Techverse.asia - Shokz telah resmi memperkenalkan OpenFit Air 2, generasi terbaru earbuds open-ear berdesain ear-hook yang diklaim sebagai yang paling ringan dalam jajaran produk mereka. Dirancang untuk kenyamanan sepanjang hari tanpa mengorbankan kualitas suara, stabilitas, maupun daya tahan baterai.
Baca Juga: ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi
Model ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mendengarkan musik sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Shokz OpenFit Air dibanderol dengan harga US$130 atau sekitar Rp2,3 jutaan untuk pasar global, menjadikannya opsi lebih terjangkau dalam lini open-ear Shokz.
Bobot menjadi sorotan utama. Setiap earbud hanya seberat 7,2 gram dengan toleransi kurang lebih 0,2 gram, menjadikannya yang paling ringan di keluarga OpenFit berhook. Total berat earbuds plus charging case mencapai sekitar 60,8 gram, lebih ringan sekitar 17,6 persen dibanding generasi sebelumnya.
Sementara itu, wadah pengisi dayanya juga telah diperkecil 10,5 persen sehingga lebih praktis dibawa. Desain ulang menyeluruh mencakup geometri keseluruhan, driver, ruang akustik, pod, dan frame untuk mencapai angka tersebut tanpa mengorbankan kekuatan.
Baca Juga: Shokz OpenDots 2 Meluncur Global, Lihat Spesifikasi dan Harganya
Sistem audio mengandalkan Bassphere dual-driver dengan dua speaker bulat berukuran 11,8 milimeter (mm) berkepekaan tinggi. Konfigurasi ini setara dengan driver dinamis 16 mm dalam hal performa bass. Teknologi OpenBass 2.0 hadir untuk menghasilkan frekuensi rendah yang lebih dalam dan berdampak.

Modul speaker diposisikan miring 30 derajat, sementara seluruh assembly akustik dimiringkan 14 derajat ke dalam agar jalur suara lebih pendek menuju saluran telinga. Fitur DirectPitch membantu mengurangi kebocoran suara.
Rentang frekuensi resmi mencapai 20 Hz hingga 20 kHz. Melalui aplikasi Shokz, pengguna bisa memilih empat mode EQ preset plus dua kurva EQ kustom. Daya tahan baterai tercatat hingga delapan jam per pengisian penuh pada volume 50 persen, dan total 36 jam ketika digabungkan dengan case.
Fitur pengisian cepat 10 menit memberikan tambahan tiga jam pemutaran. Kapasitas baterai earbud masing-masing 56 mAh, sementara case 600 mAh. Pengisian earbud di dalam case membutuhkan sekitar 60 menit, dan pengisian penuh set lengkap sekitar 100 menit melalui port USB-C. Case tidak mendukung pengisian nirkabel.
Baca Juga: Shokz OpenDots One: Earbud Telinga Terbuka dengan Masa Baterai Selama 40 Jam
Konektivitas menggunakan Bluetooth 6.1 yang mendukung multipoint pairing sehingga bisa terhubung ke dua perangkat sekaligus. Codec yang didukung meliputi AAC dan SBC. Fitur Fast Pair untuk Android serta Swift Pair untuk Windows mempermudah proses pairing.
Jangkauan nirkabel sekitar 10 meter. Untuk panggilan, sistem mikrofon ganda dilengkapi AI noise reduction, dengan beberapa informasi menyebut konfigurasi empat mikrofon untuk pengurangan noise lingkungan hingga tingkat tinggi.

Kontrol diganti menjadi tombol pressure-sensitive yang lebih akurat, mengurangi risiko sentuhan tidak sengaja akibat keringat, air, atau rambut. Tombol bisa dikustomisasi lewat aplikasi. Ketahanan terhadap debu dan air mendapat rating IP55 untuk earbuds serta IP54 untuk case, cocok untuk olahraga dan aktivitas outdoor ringan.
Kawat titanium internal berdiameter 0,75 mm memperkuat struktur hook agar tetap stabil saat berlari atau bergerak intens tanpa menambah bobot. OpenFit Air 2 tersedia dalam tiga pilihan warna: black, white, dan ice blue. Aplikasi Shokz juga menyediakan fitur Find My Earbuds serta pengaturan kontrol kiri-kanan yang fleksibel.
Baca Juga: Sennheiser Meluncurkan Accentum Open, Earbud Terbuka Pertamanya
Secara keseluruhan, spesifikasi OpenFit Air 2 menunjukkan fokus kuat pada pengurangan bobot melalui rekayasa sistemik, peningkatan bass, daya tahan lebih panjang, dan kontrol yang lebih andal.
Kombinasi ini menempatkannya sebagai opsi open-ear yang nyaman untuk penggunaan sehari-hari, olahraga, maupun kerja, dengan tetap mempertahankan kesadaran situasional pengguna.