Review Weapons: Film Horor Menarik yang Enggak Banyak Jump Scare

Rahmat Jiwandono
Senin 11 Agustus 2025, 15:10 WIB
Poster film Weapons. (Sumber: istimewa)

Poster film Weapons. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kalau kamu termasuk orang yang suka nonton film horor, maka film Weapons karya Zach Cregger bisa jadi opsi yang saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Weapons mengisahkan hilangnya 17 anak secara tiba-tiba pada pagi buta pukul 02.17.

Mereka adalah murid-murid satu kelas di SD Maybrook dengan Justine Gandy (Julia Garner) sebagai wali muridnya. Pagi harinya, kegiatab belajar mengajar berjalan seperti biasa, tapi hanya kelas Gandy yang enggak ada siswanya, cuma muncul satu murid, Alex Lilly (Cary Christopher).

Para orang tua yang kehilangan anak-anaknya lantas langsung mendatangi SD Maybrook guna meminta kejelasan di mana keberadaan anak-anak mereka. Sekolah pun sempat ditutup selama beberapa hari untuk dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib.

Baca Juga: UMY Hadir di Gim Roblox, Sampaikan Informasi Tentang Kampus

Cara untuk menikmati film ini adalah tanpa menonton trailer ataupun membaca sinopsisnya. Jadi penulis benar-benar datang ke bioskop dengan ketidaktahuan apa pun mengenai Weapons.

Opening film ini dibuka oleh suara narator anak kecil tentang kronologi hilangnya anak-anak itu. Suara tersebut saja sebenarnya sudah terdengar creepy, cara yang tepat untuk mengawali pembukaan film horor. Kemudian, audiens akan disuguhkan scene-scene melalui penuturan para pemainnya alias ensemble.

Di babak awal, Cregger menampilkan alur Justine sebagai wali murid yang sangat terpukul atas raibnya murid-murid dia secara tiba-tiba tanpa ada kejelasan. Sedangkan karakter Archer Graff (Josh Brolin) mewakili orang tua yang marah dan curiga kalau dia adalah dalang di balik peristiwa tersebut.

Selain itu, pemeran pendukung lainnya juga tampil apik dalam menyajikan alur ceritanya menjadi berkesinambungan, seperti Andrew Marcus (Benedict Wong) sebagai kepala sekolah SD Maybrook yang juga atasan Justine, Paul Morgan (Alden Ehrenreich) seorang polisi yang menyelidiki kasus tersebut, serta Anthony (Austin Abrams), pecandu obat-obatan terlarang dan maling.

Baca Juga: Review Fantastic Four: First Steps, Tak Banyak Aksi, Tonjolkan Nilai Keluarga

Weapons yang durasinya 2 jam 8 menit sepenuhnya menampilkan sequences dari para pemain tersebut. Cregger mampu menjahitnya dan bermuara pada kesimpulan ceritanya. Meskipun sang sutradara menuturkan alurnya secara maju mundur namun tidak membuat penonton bingung.

Pasalnya, dalam setiap babak karakter-karakter itu, penonton dibuat penasaran tentang apa yang terjadi selanjutnya atau sebelumnya. Tentu hal ini akan mengajak penonton untuk berpikir. Di sisi lain, Cregger menyelipkan humor agar tak begitu tegang dan bisa lebih dinikmati.

Pengisahan Weapons melalui alur maju mundur bukanlah hal baru, sebab sutradara ternama seperti Quentin Tarantino dalam film-film garapannya. Plot film ini juga menurut penulis disusun dengan sangat rapi, menyisakan sedikit ruang untuk terjadinya plot hole yang dapat membingungkan penonton.

Baca Juga: Review Tebusan Dosa: Antara Supranatural atau Penjelasan Secara Saintifik

Mengenai sinematografinya sendiri, Weapons menampilkan tata cahaya yang apik, mulai dari suasana kota kecil yang suram, toko yang menjual minuman keras, hingga adegan-adegan yang dilakukan di ruang yang remang-remang. Ini didukung oleh sound design yang mencekam.

Hal yang membuat film ini menarik adalah enggak banyak memunculkan jumpscare murahan. Namun penempatannya pada momen-momen yang pas sehingga sukses mengagetkan audiens. Sebelum memasuki fase akhir film, jumpscare tetap ada namun tidak bisa diterka kapan muncul dan dari mana sumber ancamannya.

Yang jadi catatan penulis adalah akhir film ini tampaknya memang sengaja dibuat open ending sehingga para penonton bebas berteori mengenai ending Weapons. Namun, saya sendiri merasa tidak puas dengan akhirannya lantaran tidak menjawab motif utama anak-anak tersebut diculik, mengapa 17 orang dan pukul 02.17.

Weapons cukup menghibur karena memberi sudut pandang yang segar soal film horor yang begitu-begitu saja, khususnya film-film horor lokal yang kerap memasukkan elemen jumpscare ketimbang plot yang rapi atau alur cerita yang apik.

Baca Juga: Kenapa Film Horor Laris Ditonton? Mungkin Ini Alasannya

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)