2 Penyakit Ini Bisa Muncul Akibat Terpapar Mikroplastik dalam Air Hujan

Rahmat Jiwandono
Jumat 14 November 2025, 17:42 WIB
hujan (Sumber: freepik)

hujan (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Belakangan ramai di media sosial tentang temuan mikroplastik dalam air hujan di sejumlah wilayah di Indonesia. Dilihat dari sudut pandang medis, paparan akan mikroplastik enggak cuma mengandung risiko bagi organ dalam tubuh, namun juga bisa memberikan dampak serius pada kesehatan kulit kita.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Nafiah Chusniyati menerangkan, mikroplastik sendiri adalah partikel plastik yang berukuran sangat kecil yang kekinian sudah tersebar di beragam elemen lingkungan, seperti air, tanah, hingga udara.

"Partikel ini bisa ikut dalam siklus air dan menempel di kulit manusia ketika turun hujan," paparnya.

Baca Juga: IKEA Play: Ajak Orang Tua Ciptakan Kamar Anak yang Menginspirasi

Mikroplastik yang ada di udara akan mengikuti siklus air, lanjut dia, sehingga ketika hujan turun, partikel tersebut bisa mengenai kulit kita. Mikroplastik pada dasarnya bersifat alergen atau iritan, khususnya bagi orang yang sensitif atau pernah terpapar sebelumnya.

Paparan itu bisa menimbulkan reaksi peradangan pada kulit, seperti kemerahan, gatal, hingga lenting berair yang akan muncul beberapa hari usai terpapar mikroplastik. Sebab, mikroplastik bisa bertindak sebagai iritan, jadi penyakit yang muncul bisa berupa dermatitis, baik dermatitis atopik maupun numularis.

"Saat mantel kulit kita terganggu, maka bakteri pun akan jauh lebih mudah masuk sehingga menimbulkan infeksi seperti impetigo atau folikulitis," katanya.

Mikroplastik enggak hanya berdampak secara jangka pendek saja, tapi juga bisa berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada struktur kulit manusia, utamanya pada kolagen, protein penting yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit. Mikroplastik dapat tembus ke lapisan dalam kulit yang bisa mengganggu fungsi kolagen.

Baca Juga: Ducati Umumkan Hypermotard V2, Gendong Mesin Berkapasitas 890CC

"Akibatnya kulit akan menjadi kering, elastisitas menurun, dan muncul tanda-tanda penuaan seperti kerutan lebih cepat tampak," kata dia.

Paparan mikroplastik dengan konsentrasi tinggi dan terus menerus bahkan bisa mencapai DNA sel kulit, sehingga dalam waktu jangka panjang akan berpotensi memicu perubahan seluler yang dapat menyebabkan kanker kulit, walau pun prosesnya berlangsung sangat lama.

Guna mencegah dampak buruk tersebut, dia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi sumber mikroplastik dalam kehidupan kita sehari-hari. Langkah paling dasar yang bisa dilakukan adalah memastikan fungsi barier kulit tetap baik dengan memakai pembersih yang lembut atau gentle cleanser.

"Hindari pemakaian sabun dengan kandungan alkohol tinggi atau antiseptik secara berlebihan karena bisa mengikis lemak pelindung kulit," tambahnya.

Baca Juga: 4 Skincare dari Elsheskin untuk Perawatan Kulit Saat Musim Hujan

Setelah mandi, dianjurkan untuk menggunakan pelembap juga supaya kulit tetap lembap serta berfungsi secara optimal sebagai pelindung alami tubuh. Selain melakukan perawatan diri, dia juga mengingatkan pentingnya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan pilih bahan plastik yang lebih aman seperti HDPE, PET, dan PP.

"Hindari juga produk perawatan kulit (skin care) yang mengandung mikroplastik, seperti scrub dengan partikel sintetis. Pakai saja bahan yang alami sebagai alternatifnya, misalkan garam atau kopi," ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari laman Badan Riset dan Invoasi Nasional (BRIN) Indonesia, secara umum, mikroplastik terbagi dalam dua jenis yakni mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder. Mikroplastik primer adalah partikel yang sejak awal berukuran kecil seperti microbeads dalam produk kosmetik serta pembersih.

Baca Juga: Musim Hujan Telah Tiba, Simak 6 Tips Memilih Jas Hujan yang Berkualitas

"Sedangkan mikroplastik sekunder yang bersumber dari pecahan plastik ukutan besar seperti botol minum, jaringan nelayan, atau kantong plastik," tambah Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel24 Juli 2026, 20:45 WIB

Hobi Jajan? Coba Kunjungi Enam Destinasi Kuliner Unik di Asia Tenggara

Di destinasi-destinasi tersebut kamu bisa merasakan kuliner tradisional.
Daerah Udon Thani, Tailan. (Sumber: Shutterstock)
Techno24 Juli 2026, 14:32 WIB

Samsung Galaxy Watch 9 Tersedia dalam 2 Ukuran, Ditenagai Prosesor Snapdragon Wear Elite

Galaxy Watch 9: Kesehatan Sehari-hari dengan Kenyamanan Sepanjang Hari dan Baterai Tahan Lama.
Samsung Galaxy Watch 9. (Sumber: null)
Automotive24 Juli 2026, 14:29 WIB

KIA Niro 2027 akan Mengandalkan Sistem Hybrid dengan Teknologi Anyar

Mobil bertenaga hibrida ini tersedia dalam tiga varian.
KIA Niro. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 13:11 WIB

Spotify Tambahkan Fitur Chatbot di Aplikasinya, Cuma Bisa Diakses Pelanggan Premium

Fitur Talk to Spotify memungkinkan pengguna membuat daftar putar dan mempelajari lagu dengan perintah suara.
Fitur Talk to Spotify. (Sumber: Spotify)
Lifestyle24 Juli 2026, 12:05 WIB

Perempuan Perlu Atur Stres Supaya Terhindar dari Autoimun

Tantangan dalam penanganan autoimun terdapat pada proses pengobatan dan pemahaman pasien terhadap penyakitnya.
ilustrasi autoimun. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 11:38 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Kamera Ultrawide yang Lebih Tajam dan Baterai Jumbo

Ultra kini menjadi model unggulan dalam jajaran Z Fold yang terdiri dari dua model baru.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. (Sumber: Samsung)
Startup24 Juli 2026, 09:57 WIB

Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Digital trust kini menjadi infrastruktur penting bagi industri ritel dan F&B, bukan sekadar alat tanda tangan elektronik.
Kopi Kenangan x Privy. (Sumber: ist)
Techno24 Juli 2026, 09:55 WIB

Polytron Audivo PHS 5B Hadirkan Audio Kelas Studio di Atas Meja Kerja

Menghidupkan Suasana Hiburan dan Sesi Kerja Panjang Sepanjang Hari.
Polytron Audivo PHS 5B. (Sumber: Polytron)
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)