 Maret 2026, 13:32 WIB

Komdigi Batasi Akses ke Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Aturan ini akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026 dan ini daftar media sosial yang dibatasi aksesnya buat anak-anak.
Ilustrasi sosial media. (Sumber: freepik)
Techno06 Maret 2026, 17:48 WIB

Vivo Unjuk Gigi Kecanggihan Kamera X300 Ultra di MWC 2026

Mengubah kreasi profesional dengan kemampuan video mutakhir.
Vivo X300 Ultra memamerkan kemampuan pembuatan video sinematik. (Sumber: Vivo)
Automotive06 Maret 2026, 17:37 WIB

Harley Davidson Hadirkan 4 Moge Tipe Sport-Touring Baru di Asia Tenggara

Pengumuman balap Bagger World Cup bersama Niti Racing Indonesia, dan pengalaman penggemar yang mendalam.
Managing Director, Asia Emerging Markets and India di Harley Davidson Mark O'Flaherty. (Sumber: istimewa)