Balita di Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan, Pakar: Bisa Berbahaya Kalau Tak Segera Ditangani

Rahmat Jiwandono
Jumat 22 Agustus 2025, 15:04 WIB
Ilustrasi cacingan. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi cacingan. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kasus meninggalnya seorang anak berusia empat tahun akibat infeksi cacing kembali menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.

Baca Juga: Lazada Akselerasi Ekonomi Digital Inklusif Melalui Lazada Affiliate

Sekadar diketahui, Raya (4), bocah asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, viral lantaran meninggal dengan kondisi tubuh penuh dengan cacing pada 13 Juli 2025.

Saat itu Raya dilarikan ke rumah sakit RSUD Syamsudin dalam keadaan tidak sadarkan diri satu hari sebelumnya. Kala ditangani oleh tim medis, tiba-tiba keluar cacing dari hidung si pasien. Dari sinilah muncul diagnosa adanya infeksi cacing dalam tubuhnya.

Meskipun sering dianggap ringan, cacingan dapat berkembang menjadi kondisi yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Hal ini disampaikan oleh ahli parasitologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., yang menilai kasus tersebut sebagai peringatan penting bagi orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak.

Baca Juga: Jelang Hari Kesehatan Nasional, Berikut 5 Mitos dan Fakta Tentang Kesehatan Anak

Menurut Farindira, infeksi cacing terjadi ketika telur atau larva masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, maupun tanah yang terkontaminasi. Jika berlangsung lama tanpa pengobatan, jumlah cacing dalam tubuh bisa terus bertambah hingga mengganggu fungsi organ vital.

"Kasus ini kemungkinan besar dipicu oleh kebiasaan anak bermain di tanah kotor, kurangnya kebiasaan mencuci tangan, dan lingkungan yang tidak higienis," jelasnya, Jumat (22/8/2025).

Dikatakannya, penularan terjadi melalui kotoran manusia yang mengandung telur cacing, kemudian masuk lewat makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Infeksi berulang tanpa penanganan dapat menimbulkan hiperinfeksi, sehingga jumlah cacing di usus menjadi sangat banyak.

Ia menyebutkan, jenis cacing yang paling banyak menyerang anak-anak adalah cacing gelang (ascaris lumbricoides), disusul cacing tambang dan cacing cambuk. Infeksi cacing gelang dalam jumlah besar dapat menimbulkan malnutrisi, sumbatan usus, perforasi, peritonitis, bahkan berujung kematian.

Baca Juga: Korsel Catat Kasus Pertama Infeksi Naegleria Fowleri: Ini Cara Jaga Diri Dari Si Amoeba Pemakan Otak

"Infeksi berat bisa memicu komplikasi serius seperti sumbatan usus dan peritonitis. Inilah yang diduga menjadi penyebab kematian Raya di Sukabumi tersebut," ujarnya.

Gejala awal cacingan, lanjutnya, kerap tidak disadari oleh para orang tua. Anak biasanya mengalami perut buncit, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, serta sering mengeluh sakit perut atau mual tanpa sebab yang jelas.

"Terkadang gejala muncul pada saluran pernapasan, seperti batuk atau mengi, karena larva bermigrasi lewat paru-paru. Pada kasus berat, cacing bahkan bisa keluar melalui muntahan, kotoran, hidung, atau telinga anak," katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, ia menegaskan bahwa pentingnya langkah sederhana yang sering diabaikan, seperti rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, serta memberikan obat cacing secara rutin setiap enam bulan.

Baca Juga: Dento-ßilaser: Perangkat Berteknologi Laser untuk Mengatasi Masalah Infeksi Gigi dan Mulut, Tanpa Rasa Sakit

Pencegahan jauh lebih penting. Obat cacing sudah menjadi program pemerintah, tetapi keberhasilannya tergantung kesadaran orang tua. Selain itu, kebersihan makanan, minuman, dan kebiasaan mencuci tangan anak juga harus dijaga.

Farindira juga menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada individu, tetapi juga lingkungan. Sanitasi yang baik, akses air bersih, serta kebersihan rumah menjadi aspek penting untuk memutus rantai penularan.

"Pengobatan saja enggak cukup. Jika lingkungan tetap kotor, sumber penularan akan terus ada. Jadi, menjaga sanitasi sama pentingnya dengan memberikan obat," imbuh dia.

Dia berpesan, keterlibatan keluarga, sekolah, hingga komunitas sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Cacingan masih menjadi masalah kesehatan tropis di Indonesia, tetapi sebenarnya bisa dicegah dengan langkah-langkah yang sederhana.

Baca Juga: Perhatikan Kebiasaan Anak-anak Bersama Gawai Mereka, Hati-hati Myopia Dini

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno08 Mei 2026, 20:32 WIB

Intel Hadirkan Prosesor Core Series 3, Siap Mendukung Pemakaian AI

Prosesor ini menghadirkan fitur-fitur canggih dan arsitektur terbaru Intel untuk pembeli yang mengutamakan perangkat komersial dan perangkat edge yang penting.
Intel Core Series 3. (Sumber: Intel)
Techno08 Mei 2026, 19:11 WIB

Mantle, Bybit, dan Fluxion Bawa Tokenisasi Ekuitas xStocks ke Standar Institusional

Mantle memposisikan dirinya sebagai lapisan distribusi dan gerbang utama bagi institusi dan TradFi untuk terhubung dengan likuiditas on-chain dan mengakses aset dunia nyata.
Mantle x Bybit x Fluxion. (Sumber: istimewa)
Techno08 Mei 2026, 18:07 WIB

OpenAI Merilis GPT-5.5 Instant, Model Default Baru untuk ChatGPT

Model default baru ChatGPT ini diklaim lebih faktual dan lebih baik dalam personalisasi.
GPT-5.5 Instant. (Sumber: OpenAI)
Techno08 Mei 2026, 17:43 WIB

Huawei MatePad Pro Max: Tablet 13 Inci Paling Tipis dan Ringan di Segmennya

Tablet andalan ultra-tipis yang menetapkan penanda aras baharu bagi produktivitas.
Huawei MatePad Pro Max.
Techno08 Mei 2026, 17:05 WIB

Logitech Rilis G512 X, Tersedia dalam Layout 75 dan 98 Tombol

Simak lebih jauh mengenai spesifikasi lengkap dari keyboard gaming baru ini.
Logitech G512 X. (Sumber: Logitech)
Techno08 Mei 2026, 15:16 WIB

Realme Buds T500 Pro Dijual Seharga Rp499 Ribu, Punya Fitur Terjemahan Langsung

Inovasi audio dengan desain unik dan performa premium.
Realme Buds T500 Pro. (Sumber: realme)
Techno08 Mei 2026, 14:50 WIB

Meta Beli Startup ARI untuk Memperkuat Ambisi AI Humanoidnya

Kedua perusahaan tidak mengungkapkan detail keuangan akuisisi tersebut.
Logo Meta. (Sumber: Unsplash)
Techno08 Mei 2026, 14:31 WIB

Qualcomm Ungkap 2 Chipset Baru dengan Teknologi Smooth Motion UI

Dua chipset ini ditujukan untuk ponsel pintar dengan harga terjangkau seperti: Honor, Redmi, Oppo, dan Realme.
Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 (kanan). (Sumber: Qualcomm)
Techno07 Mei 2026, 20:13 WIB

Harga dan Spek Lengkap Realme C100x dan C100i di Indonesia

Dua gawai ini menjanjikan masa baterai yang awet sepanjang hari.
Realme C100 Series. (Sumber: Realme)
Culture07 Mei 2026, 18:25 WIB

Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diimplementasikan Mulai PAUD-SMA

Nilai-nilai utama yang diusung dalam PKJ bersifat inklusif dan kolaboratif.
Mata pelajaran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). (Sumber: istimewa)