Mencicipi Kuliner Wedang Tahu Bu Kardi di Yogyakarta, Harganya Murah

Ilustrasi wedang kembang tahu. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kota Yogyakarta memiliki beraneka ragam kuliner, mulai dari makanan hingga minuman, salah satunya adalah wedang kembang tahu. Buat kamu yang lagi berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan penasaran bagaimana rasa minuman tradisional ini, maka kamu bisa coba mampir ke Wedang Tahu Bu Kardi yang terletak di Jalan Asem Gede, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis.

Dia merupakan salah satu warung kaki lima yang konsisten menjual wedang tahu sejak 18 tahun silam dan masih eksis sampai sekarang ini. Pemiliknya ialah Sukardi (54) atau akrab disapa Bu Kardi, yang sudah menekuni usaha wedang tahu sejak 2008 lalu. Kardi mengungkapkan, dia menjalankan usaha tersebut bersama anggota keluarganya.

"Sampai saat ini kami sudah memiliki empat lapak usaha wedang tahu," ujar Kardi.

Baca Juga: ArtScience Museum Singapura "Pamerkan Tubuh Manusia"

Lokasinya berada di Jalan Asem Gede dan Pasar Pathuk yang buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.30 WIB. Sedangkan dua lapak lainnya berada di depan Mirota Godean serta Jalan Pramuka Umbulharjo. Mengenai jam operasionalnya, kedua lapak ini buka mulai pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

"Jadi kalau yang di Asem Gede sama Pathuk kami bukanya pagi hari, kalau yang di dua tempat itu mulainya pada sore hari," terangnya.

Menurutnya, perbedaan jam buka itu dilakukan agar orang yang mencari jajanan wedang tahu baik saat pagi, siang, sore, atau malam masih bisa menemukannya. "Ada pelanggan yang memang merasa cocok minum wedang tahu buat teman sarapan, tapi ada juga yang bilang cocoknya di malam hari," kata dia.

Baca Juga: Rayakan Paskah, House of Tugu Jakarta Hadirkan Springtime Easter Feast

Dijelaskannya bahwa wedang kembang tahu merupakan minuman tradisional yang terbuat dari sari kedelai, lantas disisir secara tipis-tipis dan diberi siraman air jahe. Wedang tahu sebenarnya bukan minum khas Kota Pelajar ini, melainkan dari Negeri Tirai Bambu, yang kemudian berkembang di wilayah-wilayah pecinan seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu, di setiap daerah Indonesia orang menamai wedang kembang tahu ini berbeda-beda," katanya.

Untuk di Kota Medan, Sumatra Utara, dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, minuman tersebut dikenal dengan nama tau hu hua yang secara harfiah berarti kembang tahu dalam dialek Hokkien atau Tiociu berasal dari kata dòu fu huā. Di China, wedang tahu disajikan dengan cara taburan udang rebon garing, kuah kecap asin, irisan sayur asin serta taburan daun bawang atau daun ketumbar, bisa juga disajikan bersama cakwe maupun mantau.

Diberi nama kembang tahu lantaran isinya adalah sari kedelai yang wujudnya menyerupai tahu berwarna putih. Dalam proses membuatnya pun menggunakan teknik khusus guna menghasilkan tekstur yang lembut. Setelah itu, diberikan kuah rempah panas berupa jahe dengan gula jawa sebagai pemanis alaminya.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Kuliner Halal dan Spot Seru di Pulau Selatan Selandia Baru

Satu porsi wedang tahu di lapak Bu Kardi sendiri dipasarkan cuma Rp7.000 saja. Dalam satu hari, lanjutnya, dia bisa menjual sebanyak 150 porsi dengan menghabiskan dua panci wedang tahu. Sedangkan, saat akhir pekan atau hari libur bisa dua kali lipat mencapai empat panci wedang tahu.

Adapun para pembeli yang tertarik dengan minuman tradisional ini, katanya, mayoritas adalah warga lokal, seperti orang tua, anak-anak, hingga mahasiswa. Sedangkan para wisatawan yang hobi kulineran, diakuinya tertarik untuk mencicipi wedang tahu karena rasa penasaran mereka.

Sebagai informasi, wedang tahu diperkirakan dibawa ke Indonesia mulai abad ke-19, oleh seorang imigran asal China sehingga menjadi minuman khas Kota Semarang saat itu.

Baca Juga: Suka Kopi Dan Punya Rencana Ke Luar Negeri Akhir Tahun Ini? Coba Kunjungi Yunnan China

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI