Techverse.asia - Omoway, usaha rintisan dalam mobilitas pintar roda dua, pada minggu lalu telah resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam penutupan putaran pendanaan Pre-A dan Pre-A Plus secara berturut-turut dengan total investasi tembus puluhan juta dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: SPUN Dapat Seed Funding Senilai Puluhan Miliar, Bantu Urus dan Bikin Visa
Kendati demikian, startup asal Singapura ini tak menyebutkan nominal pendanaan yang mereka dapat. Putaran pendanaan tersebut dipimpin oleh Hongsan dan Rocket Capital, dengan partisipasi berkelanjutan dari investor lawas, termasuk ZhenFund, HuiCapital, dan pendiri Omoway sendiri yakni Todd He.
Dana ini nantinya akan digunakan untuk mendukung produksi massal sepeda motor listrik self-balancing pertama di dunia dan pengiriman produk unggulan perusahaan: Omo X, pengembangan berkelanjutan pada teknologi inti cerdas, dan percepatan ekspansi pasar global.
Salah satu inovasi utama Omoway ialah keberhasilan mereka dalam membawa teknologi keseimbangan otomatis atau self-balancing dari tahap prototipe ke produksi massal.
Lewat integrasi mendalam antara kontrol perangkat lunak atau software, algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan arsitektur elektronik, Omo X disebut mampu memberikan bantuan keseimbangan yang seamless dan hampir tak terasa pada kecepatan rendah.
Dengan begitu, si pengendara pun dapat tetap stabil saat kemacetan stop-and-go tanpa harus menurunkan kaki, sehingga secara signifikan akan mempermudah proses belajar berkendara serta membantu mengurangi kelelahan kala mengendarai Omo X.
Dengan rampungnya validasi pra-produksi pada model Omo X serta dimulainya tahap akhir persiapan strategis untuk peluncuran komersialnya, Omoway pun siap menjadi startup pertama di dunia yang memproduksi secara massal dan mengirimkan sepeda motor listrik pintar yang ditunjang oleh fitur keseimbangan otomatis.
Baca Juga: Dash Electric Umumkan Pendanaan Awal, Percepat Adopsi EV di Indonesia
Omoway memposisikan Omo X sebagai kategori baru dalam kendaran roda dua cerdas. Dengan menggabungkan sistem keseimabngan otomatis dan persepsi berbasis kecerdasan buatan, motor listrik itu diklaim dapat mendeteksi risiko, memberi peringatan keselamatan, melakukan intervensi bila diperlukan, hingga menjaga stabilitas dalam skenario kecepatan rendah seperti kontrol kala berhenti di tanjakan atau hill-hold control.
Perusahaan menyebut bahwa evolusi tersebut sebagai transisi dari sepeda motor tradisional menjadi Moto Robot. Indonesia bakal menjadi negara pertama yang menerima peluncuran Omo X. Untuk itu, Omoway juga telah menjalin kemitraan dengan lebih dari sepuluh distributor lokal.
Upaya ini guna membangun fondasi kuat untuk memasuki salah satu pasar sepeda motor yang paling menuntut di dunia. "Dealer lokal yang sudah mapan sangat paham tentang apa yang dibutuhkan oleh pasar," papar General Manager Omoway Indonesia Yulong Chen.
Yulong mengatakan bahwa dirancang untuk pemakaian global sejak hari pertama, pihaknya memandang kawasan Asia Tenggara sebagai wilayah kunci guna implementasi dunia nyata. Melalui literasi berkelanjutan dalam pengendaraan sehari-hari, Omoway bertujuan untuk menghadirkan mobilitas roda dua yang lebih aman, lebih cerdas, dan lebih nyaman di seluruh dunia.
Baca Juga: Startup Sewa Kendaraan Listrik Zypp Electric sedang Bersiap Ekspansi ke Indonesia
Sebelumnya kami juga telah memberitakan bahwa Omoway bakal memproduksi secara massal sepeda motor listrik di Tanah Air. Menurut Yulong, Indonesia bukan hanya sekadar pasar, namun juga loncatan bagi perusahaan guna merambah pasar lokal, dan basis yang kokoh guna membangun masa depan mobilitas.
"Peluncuran moderl pertama motor listrik kami yang akan diproduksi massal pada tahun depan bakal didukung oleh jaringan penjualan dan servis yang lengkap. Dengan begitu, motor listrik pintar mudah untuk dijangkau di seluruh Indonesia," katanya.
Omoway adalah perusahaan teknologi cerdas global yang berdedikasi untuk memelopori inovasi teknologi auto-grade atau kelas otomotif mandiri berbasis full-stack untuk sektor kendaraan roda dua dan bidang mobilitas yang lebih luas.















