Ubah Model Bisnis, CARDS Mampu Catatkan Profitabilitas

Rahmat Jiwandono
Jumat 13 Februari 2026, 17:13 WIB
CARDS lebih memilih pesantren yang ada di kabupaten-kabupaten sebagai fokus utamanya. (Sumber: istimewa)

CARDS lebih memilih pesantren yang ada di kabupaten-kabupaten sebagai fokus utamanya. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - CARDS resmi mengumumkan laporan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025, yang mencatat skor 'Rule of 40' sebesar 53,1 persen. Hal ini menandakan bahwa ada kombinasi antara pertumbuhan dan keuntungan yang solid di tengah tantangan industri.

Padahal startup edtech ini sebelumnya diproyeksikan sulit untuk mencapai profitabilitas karena perputaran unit ekonomi yang kecil. Capaian tersebut berkat transformasi model bisnis yang diterapkan dari Software-as-a-Service (SaaS) murni ke Hybrid SaaS-Embedded Finance yang terintegrasi langsung dalam aktivitas keuangan sekolah.

"Cara tersebut memungkinkan kami untuk menjaga misi pendidikan sekaligus membangun margin keuntungan yang sehat," papar CEO CARDS dan pendirinya, Muhammad Arif Mahfudin.

Baca Juga: Amartha Lansir Prosper: Produk Investasi untuk Dukung UMKM

Selama bertahun-tahun, banyak platform edtech mengalami kendala dalam menjual layanan berlangganan ke sekolah akibitas sensitivitas harga dan siklus penjualan yang panjang. Tapi CARDS merespons tantangan ini dengan menyeimbangkan pendapatan transaksi serta berlangganan.

Sepanjang tahun kemarin, pendapatan dari biaya transaksi tumbuh 52,8 persen secara tahunan dan sekarang menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan bulanan. Model embedded finance atau finansial tertanam memungkinkan sekolah untuk memakai satu sistem terpadu terkait pembayaran dan administrasi.

Itu mulai dari pembayaran SPP hingga transaksi harian siswa, sehingga menghasilkan pendapatan berulang tanpa harus bergantung pada penjualan fitur anyar. Mereka mau membuktikan kalau edtech di Tanah Air enggak harus memilih antara profitabilitas atau misi sosial, keduanya dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: Startup Edus.id Beri Pendidikan Seksual untuk Anak-anak

"Namun model bisnis yang digunakan juga harus tepat. Saat ini sekolah tidak cuma butuh sistem akademik dan adminsitrasi, tapi juga sistem operasi keuangan. Untuk itulah finansial tertanam jadi lebih relevan dan berkelanjutan," ujarnya.

Transaksi CARDS juga tercermin dari peningkatan Gross Transaction Volume (GMV) sebesar 94 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini enggak hanya bersumber dari pembayaran SPP saja, melainkan transaksi mikro dengan frekuensi tinggi seperti pembelian di kantin sekolah.

CARDS memiliki fitur Canteen, sistem POS untuk kantin, mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 64 persen secara tahunan. Ekosistem closed-loop tersebut meningkatkan retensi pemakai lantaran transaksi murid-murid berlangsung setiap hari dalam satu pelantar yang terintegrasi.

CARDS sendiri saat ini lebih fokus kepada pondok pesantren maupun sekolah yang ada di kota tier 2 dan tier 3, alih-alih ikut bersaing di kota-kota besar dengan biaya akuisisi tinggi. Upaya ini menghasilkan efisiensi yang terbilang signifikan, tercermin dari rasio LTV:CAC sebanyak 11 kali.

Baca Juga: Startup Edtech ErudiFi Mengakuisisi Platform Doyobi

Pendekatan itu pun juga membantu startup ini dalam menjaga struktur biayanya tetap ramping. Pada 2025, CARDS mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 33,7 persen secara tahunan dengan Net Profit Margin yang stabil di kisaran 20 persen.

CARDS juga mengadopsi strategi pertumbuhan berbasis kemitraan dengan bank nasional guna memperluas cakupan distribusinya dan meningkatkan kepercayaan sekolah. Pendekatan tersebut berkontribusi terhadap jumlah pertumbuhan mitra sekolah hampir 50 persen menjadi lebih dari 700 sekolah, dan kenaikan jumlah murid per sekolah sekitar 20,7 persen.

"Kami melihat kota atau kabupaten lapis kedua dan ketiga justru punya kebutuhan nyata mengenai digitalisasi, dengan kompetisi yang jauh lebih rasional," tambahnya.

Baca Juga: East Ventures Suntik Dana Ratusan Miliar ke Startup Galaxy Education di Vietnam

Lebih lanjut, kinerja mereka pada tahun lalu membuktikan bahwa model teknologi pendidikan yang menggabungkan solusi manajemen sekolah dan layanan keuangan bisa mencapai skala sekaligus profitabilitas.

"Ke depannya kami menargetkan penggandaan basis murid di tahun ini, memperluas penetrasi di sekolah tier 2 dan tier 3, dan memperkuat kepatuhan regulasi lewat rencana perolehan izin PJP Kategori 1," ujarnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)
Techno23 Juli 2026, 14:17 WIB

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Dirancang untuk Aktivitas Outdoor Ekstrem

Cek lebih lanjut tentang spesifikasi jam tangan pintar baru ini.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2. (Sumber: Samsung)
Techno23 Juli 2026, 14:13 WIB

Lintasarta Dorong Digital Sovereignty bagi Bank Pembangunan Daerah

Melalui Lintasarta Intelligent Core, perusahaan membangun fondasi digital bersama yang berdaulat.
Lintasarta.
Techno23 Juli 2026, 12:04 WIB

Samsung Galaxy Z Flip 8 Dibanderol Sekitar Rp21 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Ponsel lipat ini ditenagai oleh cip Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Samsung Galaxy Z Flip 8. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 11:36 WIB

OnePlus Enggak akan Rilis Ponsel di Eropa dan Amerika Utara

Oppo mengambil alih pasar, meskipun mereka tidak berencana meluncurkan ponselnya di Amerika Serikat.
OnePlus Nord 5. (Sumber: OnePlus)
Techno23 Juli 2026, 09:58 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadir dalam Bentuk Baru, Ini Spek Lengkapnya

Handset ini menjanjikan pengalaman Galaxy Fold baru untuk pengalaman sehari-hari yang lebih mendalam.
Samsung Galaxy Z Fold 8. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 09:19 WIB

Garmin Cirqa Smart Band Resmi Meluncur Global, Enggak Perlu Langganan

Gelang pintar ini tersedia dalam tujuh pilihan warna.
Garmin Cirqa. (Sumber: Garmin)
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)