Techverse.asia - Swatch resmi mengumumkan koleksi jam barunya hasil kolaborasi dengan Audemars Piguet (AP), jenama jam tangan asal Swiss. Sebelumnya viral di internet tentang kolaborasi kedua merek ini, bahkan ada warganet yang membuat mockup jam tangan dari AI generatif.
Namun seperti yang diduga, itu bukan jam tangan, melainkan delapan jam saku atau pocket watch yang disebut Royal Pop Collection. Koleksi ini merupakan perpaduan desain antara jam tangan model Pop milik Swatch yang rilis pada 1980-an dan Royal Oak milik AP yang pertama kali hadir pada 1972, dengan casing berbentuk segi delapannya yang ikonik.
Melalui keterangan resmi Swatch, koleksi jam saku ini akan mengubah cara kita mengenakan jam tangan. Jam tangan dalam kolaborasi AP x Swatch ini melepaskan diri dari pergelangan tangan, memungkinkan untuk mengenakan jam tangan dengan cara yang tak terduga, menyenangkan, dan dinamis.
Baca Juga: G-SHOCK x Star Wars The Mandalorian Grogu Umumkan 2 Jam Tangan Edisi Khusus
Selain casing yang memiliki warna cerah yang terbuat dari biokeramik dan kaca safir tahan gores, jam saku itu digerakkan oleh mesin otomatis Sistem51 milik Swatch - sepenuhnya dirakit pada jalur perakita otomatis guna menekan biaya dan tak diperlukan campur tangan manusia.

Meskipun demikian, Swatch menyebutkan bahwa mereka telah membuat versi anyar dari mesin itu untuk kolaborasi kali ini yang mengubah Sistem51 menjadi kaliber manual dengan cadangan daya 90 jam yang mengesankan.
Pocket watch Swatch x Audemars Piguet ini akan dijual mulai Jumat (16/5/2026) besok melalui toko-toko Swatch tertentu - secara relatif - dengan batasan satu buah per orang per toko per hari. Model Lepine (dengan mahkota di posisi jam 12) akan dibanderol seharga US$400 atau setara dengan Rp7 jutaan, sedangkan model Savonnette (dengan mahkota di posisi jam 3) dipasarkan senilai US$420 atau sekitar Rp7,3 jutaan.
Delapan unit jam saku ini punya warna yang berbeda-beda, yang dinamai berdasarkan varian kata "delapan" dalam bahasa Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Mandarin, Jepang, Jerman, dan Romansh (bahasa di Swiss): putih, Huit Blanc; merah muda, Otto Rosso; hijau, Green Eight; hijau limau/biru, Blaue Acht; biru tua/oranye, Orenji Hachi; biru/biru muda, Lan Ba; hitam/putih, Ocho Negro; merah muda/kuning/biru kehijauan, Otg Roz.
Baca Juga: G-SHOCK MRG-B2100 Ao-Zumi: Jam Tangan Mirip Audemars Piguet Seharga Rp63 Juta
Swatch AP baik model Lepine atau pun Savonnette juga bakal dilengkapi dengan tali kulit sapi, tetapi aksesori lain juga bakal tersedia, termasuk dudukan jam meja (dalam delapan warna) yang bisa dibeli secara daring. Royal Pop Collection ini memiliki ketebalan 8,4 milimeter (mm) berukuran 40 mm tanpa terpasang di klip dudukan biokeramiknya, dan 44,2 mm x 53,2 mm ketika terpasang.

Lebih jauh, elemen klasik dari AP Royal Oak memang tampak, yang hadir ialah bezel segi delapan sekrup yang muncul. Pelat jam saku Royal Pop Collection ini juga sangat merujuk pada pola “Petite Tapisserie” pada pelat jam sebagian besar Royal Oak.
Mesin jamnya sebagian terlihat berkat penutup belakang yang transparan. Pada model Savonnette juga menampilkan pelat jam dengan subdial detik kecil di posisi jam 6.
Baca Juga: Mengenal Hantavirus, Pakar Sebut Bisa Menyebabkan Sindrom Paru-paru
Versi jam saku ini mungkin mengecewakan bagi sebagian orang yang menginginkan jam tangan, tetapi ini merupakan pengingat langsung pada lini Swatch tahun 1986 yang jam tangannya dapat dilepas dari bingkainya untuk berfungsi sebagai bros, klip tas, atau jam saku.

Ini sejatinya bukan kolaborasi pertama Swatch dengan merek mewah. Koleksi MoonSwatch Swatch yang sangat populer merupakan kolaborasi dengan Omega, sementara lini Scuba Fifty Fathoms berasal dari kemitraan dengan Blancpain.
Namun, baik Omega maupun Blancpain adalah bagian dari Swatch Group yang lebih besar. Audemars Piguet, sebaliknya, adalah pembuat jam tangan Swiss independen yang masih dikendalikan oleh keturunan Jules Louis Audemars dan Edward Auguste Piguet.
Baca Juga: Seiko C038 EVA-01: Jam Tangan Kolaborasi dengan Anime Neon Genesis Evangelion