Demi Keselamatanmu, Jangan Tunda Ganti Wiper Mobil Kalau Kondisinya Sudah Begini

Uli Febriarni
Sabtu 17 September 2022, 21:37 WIB
car wiper / freepik

car wiper / freepik

Wiper adalah bagian mobil yang sangat penting dalam mendukung berkeselamatan saat berkendara. Beberapa orang berpendapat bahwa wiper harus diganti setiap enam atau 12 bulan sekali. Namun sebetulnya, sebelum memutuskan mengganti wiper, kita perlu memerhatikan kondisi wiper sekaligus rutin merawatnya.

Karena, meskipun umumnya wiper punya batas usia kegunaan, benda ini bisa sedikit lebih awet bila dirawat dengan tepat. Tetapi kalau kondisi wiper sudah seperti poin-poin di bawah ini, maka telah tiba saatnya kamu merogoh kocek untuk mengganti wiper. Apa saja poin-poinnya?

Baca Juga: Mini Survei: Ini Alasan Milenial dan Gen Z Beli Ponsel

  • Karetnya Keras

Tanda-tanda wiper yang sudah mencapai batas usia pakai atau rusak, salah satunya adalah karet yang tidak elastis lagi. Wiper yang keras tidak lagi memiliki kemampuan menghilangkan kotoran di kaca mobil. Penyebab wiper keras antara lain karena tumpukan debu jalanan, getah pohon yang jatuh atau perubahan suhu.

  • Terdengar Bunyi 'Srek srek srek' Dan Berdecit 

Faktor yang membuat wiper kehilangan daya membersihkan kaca mobil adalah paparan suhu, perubahan cuaca dan cahaya matahari. 

  • Meninggalkan Noda dan Kaca Jadi Keruh

Bila kita menemukan bekas usapan wiper pada kaca dan tidak hilang seketika (kaca mobil keruh), maka sudah saatnya kita mengganti wiper. Kotoran dan noda di kaca mobil bisa mengganggu pandangan kita

  • Hasil Sapuan Tidak Rata Atau Memunculkan Goresan

Wah, kalau sapuan wiper sudah terlihat tak rata, maka besar kemungkinan karet wiper sudah pecah-pecah, aus atau pinggirannya sudah tidak rata. Segera cek! Kalau benar hal itu terjadi, segera ganti ya, demi keselamatan di jalan jangan sampai terlalu perhitungan

  • Wiper Bergetar

Wiper bergetar bukan pertanda baik. Apalagi sampai terlihat sedikit melompat saat digunakan mengusap kaca yang terkena air. Wipermu sudah tidak laik guna, atur jadwalmu untuk menggantinya.

  • Berkerak

Sisa kotoran, debu, air yang mengering bersamaan bisa menimbulkan kerak pada karet wiper. Kerak menyebabkan daya usap tidak baik lagi.

Baca Juga: Punya Rencana Beli Kacamata Baru? Simak Tips Pilih-pilih Frame Berikut

Kalau wiper mobilmu sudah punya tanda-tanda demikian tapi berkukuh tak menggantinya, maka kamu harus tahu bahaya apa saja yang mengintai bila kamu tetap menggunakan wiper berkinerja burukmu itu. Ini dia daftarnya

  • Mengurangi tingkat visibilitas

Visibilitas dan daya pandang buruk bisa membuatmu tak bisa melihat kendaraan yang berada di depan mobilmu dengan lebih baik. Padahal dalam kondisi tertentu, kita dituntut bisa bermanuver dengan baik saat berpapasan dengan kendaraan atau pengguna jalan lainnya. Visibilitas yang buruk bisa jadi kendala dalam bermanuver.

Wiper yang sudah keras, pecah, rapuh bahkan berkerak bisa menyebabkan goresan pada kaca. Kaca yang terlihat punya baret di sejumlah sisi akan membuat mobil menurun tingkat kerennya. Mau tahu kerugian lainnya? nilai mobil kita bisa merosot kalau akan dilepas ke bursa preloved.

  • Berisik

Suara wiper bukan musik yang harmoni. Suara wiper berdecit atau bergetar pada kaca saat dioperasikan, bisa mengurangi keasikan mengemudi dan mengurangi konsentrasi berkendara. 

  • Menambah beban motor wiper

Wiper yang sudah tidak layak guna tapi tetap digunakan, memberikan beban pada motor wiper. Motor wiper yang lelah berpotensi rusak. Kalau sudah begitu, biaya yang kita keluarkan jadi lebih besar, ketimbang biaya bila kita hanya membeli karet baru. Bukan hanya kita yang bisa lelah, motor wiper juga.

Mulai sekarang, perhatikan kondisi wiper mobilmu. Sesekali bisa juga sempatkan waktu membersihkan karet wiper dengan lap halus tak berserat dan air bersih. Usapkan dengan satu arah, bukan dua arah. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup04 Mei 2026, 19:40 WIB

Jogja Spark X Pemkot Yogyakarta Dorong Talenta Lokal ke Level Global

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengembangan dan implementasinya ke depan.
Ilustrasi startup. (Sumber: pexels)
Techno04 Mei 2026, 18:20 WIB

Orka O1 Pro: Alat Bantu Dengar dengan Fitur Peredam Bising Aktif Pertama di Dunia

Perangkat ini menjanjikan masa pakai hingga 35 jam dan beratnya cuma 3,5 gram per earpiece.
Orka O1 Pro.
Automotive04 Mei 2026, 17:41 WIB

Omoda 4 Resmi Mulai Diproduksi Massal, Bawa Konsep Cyber Mecha

Estetika Cyber Mecha akan membentuk identitas visual eksklusif pada Omoda 4.
Omoda 4 Cyber Mecha. (Sumber: Chery)
Techno04 Mei 2026, 17:25 WIB

Netflix Clips Bantu Temukan Baru dari Cuplikan-cuplikan dari Programnya

Beginilah tampilan tayangan video vertikal baru Netflix.
Netflix Clips. (Sumber: Netflix)
Lifestyle04 Mei 2026, 15:31 WIB

The Blibli Match Series akan Diselenggarakan di 3 Kota

Event ini hadirkan pengalaman bermain padel dan terkoneksi dalam satu ekosistem.
Kompetisi padel The Blibli Match Series. (Sumber: dok. blibli)
Techno04 Mei 2026, 15:11 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Book 6 Enterprise Edition, Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra dengan Intel vPro

Dibuat untuk penerapan perusahaan dengan pencitraan OS yang disesuaikan, konfigurasi BIOS, dan kemampuan penandaan aset.
Samsung Galaxy Book 6 Enterprise Edition. (Sumber: Samsung)
Startup04 Mei 2026, 14:11 WIB

Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025

Adopsi energi surya semakin didorong oleh stabilitas biaya dan ketahanan operasional.
Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)
Techno04 Mei 2026, 13:56 WIB

Garmin Instinct 3 Series Kini Ditawarkan dalam 3 Kelir Anyar

Padukan Street Style dan Ketangguhan untuk Urban Explorer.
Garmin Instinct 3 punya warna baru. (Sumber: Garmin)
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)