Shokz OpenDots One: Earbud Telinga Terbuka dengan Masa Baterai Selama 40 Jam

Rahmat Jiwandono
Senin 05 Mei 2025, 17:30 WIB
Shokz OpenDots One. (Sumber: Shokz)

Shokz OpenDots One. (Sumber: Shokz)

Techverse.asia - Shokz belum lama ini meluncurkan earbud desain terbuka barunya, OpenDots One. Perangkat ini ditawarkan dalam dua pilihan warna yakni hitam dan abu-abu serta memiliki banderol harga US$200 atau setara dengan Rp3,2 jutaan.

"Penluncuran Shokz OpenDots One merupakan evolusi yang menarik bagi Shokz," kata Kepala Inovasi Produk Shokz Roger Zhang.

Roger menjelaskan seiring dengan berkembangnya komunitas Shokz, dia melihat semakin banyak orang menggunakan produk Shokz dalam kehidupan sehari-hari - dari pusat kebugaran hingga kantor dan di mana pun di antaranya.

Baca Juga: Huawei Experience Store Kini Hadir di Palembang Icon Mall

"Untuk itu, kami berkomitmen untuk mengembangkan produk yang mendukung segmen gaya hidup yang terus berkembang ini, dan OpenDots One yang memang dirancang untuk momen-momen tersebut," ujarnya.

Shokz OpenDots One memperkenalkan desain clip-on pertama dari Shokz, yang berbeda dari earbud tradisional lainnya. Dengan berat hanya 6,5 ​​gram per earbud dan 52 gram dengan casing, OpenDots One memberikan kenyamanan sepanjang hari dalam bentuk yang nyaris tak terlihat.

Desain JointArc nikel-titanium yang fleksibel memberikan pegangan yang lembut namun aman pada berbagai bentuk telinga. Silikon lembut yang ditempatkan secara strategis di bagian luar speaker earbud ini semakin meminimalkan tekanan.

Shokz OpenDots One

Dengan memanfaatkan desain open-ear khas Shokz, konsumen dapat membenamkan diri dalam audio favorit mereka sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Xiaomi OpenWear Stereo: Earphone Open-ear yang Fleksibel dan Anti Suara Bocor

Dengan teknologi Bassphere yang menggabungkan dua driver berukuran 11,8 milimeter (mm) dalam modul bulat untuk meniru kinerja driver 16 mm, Shokz OpenDots One memberikan bass yang bertenaga dan dinamis serta nada tinggi yang tajam.

Sebagai earbud pertama Shokz dengan Dolby Audio, OpenDots One juga menawarkan tingkat kekayaan dan kedalaman baru. Dan dengan teknologi DirectPitch, pengguna dapat menikmati mendengarkan musik dengan telinga terbuka dengan kebocoran suara minimal.

Ihwal daya tahannya, dengan waktu pemutaran hingga 10 jam dengan sekali pengisian daya dan hingga 40 jam dengan wadah yang mendukung pengisian daya nirkabel, Shokz OpenDots One dibuat untuk penggunaan sepanjang hari.

Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Earbud Noble Fokus Rex5

Tingkat ketahanan air IP54 memberikan perlindungan dari hujan ringan dan keringat, dan deteksi telinga dinamis memungkinkan OpenDots One guna mengenali secara otomatis earbud mana yang ada di telinga mana - tidak perlu penanda kiri atau kanan.

Terdapat juga fitur kontrol sentuh intuitif yang memungkinkan pengguna untuk mengelola musik dan panggilan dengan mudah dengan mengetuk kompartemen baterai atau JointArc, atau dengan 'menjepit' baterai dengan dua jari - memberikan pengalaman yang benar-benar bebas repot.

Shokz OpenDots One

Pengguna juga dapat menyesuaikan pengalaman mereka melalui aplikasi Shokz, yang memungkinkan pemasangan multititik antara dua perangkat, empat mode Equalizer (EQ) prasetel ditambah dua EQ yang dipersonalisasi, Find My Earbuds, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Bose Ultra Open Earbuds Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Desain OpenDots One sejatinya mirip dengan apa yang dipopulerkan oleh Bose Ultra Open Earbuds selama setahun terakhir, tetapi earbud terbuka baru dari Shokz ini tidak hanya lebih murah, tetapi juga dapat diganti, sehingga dapat menempelkannya di telinga mana pun yang diinginkan.

Shokz adalah salah satu perusahaan pertama yang mempelopori headphone bergaya terbuka yang tidak secara pasif memblokir suara sekitar sehingga menjadikannya ideal bagi pelari, pesepeda, atau siapa pun yang menginginkan kesadaran situasional atau lingkungan yang lebih baik.

Shokz mungkin paling dikenal dengan headphone-nya yang menggunakan konduksi tulang agar telinga tidak terhalang sama sekali, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, produknya telah berkembang menjadi produk yang lebih kecil yang menggantungkan speaker konduksi udara di depan liang telinga.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno24 Maret 2026, 18:51 WIB

Apple WWDC26 akan Menyoroti Kemajuan Kecerdasan Buatan

Acara WWDC 2026 Apple dijadwalkan pada 8-12 Juni.
WWDC 2026. (Sumber: Apple)
Startup24 Maret 2026, 18:39 WIB

Cerita Tessa Wijaya dari Xendit Membangun Infrastruktur Pembayaran Global

Usaha rintisan di sektor teknologi finansial ini sudah merambah sampai ke Amerika Latin.
Pendiri startup Xendit Tessa Wijaya. (Sumber: AC Ventures)
Techno24 Maret 2026, 18:28 WIB

Omoway Umumkan Mobility One: Robot dengan Roda yang Serbaguna

Arsitektur yang Dikembangkan secara Mandiri Kini Hadir dengan Berbagai Potensi Skenario Penggunaan.
Omoway Mobility One. (Sumber: Omoway)
Lifestyle24 Maret 2026, 18:09 WIB

Trailer dan Visual Anyar The Beginning After The End Season 2

Anime ini diproyeksikan tayang perdana pada 1 April 2026 di Netflix.
The Beginning After The End Season 2. (Sumber: Crunchyroll)
Techno24 Maret 2026, 15:44 WIB

ASUS ROG Hadirkan 3 Monitor Gaming Strix OLED Terbaru

Monitor gaming QHD 27 inci berkualitas premium menghadirkan performa OLED terbaik dan visual yang menakjubkan.
ROG Strix OLED XG27AQDMG Gen2. (Sumber: ASUS)
Automotive24 Maret 2026, 15:29 WIB

Suzuki e EVERY: Mobil Van BEV Komersial Mini Mengaspal di Jepang

Mobil listrik cocok untuk dijalankan kendaraan operasional bisnis.
Suzuki e EVERY. (Sumber: Suzuki)
Techno24 Maret 2026, 15:15 WIB

Redmi 15 Dibanderol Mulai dari Rp2,29 Juta di Indonesia, Tersedia 3 Warna

Baterai disebut-sebut bisa bertahan selama dua hari.
Redmi 15. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle20 Maret 2026, 13:23 WIB

The Grand Outlet Karawang Hadirkan 100 Merek Terkenal

Surga belanja ini membawa konsep branded, original, affordable.
Pusat perbelanjaan The Grand Outlet Karawang, Jawa Barat. (Sumber: istimewa)
Techno20 Maret 2026, 12:55 WIB

Apple Mengakuisisi Perusahaan Software Pengeditan Video MotionVFX

MotionVFX menawarkan repositori online berisi efek visual dan grafis gerak untuk beberapa aplikasi pengeditan video.
MotionVFX.
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)