Techverse.asia - Pantai Parangtritis memang sudah menjadi ikon wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), namun tampaknya belum banyak yang tahu bahwa di dekat pantai ini terdapat Gua Surocolo. Cagar budaya ini tepatnya berlokasi di Dusun Poyahan, Kelurahan Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.
Baca Juga: Sanggraloka Ubud Bali Banyak Dikunjungi Wisatawan Korea Selatan
Gua Surocolo sejatinya lebih dikenal dengan nama Gua Sunan Mas. Buat kamu yang mau berkunjung ke situs cagar budaya ini, lokasinya ada di perbukitan karst dengan ketinggian kurang lebih 357 meter di atas permukaan laut.
Walau belum begitu ramai seperti destinasi wisata lainnya yang ada di Bumi Projotamansari, Gua Surocolo menawarkan keindahan alam yang sarat akan nilai sejarah. Tempat ini dahulunya oleh masyarakat sekitar dipercaya sebagai tempat persembunyian raja.

Gua tersebut adalah tempat pelarian dan pertahanan Sunan Amangkurat III (Sunan Mas) ketika dikejar oleh pasukan kolonial Belanda. Konon Sunan Mas sendiri yang membangun gua tersebut untuk berlindung. Sebagian warga juga meyakini kalau tempat ini sebagai lokasi pertapaan Sunan Mas.
Baca Juga: Mampir ke Rumah Produksi Gula Aren di Bantul, Dicetak Tradisional Pakai Batok Kelapa
Kaitannya dengan masa penjajahan, selain jejak Mataram Islam, wilayah Surocolo juga punya korelasi dengan masa kolonialisme Belanda yang ditandai dengan keberadaan sejumlah bunker atau Gua Jepang di sekitarnya.
Di sana, terdapat dua strukutur gua. Dinukil dari laman Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayaan) DIY, gua itu pertama kali membentuk suatu ruangan dengan ukuran panjang 872 sentimeter (cm), lebar 621 cm, dan tingginya mencapai 235 cm.
Sedangkan, mulut Gua Surocolo menghadap utara berukuran 131 cm dan tingginya 120 cm. Sementara itu, gua yang kedua ada di sebelah barat gua pertama. Gua ini berbentuk seperti ceruk terbuka yang memiliki ukuran panjang 872 cm, lebar 621 cm, dan tingginya 235 cm. Jadi, kedua gua tersebut punya ukuran yang sama.

Baca Juga: Abon Lele dari Bantul, Oleh-oleh yang Pas untuk Kamu yang Sedang Diet
Lebih jauh, di bagian depan pintu masuk gua terdapat susunan batu andesit sebanyak 17 buah. Batu-batu ini berguna sebagai landasan jalan menuju ke gua, alas pintu masuk, dan penanda sisi jalan, beberapa di antaranya dipasang dengan poisis berdiri.
Selain itu, daya tarik wisata alam yang ada di dekat Gua Surocolo adalah sendang, mata air yang 'dikeramatkan' serta dipercaya punya nilai sejarah yang kuat menurut penduduk lokal. Sedikitnya terdapat tiga buah sendang di sana.
Pun ada dua pohon besar, pendopo serta tangga bebatuan yang menghubungkan area bawah menuju ke mulut gua. Dua pohon besar di area kompleks Gua Surocolo yaitu Pohon Kepuh dan Pohon Randu Alas usianya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun, yang kian menambah kesan sakral dan asri di kawasan tersebut.

Baca Juga: Situs Warungboto, Cagar Budaya yang Estetiknya Mirip Tamansari
Sementara, saat musim penghujan tiba, tiga buah sendang di sekitar Gua Surocolo itu akan terisi air jernih yang bersumber dari mata air atau tuk. Juga terdapat dua jaladwara alias pancuran air yang mengalirkan air dari sumber mata air ke dua buah sendang, sebelum akhirnya bermuara ke sendang yang paling besar.
Kejernihan air di Sendang Surocolo kerap dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk bermain dan berenang, khususnya untuk anak-anak. Di sisi lain, bagi sebagian warga setempat meyakini jika situs itu adalah pusat kerajaan gaib. Hingga kini, Gua Surocolo masih dipercaya sebagai tempat ziarah atau pun mencari ketenangan secara spiritual.
Baca Juga: 4 Spot Snorkling Terbaik di Kabupaten Gunungkidul: Lihat Langsung Aneka Biota Laut