6 Cara Menghemat Listrik Agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Editor Techverse
Selasa 23 Agustus 2022, 23:17 WIB
Logo Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Logo Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Techverse.asia - Listrik sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari, baik untuk belajar ataupun bekerja. Penggunaan listrik secara berlebih akan mempengaruhi tagihan listrik.

Semakin besar alokasi listrik yang terpakai maka semakin besar pula tagihan yang harus kamu bayarkan per bulannya. Belum lagi setiap tahunnya pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Ini bisa menjadi persoalan apalagi yang sudah berumah tangga. Sebab, akan berpengaruh kepada biaya pengeluaran kalian. 

Baca Juga: Review Film Once Upon a Time in Hollywood, Duet Brad Pritt dengan Leonardo DiCaprio

Oleh karena itu, kita perlu bersikap bijak saat menggunakan listrik. Dan harus diingat juga masih ada warga Indonesia yang belum bisa menikmati aliran listrik.

Techverse.asia akan berbagi tips tentang cara menghemat listrik baik yang masih memakai meteran atau listrik prabayar (token).

Kalkulasi kebutuhan listrik di rumah

Daya listrik di setiap rumah tentu berbeda-beda, ada yang 450 VA (Volt Ampere) hingga 3.500.

Untuk itu, bagi kamu yang mau pasang listrik di rumah sebaiknya kalkulasi dengan matang berapa kebutuhan listriknya.

Kalau ingin bayarnya enggak terlalu mahal bisa memakai 450 VA dan 900 VA karena mendapat subsidi dari pemerintah sehingga kWh-nya pun lebih banyak dibanding yang di atas 1000 VA.

Buat daftar barang-barang elektronik yang esensial

Artinya barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah memang yang benar-benar dipakai. Caranya buat daftar barang-barang elektronik serta daya listriknya. 

Baca Juga: Cara Menambah Follower dan Likes di TikTok, Retention Time Jadi Kunci

Apabila daya listriknya besar dan tidak terlalu esensial maka bisa dicoret. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui barang elektronik apa saja yang hemat dan boros.

Ganti lampu di rumah dengan LED

Lampu LED yang berarti Light Emitting Dioda (LED) punya banyak kelebihan dibanding lampu biasa, antara lain tidak panas, lebih terang, lebih tahan lama, menghasilkan warna benda yang natural, dan yang sudah pasti ialah hemat energi. Maka segera beralih ke lampu LED.

Dari sisi pengeluaran juga lebih hemat, misal masih menggunakan lampu bohlam dengan daya 60 Watt, akan cukup menguras daya listrik. Sementara lampu LED hanya berdaya 7 Watt saja.

Matikan alat elektronik yang enggak dipakai

Alak elektronik yang dibiarkan menyala terus seharian berpotensi membuat listrik boros. Adapun barang elektronik yang cukup boros yakni mesin cuci, pendingin ruangan, kulkas, dan lampu kamar.

Jadi pastikan alat-alat tersebut sudah kamu matikan ketika sedang tidak dipakai. Dampak lainnya jika tidak dimatikan bisa memicu terjadinya hubungan arus pendek dan bisa menyebabkan kebakaran.

Pakai TV LED

Sama seperti dengan lampu, televisi yang berbentuk tabung mengonsumsi daya listrik lebih banyak dibanding TV LED. Sebaiknya segera ganti TV mu dari tabung ke LED.

Sebagai contoh, daya listrik TV tabung dengan TV LED sangat jauh. Jika TV tabung atau LCD ukuran 32 inchi menggunakan daya hingga 100 watt atau bahkan lebih maka TV LED 32 inchi hanya membutuhkan daya listrik 40-50 watt saja.

Belum lagi kalau TV LED itu punya fitur hemat energi atau Eco. Bila fitur Eco diaktifkan, daya listrik akan lebih hemat hingga separuhnya menjadi 20-25 watt saja.

Gunakan setrika baju otomatis

Setrika manual butuh daya listrik yang besar saat sedang di mode panas. Untuk menghematnya, kamu bisa menggunakan setrika baju otomatis.

Setrika baju otomatis bisa menyesuaikan panas yang dihasilkan. Jika sudah melebihi ambang batas panas yang sudah ditentukan, setrika akan mati dengan sendirinya.

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)