Generasi Milenial dan Gen Z Bisa Beli Rumah 10 Tahun Lagi?

Rahmat Jiwandono
Senin 20 Oktober 2025, 18:00 WIB
Ilustrasi punya rumah.

Ilustrasi punya rumah.

Techverse.asia - Cove resmi melansir hasil studi terbarunya yang mengungkap lebih dari 80 persen percaya bahwa generasi Milenial dan generasi Z bisa beli rumah dalam waktu 10 tahun ke depan. Di balik kepercayaan ini, studi tersebut juga menemukan beberapa kekhawatiran ihwal kepemilikan rumah, seperti harga properti, bujet yang cukup, dan peran rumah dalam membangun keluarga.

Baca Juga: Jogja Creative Startup Festival 2025 Jadi Wadah Pertemuan Usaha Rintisan dengan Investor

Country Director of Growth and Vice President of Online Marketing Cove Dian Paskalis menyampaikan, kekinian milenial dan Gen Z sedang ada di fase membangun karier profesional dan stabilitas ekonomi. Tapi, kebutuhan akan hunian yang strategis berbenturan dengan harga properti yang selangit, dan mendorong mereka untuk beralih ke hunian sewa.

"Keputusan ini akan membantu mereka untuk membuat mobilisasi yang lebih efisien secara waktu, biaya, dan energi, walau pun belum mampu buat beli rumah sendiri," ujar Dian.

Meski masih sulit dijangkau, rumah tetap menjadi tujuan akhir bagi Milenial atau pun Gen Z. Untuk saat ini, cuma 56 persen dari mereka yang merasa bahwa punya rumah sendiri merupakan hal yang sangat penting. Tapi saat menyinggung soal rencana jangka panjang, 83 responden menyatakan bahwa punya rumah akan jadi hal penting di masa depan.

"Hal itu menggarisbawahi bahwa rumah tetap menjadi prioritas format hunian impian mereka, walau belum menjadi prioritas untuk sekarang ini," kata dia.

Baca Juga: Cove akan Ekspansi ke Jogja dan Surabaya, Hadirkan Hunian Co-living Berkualitas

Selain kestabilan ekonomi, studi tersebut juga menunjukkan bahwa rencana berkeluarga ternyata punya pengaruh yang besar terhadap keputusan Milenial dan Gen Z dalam membeli properti. Hampir 50 persen dari responden menyebutkan bahwa keputusan untuk membangun keluarga, baik menikah atau punya keturunan, bakal menjadi faktor yang meyakinkan mereka untuk segera beli atau bangun rumah.

Hasil studi Cove tentang harapan kepemilikan di kalangan generasi Milenial dan Gen Z.

"Studi kami juga mengungkap bahwa mayoritas (44 persen) dari Milenial dan Gen Z merasa belum berani berkeluarga jika belum punya rumah pribadi," katanya.

Optimisme dalam kepemilikan rumah hadir bersama sensitivitas harga, namun faktor ini enggak mematahkan optimisme mereka dalam memiliki rumah pribadi. Faktanya, mayoritas merasa percaya diri bahwa Milenial dan Gen Z bisa membeli rumah dalam waktu sepuluh tahun ke depan, menggambarkan bahwa dua generasi ini yakin jika kondisi pasar perumahan dan ekonomi bakal membaik.

"Namun demikian, optimisme tersebut juga hadir bersama soal kekhawatiran mengenai harga rumah atau bujet yang sekiranya harus dikeluarkan," tambahnya.

Baca Juga: MilikiRumah Himpun Dana Private Equity Sekitar Rp800 Miliar, Ini Alokasi Dananya

Generasi Milenial dan Gen Z melihat beberapa hambatan utama dalam membeli rumah, yakni harga rumah yang semakin mahal (68 persen), gaji yang tidak mencukupi (47 persen), dan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) atau biaya uang muka alias down payment (DP) yang masih dirasa sangat berat (43 persen).

Sejalan dengan kekhawatiran itu, harga properti pun jadi pertimbangan utama mereka dalam mencari hunian. Sekarang ini, mayoritas menyatakan bahwa bujet yang mereka keluarkan setiap bulannya buat keperluan sewa atau cicilan pembelian hunian berkisar antara Rp1,5 juta sampai Rp3 juta per bulannya.

Walau pun Milenial dan Gen Z cukup sensitif akan harga rumah, survei Cove tersebut juga menenumkan bahwa mereka lebih enggan merelakan desain, waktu commuting, dan lokasi demi harga yang lebih murah. "Bagi generasi muda, rumah idaman enggak cuma tentang harga, namun juga membuat ruang tersebut tetap memenuhi preferensi hunian mereka," ujarnya.

Baca Juga: Lamudi Resmi Akuisisi IDEAL, Sederhanakan Proses Pengajuan KPR

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)