Ini Daftar Negara Yang Melarang Kita Pakai Sunscreen Ke Pantai

Uli Febriarni
Jumat 23 September 2022, 23:10 WIB
applying sunscreen / freepik

applying sunscreen / freepik

Para pakar dan pemerhati perawatan kulit, selalu meminta kita untuk menggunakan sunscreen atau tabir surya saat ke pantai atau ke laut. Karena, udara panas serta paparan cahaya matahari langsung dapat membahayakan kulit. Sedangkan sunscreen bisa berfungsi sebagai tameng kulit kita.

Tapi kenyataannya, ada beberapa negara yang menerapkan aturan, bahwa kita tidak boleh menggunakan sunscreen saat berwisata menikmati keindahan lautan di wilayah negara tersebut. Negara mana saja yang punya larangan ini?

  • Republik Palau

Negara ini punya suaka bawah laut terbesar di dunia. Dan pemerintah negara setempat telah mengeluarkan peraturan melarang penggunaan sunscreen, yang mengandung kandungan berbahaya bagi terumbu karang, sejak Januari 2020. Negara tersebut menjadi negara pertama yang mengeluarkan peraturan ini. Bagi mereka yang melanggar aturan tersebut maka akan dikenai denda sebesar 1.000 USD.

  • Hawai

Hawai sudah menetapkan larangan tersebut sejak awal Januari 2021. Sementara itu pada 2018 pembatasan sudah mulai dilakukan, terhadap beberapa sunscreen yang mengandung bahan tertentu. 

  • Bonaire

Pulau Bonaire berlokasi di Karibia. Pengelola pulau resmi melarang penjualan sunscreen, pada 2021.

  • Thailand

Thailand telah resmi mengeluarkan larangan pakai sunscreen yang mengandung bahan kimia. Karena dapat merusak terumbu karang dari taman nasional di laut mereka. Wisatawan yang mau snorkeling dan surfing di pantai di Thailand, tidak boleh menggunakan sunscreen.

  • Kepulauan Virgin AS

Kepulauan ini juga punya larangan tabir surya kimia. Ketentuan ini mulai berlaku pada Maret 2020. Larangan tersebut diberlakukan agar menjaga terumbu karang.

Apa Yang Membuat Sunscreen Berbahaya Bagi Terumbu Karang?

Beberapa sumber menyebut, diperkirakan ada 14.000 ton tabir surya tersisa dan berakhir di lautan setiap tahun. Seorang penyelam bernama Autumn Blum, pernah melihat pelangi ketika ia berada di bawah air. Ternyata, pelangi tersebut merupakan kilau minyak dari sekelompok penyelam, yang menggunakan sunscreen berbahan kimia berbahaya untuk lingkungan laut.

Sebetulnya, polusi sunscreen yang mencemari laut bukan hanya berasal dari wisatawan yang berenang atau menyelam. Melainkan ketika kita mandi, lalu bekas sunscreen yang terbilas mengalir menuju ke laut, setelah melewati saluran pembuangan non septictank. Belum lagi untuk beberapa dari kita yang suka menggunakan suncreen spray, butiran partikel dari semprotan sunscreen itu jatuh ke pasir dan batuan pantai, hingga kemudian tersapu air laut pasang dan masuk ke lautan.

Sunscreen dianggap berbahaya untuk ekosistem lautan, ketika mengandung zat-zat seperti oxybenzone, octinoxate, 4-methylbenzyllidene camphor, atau butylparaben.

Diketahui, oxybenzone merupakan bahan kimia yang ditemukan di lebih dari 3.500 produk sunscreen. Bahan kimia ini dapat menyebabkan pemutihan karang, merusak DNA karang, mempertinggi risiko kelainan bentuk karang yang tidak normal.

Berdasarkan hasil penelitian, sunscreen yang mengandung bahan-bahan di atas dapat merusak terumbu karang, menghancurkan larva, menghalangi sistem reproduksi, dan menyebabkan pemutihan terumbu karang.

Zat berbahaya dalam sunscreen, memicu stres yang membuat karang lebih rentan terhadap penyakit. Seperti Stony Coral Tissue Loss Disease yang sempat mempengaruhi terumbu karang di seluruh laut Karibia.

Ketika mengetahui hal ini, kita mungkin akan berpikir bahwa masih ada banyak sunscreen yang dibuat dengan bahan yang mengandung logam. Seperti misalnya seng dan titanium. Apakah zat ini terbilang aman? para peneliti masih mengulik lebih dalam soal ini.

Bagaimana Zat Dalam Sunscreen Membunuh Karang?

Tubuh karang biasanya ditutupi oleh zooxanthallae. Ketika karang menjadi stres, -karena peningkatan suhu air atau polusi dari bahan kimia yang ditemukan dalam sunscreen- , zooxanthallae seakan terusir. Padahal makhluk-makhluk kecil yang menyerap cahaya untuk berfotosintesis ini adalah penyelamat bagi karang. Tanpa mereka, karang kehilangan sumber makanan dan oksigen utama. Karang juga mengalami pemutihan, warna mereka akan hilang 

Apakah berhenti di sana? tidak. Karang yang memutih akan lebih rentan terhadap penyakit dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan punya potensi mati lebih cepat

Bukan Hanya Karang Yang Sakit Karena Sunscreen

Ternyata polusi zat berbahaya dari sunscreen bukan hanya menyakiti karang. Melainkan juga menurunkan kesuburan ikan, merusak sistem kekebalan dan reproduksi bulu babi serta mengganggu fotosintesis pada alga.

Studi baru Universitas Standford yang dipublikasi pada Mei 2022, diungkap oleh William Mitch, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan. Mitch mengatakan, dari hasil pengamatan yang dilakukan timnya, anemon yang terkontaminasi oxybenzone dalam air laut buatan di bawah simulasi sinar matahari mati dalam 17 hari!

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive03 Agustus 2026, 09:58 WIB

Jetour T2 i-DM Dijual Seharga Rp688 Juta, Mobil Hybrid Adventure SUV

Kehadiran T2 i-DM melanjutkan kesuksesan T2 yang telah mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jetour T2 i-DM. (Sumber: Jetour)
Automotive03 Agustus 2026, 08:39 WIB

Mazda CX-5 Baru Tersedia dalam Model Sport Edition dan Kuro Edition

CX-5 generasi ketiga ini resmi dipamerkan di pameran otomotif GIIAS 2026.
Mazda CX-5 diperkenalkan di GIIAS 2026. (Sumber: Mazda)
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil listrik yang memadukan artistik, inovatif, ramah, dan aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)
Automotive31 Juli 2026, 10:46 WIB

Scomadi Technica 200W Frank Sanderson Edition II Dibanderol Seharga Rp121 Juta

Frank Sanderson Edition II diprediksi akan menjadi salah satu model Scomadi yang paling diminati oleh kolektor dan pecinta skuter premium di Indonesia maupun pasar internasional.
Scomadi Turismo Technica 200w Frank Sanderson Edition II. (Sumber: Scomadi)
Lifestyle31 Juli 2026, 10:44 WIB

Adidas Jadi Apparel Resmi untuk Tim Nasional di Ajang Esports Nation Cup

Lebih dari 100 negara dan wilayah akan mengenakan jersey tim nasional rancangan adidas di ajang Esports Nations Cup (ENC).
Adidas jadi sponsor untuk jersey timnas di ENC 2026. (Sumber: Esports Foundation)
Techno31 Juli 2026, 09:24 WIB

Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Namun demikian membutuhkan solusi AI menyeluruh yang aman.
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)
Automotive31 Juli 2026, 09:22 WIB

Honda NX500 Resmi Hadir di Indonesia, Begini Harga dan Spek Lengkapnya

Big bike adventure touring Honda terbaru di Indonesia.
Honda NX500 warna Graphite Black. (Sumber: Astra Honda Motor)