Techverse.asia - Maskapai penerbangan Emirates menyelenggarakan program 'Travel Rehearsal' pertamanya di Kota Denpasar, Provinsi Bali, baru-baru ini. Tujuan dari program tersebut ialah untuk menjadikan perjalanan udara lebih mudah untuk diprediksi serta nyaman bagi individu dengan kebutuhan aksesbilitas perjalanan.
Baca Juga: A380 Emirates Akhirnya Terbang Ke Bali
Sebagai bagian dari pendekatan Emirates yang bertajuk 'Perjalanan yang Bisa Diakses untuk Semua' atau 'Accessible Travel for All', program ini pertama kali diperkenalkan di hub Emirates Dubai dua tahun yang lalu dengan melibatkan sedikitnya 30 keluarga.
Langkah tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan peluang perjalanan udara yang lebih mudah untuk diakses, inklusif, dan nyaman bagi semua penumpang. Kemudian diperluas ke berbagai kota di seluruh dunia, termasuk Barcelona, Brisbane, Denpasar, Dubai, Madrid, Manilla, hingga Toronto.
Guna meningkatkan pemahaman mengenai autisme, sensitivitas sensorik, dan mekanisme dukungan yang tepat, lebih dari 30 ribu awak kabin dan staf darat Emirates telah mengikuti pelatihan khusus.
Pada Februari ini, program Travel Rehearsal itu digelar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang diikuti sebanyak 17 peserta, terdiri atas delapan anak dengan autisme beserta para pendampingnya, termasuk orang tua dan guru.
Baca Juga: Wings Air Buka Rute Penerbangan Langsung Jogja-Bandung, Terbang 7 Kali dalam Sepekan
Para peserta diajak untuk mengikuti simulasi terpandu yang mereplikasi semua proses perjalanan udara secara komprehensif. Sesi ini dibuat untuk membantu anak-anak yang memiliki neurodiverse mengenal proses perjalanan udara serta mengurangi kecemasan yang muncul akibat lingkungan bandara yang kaya rangsangan sensorik.
Para peserta tersebut dipandu lewat setiap tahapan perjalanan, mulai dari kedatangan di International Drop Zone, proses check-in, pemeriksaan imigrasi, keamanan, boarding, pengalaman duduk di kabin dan in-flight, proses turun dari pesawat, pengambilan bagasi, pemeriksaan bea cukai, imigrasi kedatangan, sampai area penjemputan.
"Dengan mengalami semua tahapan ini sebelumnya, anak-anak dan keluarga mereka diharapkan bisa mendapat rasa percaya diri dan ketenangan sebelum melakukan perjalanan udara yang sesungguhnya," kata Country Manager Emirates Indonesia Majid Al Falasi.
Baca Juga: Indonesia AirAsia Resmikan Penerbangan Langsung Denpasar-Kinabalu, Catat Jadwalnya
Falasi mengungkapkan, tahun lalu, Emirates adalah maskapai pertama di dunia yang menjadi Autism Certified Airline, yang menandaskan komitmen jangka panjangnya terhadap perjalanan yang bisa diakses oleh semua kalangan.
"Melalui upaya Emirates Autism Centre dan para mitra, kami bersyukur bisa menghadirkan program tersebut ke Kota Denpasar dan turut berperan aktif dalam meningkatkan pengalaman perjalanan bagi orang-orang dengan keperluan perjalanan yang gampang diakses," paparnya.
Tak cuma di bandara saja, Emirates pun mendorong kesadaran akan neurodiversitas lewat sistem hiburan dalam pesawatnya yang telah mendapat berbagai penghargaan. Para penumpang Emirates juga bisa mengakses aneka judul film, siniar (podcast), dokumenter, hingga program televisi yang sudah terkurasi dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan inklusi di level global.
Baca Juga: Makin Banyak Pilihan Menu Vegan Selama Penerbangan dengan Emirates
Pada April 2025, Emirate telah merilis sebuah video khusus yang menunjukkan perjalanan aksesbilitas mereka dan peluncuran program Travel Rehearsal secara global.
"Film ini menceritakan tentang realitas emosional yang dihadapi oleh penumpang neurodiverse dan menunjukkan bagaimana persiapan secara terstruktur dan staf terlatih bisa secara signifikan mempermudah pengalaman perjalanan mereka," tambah dia.
Selain itu, Emirates juga terus memperkuat standar perjalanan yang mudah diakses di seluruh jaringannya. Yang terbaru adalah Emirates mendukung pelatihan kesadaran autisme dan kualitas layanan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), yang menyatukan otoritas bandara, tim garda depan, dan mitra maskapai untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang dengan kebutuhan khusus.
Baca Juga: Lion Air Buka Direct Flight Surabaya-Kuala Lumpur Pulang Pergi, Ini Jadwal Penerbangannya













