Baidu Luncurkan Ernie Bot Versi Berbayar

baidu (sumber: reuters)

Baidu meluncurkan Ernie Bot bersi berbayar, demikian dilaporkan Reuters, diakses Minggu (5/11/2023). Produk mirip ChatGPT itu akan mewajibkan pengguna membayar biaya 59,9 yuan (sekitar Rp128.000) per bulan. Harga itu dikurangi menjadi 49,9 yuan (Rp106.500) per bulan untuk langganan perpanjangan otomatis, menukil situs resmi perusahaan teknologi tersebut.

Biaya berlangganan Ernie Bot lebih rendah dibandingkan keanggotaan ChatGPT Plus dari OpenAI, dengan waktu respons lebih cepat dan akses prioritas ke fitur-fitur baru.

Ernie Bot didukung oleh kecerdasan buatan generatif, ini adalah chatbot yang diluncurkan oleh perusahaan teknologi asal China Baidu, Inc. pada tahun ini. 

Ernie Bot versi berbayar memungkinkan pengguna mengajukan 100 pertanyaan setiap tiga jam melalui Ernie Bot 4.0. Sementara itu, Ernie Bot 3.5 yang lebih mendasar tetap gratis untuk umum.

Baca Juga: Sudah Lihat Foto Terbaru V BTS untuk Celine? Dia Difoto Oleh Fotografer Idolanya!

Baca Juga: Penelitian: Orang Dewasa Muda Alami Kesulitan Finansial, Ketika Merawat Orang Terkasih yang Tua dan Sakit

Ernie Bot 4.0 diluncurkan oleh salah satu pendiri dan CEO Baidu, Robin Li Yanhong, bulan lalu. Perusahaan menjanjikan bot ini memiliki peningkatan kemampuan dalam memahami pertanyaan kompleks, menghasilkan gambar, dan menangani aritmatika dasar.

"Kemampuannya secara umum tidak kalah dengan GPT-4," kata Li saat peluncurannya, 17 Oktober 2023, dikutip ulang dari keterangannya.

Langkah Baidu ini dilakukan ketika perusahaan teknologi China berlomba untuk memonetisasi dan mengkomersialkan model bahasa besar (LLM) mereka, yang jumlahnya telah melampaui 100 sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT pada November 2022.

LLM –kekuatan di balik chatbot ini– adalah algoritma AI pembelajaran mendalam yang dapat mengenali, meringkas, menerjemahkan, memprediksi, dan menghasilkan konten menggunakan kumpulan data yang sangat besar.

Baca Juga: Tidak Jago Marketing Tapi Ingin Jualan Laku Keras di Tokopedia? Begini Caranya

Beberapa perusahaan China telah menawarkan LLM mereka kepada pengguna perusahaan, dengan biaya yang dihitung berdasarkan jumlah teks yang diproses dan dihasilkan.

Qianfan Baidu, platform model-as-a-service-nya, menawarkan berbagai model dan kemampuan AI dengan harga mulai dari 0,002 yuan per 1.000 token.

Token di sini mengacu pada unit teks yang dibaca dan dihasilkan oleh model, dengan ukurannya yang bervariasi antar model dan bahasa. Misalnya, 1,000 token setara dengan 750 kata dalam bahasa Inggris di bawah skema OpenAI.

South China Morning Post mengulas, raksasa media sosial dan game Tencent Holdings meluncurkan API Hunyuan untuk perusahaan dengan harga 0,01 yuan per 1.000 token, setelah pengguna menghabiskan kuota gratis mereka sebesar 100.000 token saat mendaftar.

Baca Juga: Athena Goddess 150: Skutik China yang Pepet Vespa dan Lambretta

Baca Juga: Startup Mulai Kurangi Bakar Uang, Akan Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia?

Sebagai perbandingan, API ChatGPT berharga USD$0,002 per 1.000 token. Dalam perhitungan Tencent, satu token kira-kira terdiri dari 1,8 karakter Cina atau 3 huruf Inggris.

ChatGPT dan produk pesaingnya seperti Google Bard tidak tersedia secara resmi di China daratan atau Hong Kong, meskipun Microsoft telah meluncurkan Bing Chat yang didukung GPT-4 di wilayah tersebut.

"Dengan tidak adanya pemain asing, raksasa teknologi Tiongkok mulai dari perusahaan internet tradisional seperti Baidu dan Alibaba Group Holding, hingga pembuat perangkat keras seperti Vivo dan Oppo telah mendorong produk AI mereka sendiri," ungkap media itu.

Baidu kali pertama meluncurkan uji coba Ernie Bot pada Maret 2023, dan membuka aksesnya untuk masyarakat umum setelah mendapatkan persetujuan pemerintah pada Agustus 2023.

Chief Technology Officer Baidu, Wang Haifeng, menyebut bahwa perusahaan tersebut memiliki basis pengguna sebanyak 45 juta dan 54.000 pengembang terhitung bulan lalu.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI