Sony dan Honda Resmi Menghentikan Proyek Mobil Listrik Bersama Mereka

Sony Honda Mobility Afeela Prototype 2026. (Sumber: null)

Techverse.asia - Sony Honda Mobility (SHM) adalah perusahaan patungan yang didirikan oleh dua konglomerat Jepang, telah memutuskan untuk menghentikan pengembangan dua kendaraan elektrik (EV) mereka yang bermerek "Afeela" yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir.

SHM akan menghentikan produksi mobil sedan listrik Afeela 1 seharga US$90 ribu, serta konsep SUV Afeela yang belum diberi nama, karena menyesuaikan diri dengan permintaan EV yang melambat dan penarikan kebijakan.

Baca Juga: Mobil Afeela Dibawa ke Panggung CES 2024 Pakai Remot PS5 DualSense?

Dalam sebuah pernyataan resmi, SHM menyatakan bahwa tidak ada jalan yang layak ke depan setelah Honda menyesuaikan kembali strategi mobil listriknya menyusul kerugian besar. Bahkan mereka akan meninjau "arah bisnisnya", dan mengumumkan rencana masa depan mereka sesegera mungkin.

Awal bulan ini, Honda menyebutkan akan melakukan penurunan nilai hingga 2,5 triliun ye pada investasi EV perusahaan, yang merupakan kerugian tahunan pertama perusahaan dalam lebih dari 70 tahun sebagai entitas publik. Honda juga menghentikan beberapa rencana EV, termasuk Honda Zero Series Saloon dan SUV. Kini, Afeela pun ikut terkena dampaknya.

“Sejak didirikan pada September 2022, SHM bertujuan untuk mengembangkan dan menjual produk mobilitas bernilai tambah tinggi serta menyediakan layanan terkait mobilitas dengan menggabungkan teknologi, keahlian, dan kemampuan pengembangan Sony dan Honda,” tulis perusahaan dalam keterangan tertulisnya kami sadur, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: Afeela: Mobil Listrik Hasil Kolaborasi Antara Sony dan Honda

Namun begitu, sebagai akibat dari penilaian ulang strategi elektrifikasi otomotif Honda yang diumumkan pada 12 Maret 2026, SHM tidak akan dapat memanfaatkan teknologi dan aset tertentu yang awalnya direncanakan akan disediakan oleh Honda pada saat perencanaan bisnis awal SHM.

Mengingat perubahan ini, SHM telah menentukan bahwa tidak ada jalan yang layak untuk memasarkan model tersebut seperti yang direncanakan semula. SHM mengatakan akan mengembalikan uang kepada pelanggan yang telah menyetor US$200 untuk memesan Afeela di masa mendatang.

Di sisi lain, masih belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya pada perusahaan patungan tersebut, atau pada ratusan karyawan yang dimilikinya di Kota Tokyo, Jepang dan California, Amerika Serikat.

Mereka akan terus membahas dan mengevaluasi masa depan usaha patungan dengan Sony dan Honda, dan bahwa para pihak akan bersama-sama mengumumkan arah masa depan SHM, posisi jangka menengah hingga panjang, serta kontribusi terhadap masa depan mobilitas sesegera mungkin.

Baca Juga: Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur, Ini Harga dan Perubahannya

Dunia pertama kali mengetahui minat Sony untuk membangun mobil di Consumer Electronics Show 2020, ketika raksasa elektronik tersebut memamerkan kendaraan konsep bernama Vision-S di akhir presentasi utamanya. Mobil tersebut merupakan kejutan besar, dan bahkan Sony tampak terkejut dengan banyaknya perhatian yang diterima prototipe tersebut.

Pada saat itu, Vision-S tampaknya dimaksudkan sebagai ajang pamer kehebatan Sony di bidang hiburan dan elektronik. Mobil ini menampilkan layar yang membentang di dasbor, audio 360 derajat, layar untuk penumpang belakang, dan serangkaian 33 sensor di sekitar mobil.

“Prototipe ini mewujudkan kontribusi kami terhadap masa depan mobilitas,” kata CEO Sony Kenichiro Yoshida.

Baca Juga: Honda WR-V Baru Tawarkan Harga Lebih Kompetitif dan Tampilan Anyar

Sony Vision-S juga konon merupakan kendaraan yang berfungsi, dibangun di atas pelantar yang disediakan oleh pemasok otomotif utama, Magna. Tidak pernah sepenuhnya jelas apakah Sony awalnya bermaksud untuk mengembangkan kendaraan yang sebenarnya.

Tetapi empat tahun lalu, mereka mengumumkan kerja sama dengan Honda dan berjanji untuk membangun sedan dan varian SUV. Pada 2023, kedua perusahaan tersebut meluncurkan merek Afeela.

Tapi, meskipun produk tersebut tampak bagus di stan pameran dagang, produk tersebut stagnan sementara industri otomotif lainnya melaju kencang. Afeela 1 tampak sedikit ketinggalan zaman, sedikit kurang emosional, dan jauh lebih mahal daripada model sebanding dari para pesaingnya.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI