Techverse.asia - Traveloka resmi mengumumkan kolaborasinya bersama Marriott International sebagai langkah strategi penetrasi pasar travel di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Trailer Baru Dune: Part Three, Villeneuve Janjikan Banyak Aksi Menegangkan
Dengan demikian, platform teknologi perjalanan all-in-one ini resmi ditunjuk sebagai Certified Online Travel Partner Marriott, yang menghadirkan konektivitas langsung antara inventori properti Marriott serta platform distribusi daring Traveloka.
Apalagi, Marriott International punya portofolio lebih dari sepuluh ribu properti yang tersebar di 146 negara dan wilayah. Dengan menggabungkan portofolio kelas dunia milik Marriott dengan data regional serta rekomendasi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dari Traveloka.
"Kami bisa menghadirkan pengalaman pemesanan yang lebih relevan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Marriott yang berkelanjutan di wilayah tersebut," ungkap Chief Financial Officer (CFO) Traveloka Yady Guitana dalam keterangan resminya disadur Techverse.asia pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Tiket Kereta Cepat Whoosh Kini Bisa Dibeli di tiket.com Mulai Bulan Depan
Wisatawan di Indonesia dan Asia Tenggara, lanjutnya, sekarang bisa menikmati akses ke harga secara waktu nyata dan opsi properti Marriott yang lebih luas, mulai dari hotel-hotel mewah seperti JW Marriott dan W Hotels, hotel premium seperti Westin dan Sheraton, hingga hotel-hotel pilihan seperti Aloft dan Moxy.
Hingga kini, Marriott mengoperasikan hampir di 90 properti seluruh Indonesia dan terus memperluas jaringannya lewat pengembangan beragam proyek anyar. Di kawasan Asia Tenggara, Marriott pun terus memperkuat kehadirannya di sejumlah pasar seperti Tailan, Vietnam, dan Malaysia, didukung oleh investasi berkelanjutan sampai 2030.
Minat terhadap properti Marriott di Traveloka menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pertumbuhan beberapa bulan terakhir, ditandi oleh meningkatnya pencarian hotel di platform Traveloka. Pemesanan akomodasi Marriott di Asia Tenggara semakin menanjak, termasuk properti di kawasan Asia Pasifik dan pelbagai kota utama di Tanah Air.
Baca Juga: Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta: Peluang Ekonomi Baru Tumbuh
Sejumlah properti yang paling banyak diminati yakni Four Points di Kota Surabaya, Bandung, Medan, hingga Makassar, dan sejumlah properti Sheraton dan Marriott Hotels.
Chief Commercial Officer (COO) Asia Pacific Excluding China Marriott International John Toomey menyampaikan bahwa kolaborasinya bersama Traveloka guna menjangkau wisatawan di setiap tahap perjalanan mereka, sehingga proses menemukan serta memesan akomdasi jadi lebih gampang.
"Traveloka jadi yang terdepan di Asia Tenggara, mereka adalah mitra strategis yang penting bagi kami guna memperluas jangkauan, membuka peluang anyar, dan menghadirkan lebih banyak pilihan dan kemudahan bagi wisatawan Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Uni Emirat Arab Sediakan Izin Masuk Kunjungan Baru Selama 2 Minggu
Kedua perusahaan tersebut sepakat bahwa sektor pariwisata tetap menjanjikan walau lagi menghadapi tantangan geopolitik global. "Tren bepergian dari orang-orang ke destinasi luar atau pun luar negeri masih tetap tinggi. Kami optimistis jika sektor ini masih punya potensi yang besar," imbuhnya.
Mereka juga berkomitmen untuk menciptakan nilai yang lebih bermakna bagi para wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan ekosistem pariwisata Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Sebagai informasi, industri pariwisata Asia Tenggara jadi salah satu pasar perjalanan dengan perkembangan tercepat di dunia. Menurut data internal perusahaan, nilai industri pariwisata di kawasan tersebut ditaksir meningkat dari US$35,5 miliar pada 2025 menjadi US$67,4 miliar pada 2031, serta menyumbang 15,4 persen dari permintaan perjalanan global.
Baca Juga: Warga Asia Tenggara Siap untuk Melakukan Perjalanan Domestik, Ini 2 Faktor yang Jadi Pertimbangan














