Techverse.asia - Usaha rintisan (startup) teknologi berbasis pendidikan (edtech) Skolla Education baru-baru ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat transformasi pembelajaran secara digital di tingkat madrasah.
MoU ini ditandatangani oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY Sidik Pramono bersama CEO Skolla Education Devlin Harzian Saleh dalam Forum Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) DIY yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Aliyah se-DIY di Kabupaten Gunungkidul pada 4 April kemarin.
Baca Juga: Intervyou Hadirkan Pelantar Karir Bertenaga AI Generatif
Sidik menyampaikan bahwa kolaborasi yang terjalin dengan Skolla Education bertujuan untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan terintegrasi, meliputi penguatan kompetensi tenaga pendidik, optimalisasi manajemen sekolah, dan meningkatkan pengalaman belajar siswa supaya lebih relevan dengan perkembangan zaman.
"Sinergi tersebut merupakan upaya konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kemajuan teknologi serta perkembangan zaman," ungkapnya lewat keterangan tertulisnya kami kutip pada Selasa (7/4/2026).
Kolaborasi antara Kemenag DIY x Skolla Education, sambungnya, menjadi pijakan guna membangun madrasah yang adaptif. Dia ingin memastikan bahwa siswa maupun guru punya akses ke teknologi yang dapat menunjang kualitas pembelajaran secara kontinu.
Baca Juga: Ruangguru Optimalkan Operasional Melalui Digitalisasi Penandatanganan Dokumen
Dalam kesempatan yang sama, startup tersebut juga mensosialisasikan mengenai rencana perilisan Smart School Awards. Ini adalah program kompetisi berskala nasional yang dirancang guna memberikan apresiasi terhadap guru, murid, hingga institusi pendidikan yang sukses menerapkan praktik pembelajaran efektif dan berdampak di seluruh Tanah Air.
Davin menekankan bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci kaitannya dengan keberlanjutan transformasi pendidikan. Oleh karena itu, Scolla Education berkomitmen untuk mendukung ekosistem pendidikan yang lebih terarah berbasis teknologi, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran.
"Melalui Smart School Awards, kami ingin menyediakan wadah bagi para inovator di dunia pendidikan untuk menunjukkan praktik pembelajaran yang adaptif dan punya dampak lebih luas," katanya.
Baca Juga: CBT Pijar Mempermudah Ujian Sekolah, Jangkau Lebih Banyak Siswa
Dengan dukungan teknologi serta inovasi berkelanjutan, Madrasah di Kota Gudeg ini diharapkan tak cuma unggul dalam nilai-nilai keagamaan saja, tapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dan mencetak generasi muda yang siap bersaing di level nasional atau pun global.
Skolla Education pun terbuka bagi pihak-pihak lain yang ingin bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan Smart School Awards lewat kanal komunikasi resminya. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi madrasah-madrasah lain di Indonesia untuk mulai beralih ke sistem pembelajaran digital yang lebih komprehensif dan inovatif.
Sekadar informasi, Skolla Education merupakan pelantar belajar daring berbasis teknologi yang mengintegrasikan psikologi pendidikan ke dalam proses belajar mengajarnya. Pelantar ini ditujukan bagi siswa mulai dari kelas 4 SD hingga 12 SMA/SMK, dan alumni yang tengah mempersiapkan diri mereka untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Baca Juga: Startup Teknologi Pendidikan Batas Dapat Investasi dari Mantan Pendiri Bukalapak
Layanan yang ditawarkan yakni Omni Learning System yang menghubungkan siswa, orang tua, dan guru dalam satu ekosistem guna memantau perkembangan belajar secara transparan. Mereka juga menyediakan fitur Ambis Test (tes kepribadian dan gaya belajar) serta prediksi IQ guna merekomendasikan cara belajar yang efektif bagi setiap individu.
Selain itu, Scolla Education juga menawarkan live class secara interaktif dengan pengajar profesional (Ambis Teacher) dan sesi konsultasi langsung. Pun mmeiliki akses ke video belajar, modul, latihan soal, serta berbagai jenis try out seperti UTBK-SNBT, ujian mandiri, dan evaluasi sekolah bulanan.