Techverse.asia - Telkomsel akan kembali menyelenggarakan program NextDev Summit 2026. Memasuki tahun ke-11 dalam pelaksanaan NextDev Summit pada tahun ini memilih tema 'Unleashing AI Impact' sebagai respons atas dinamika industri teknologi global.
Program ini menandaskan komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya solusi digitalberbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat maupun di sektor industri.
Vice President Corporate Communications and Social Responsibility (CSR) Telkomsel Abdullah Fahmi menyampaikan bahwa NextDev adalah salah satu utama program CSR perusahaan di bidang masyarakat digital serta teknologi.
Baca Juga: Fore Tumbuh Pesat Usai IPO, Didukung oleh Ekspansi yang Disiplin
Jawatannya juga berkomitmen untuk membuat teknologi yang dikembangkan bisa punya manfaat yang riil bagi para pelaku teknopreneur. "Yang spesial pada event NextDev Summit tahun ini adalah kami memasukkan inovasi AI Capabilities di setiap program bisnis para peserta," papar Fahmi dalam sesi Press Briefing bersama awak media, Kamis, (9/4/2026) kami kutip.
Kecerdasan buatan, sambungnya, tak cuma sekadar teknologi, melainkan instrumen yang krusial guna mendorong efisiensi, baik dari sisi anggaran operasional atau pun waktu.
Berkat integrasi AI, startup alias perusahaan rintisan diharapkan bisa mengakselerasi proses validasi produk technopreneur sekaligus memberikan solusi kontribusi ekonomi yang signfikan, baik di tingkat nasional maupun global.
Momentum itu dianggap penting mengingat kondisi pendanaan startup di kawasan Asia Tenggara yang sedang lesu. Dengan penerapan kecerdasan buatan, startup diharapkan bisa meningkatkan daya saing mereka lewat efisiensi proses coding hingga implementasi produk yang memiliki standar global.
Baca Juga: LuarKampus: Startup Pencari Beasiswa dari Pontianak Jadi Pemenang NextDev ke-10
Pada kesempatan yang sama, Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Gumilar Henda Nugraha Ali mengatakan, pemakaian kecerdasan buatan dalam program NextDev Summit 2026 tak sekadar gimik atau pemanis belaka.
Telkomsel mau memastikan bahwa AI berfungsi sebagai pendukung utama yang memberikan dampak langsung pada model bisnis startup. "Kami melihat secara utuh bagaimana produk digital itu mengadopsi kecerdasan buatan, mulai dari sisi coding sampai penerapan pemakaian yang sudah berstandar global," katanya.
Sedikitnya sepuluh usaha rintisan yang hadir saat itu sudah punya produk yang berjalan sekitar satu sampai dua tahun dengan basis pemakai yang nyata. Adapun profil bisnis para finalis meliputi beberapa sektor, seperti teknologi deteksi CCTV bertenaga AI, solusi finansial melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, hingga layanan konsultasi pajak secara digital.
Baca Juga: Telkomsel Ventures Suntik Dana ke Startup Tictag, Perluas AI yang Mudah Diakses
"Tentunya kami juga ikut menilai komitmen kehadiran dan perkembangan nilai produk selama masa inkubasi sebagai poin penting dalam hal penilaian," ujar dia.
Proses seleksi NextDev Summit 2026 sejatinya telah dimulai sejak September 2025 dengan menjaring sebanyak 270 startup. Usai melewati tahap penyaringan yang sangat ketat, jumlah ini kemudian dikerucutkan menjadi 200 startup, lalu 18, sampai akhirnya dipilih sepuluh finalis startup terbaik.
Dalam perjalanannya, Telkomsel telah menggelar roadshow di empat kota besar yaitu Medan, Bandung, Bali, hingga Makassar. Para peserta lantas mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari orientasi, bootcamp, sampai sesi benchmarking ke perusahaan teknologi besar seperti Meta.
Baca Juga: MetaSeaco: Startup Binaan UGM Sukses Masuk 3 Besar di Ajang Pertamuda
Tak cuma memperoleh akses ke ekosistem digital Telkomsel, para pemenang juga berkesempatan guna mengikuti internasional benchmarking ke pusat industri teknologi global, seperti yang telah dilakukan oleh para pemenang NextDev sebelumnya ke Singapura, Belanda, atau Silicon Valley, Amerika Serikat, tergantung dengan relevansi bisnis mereka.
Selama 11 tahun terakhir pelaksanaan NextDev, program ini telah melahirnya setidaknya 162 alumni dari total pendaftar sebanyak 6.798 perusahaan rintisan. Untuk ke depannya, para finalis punya peluang untuk bekerja sama lebih lanjut dengan pelbagai unit bisnis Telkomsel dalam mengembangkan solusi digital yang lebih berdampak luas.














