Sony FX5 Harganya Rp95 Juta untuk Pasar Indonesia, Aksesori Dijual Terpisah

Sony FX5.

Techverse.asia - Sony memperkenalkan FX5, kamera full-frame terbaru dalam jajaran Cinema Line. Kamera ini dilengkapi sensor gambar fully stacked CMOS yang baru dikembangkan, serta menghadirkan peningkatan performa sensitivitas melalui dynamic range hingga lebih dari 15 stop, mode Dual Gain Shooting, dan tiga pengaturan base ISO.

Kamera ini dilengkapi dengan sensor gambar full-frame fully stacked Exmor RS CMOS serta mesin pemrosesan gambar Bionz XR2 berkecepatan tinggi terbaru, yang dilengkapi dengan unit pemrosesan AI khusus.

Saat merekam menggunakan S-Log3, kamera ini mampu menghasilkan dynamic range lebih dari 15 stop. Latitude yang luas dan performa noise rendah memungkinkan transisi yang mulus dari area terang ke bayangan serta reproduksi tekstur yang alami, bahkan pada adegan dengan kontras tinggi.

Three Base ISO, yaitu ISO 800, ISO 4000, dan ISO 12800, memungkinkan hasil gambar dengan noise rendah dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Honor Robot Phone Meluncur di China, Cek Harga dan Spek Lengkapnya

Untuk pertama kalinya pada seri FX, fungsi Dual Gain Shooting didukung untuk memaksimalkan performa sensor gambar sehingga menghasilkan reproduksi gradasi yang halus dengan latitude yang lebih luas, sekaligus secara efektif mengurangi noise tanpa mengorbankan detail pada area bayangan.

Untuk pertama kalinya pada seri FX, kamera ini mendukung pembacaan piksel penuh (full-pixel readout) 3:2 di seluruh area sensor gambar atau Open Gate shooting, serta berbagai mode pemindaian gambar, termasuk 17:9, 16:9, dan Super 35mm.

Hal ini memungkinkan pemilihan sudut pandang yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan kreatif dan format distribusi. Selain itu, dukungan perekaman internal X-OCN, format RAW 16-bit scene-linear milik Sony, memungkinkan perekaman berkualitas tinggi tanpa memerlukan recorder eksternal.

Selain X-OCN LT, kamera ini juga mendukung codec baru X-OCN C1 dan X-OCN C2. Dengan mengurangi ukuran data, codec ini memungkinkan transfer gambar berkualitas tinggi dengan kecepatan tinggi serta mengurangi volume data, sehingga membantu menyederhanakan alur kerja pascaproduksi.

Baca Juga: Sony FX2: Menambah Keserbagunaan Cinema Line bagi Para Kreator

Kamera ini mengusung bodi yang ringkas dan ringan dengan desain flat-top, serta mendukung berbagai gaya pengambilan gambar secara fleksibel, termasuk handheld shooting, penggunaan gimbal, dan pengambilan gambar di ruang yang sempit.

Kamera ini juga dilengkapi dengan stabilisasi gambar optik 5-axis in-body. Dengan unit stabilisasi gambar terbaru, rentang koreksi roll telah diperluas hingga sekitar dua kali lipat dibandingkan sistem sebelumnya, sehingga secara efektif mengurangi blur akibat gerakan rotasi.

Selain stabilisasi gambar optik dan Active Mode, kamera ini juga dilengkapi dengan Dynamic Active Mode, yang memungkinkan hasil gambar tetap stabil bahkan saat pengambilan gambar dilakukan secara handheld.

Saat dipadukan dengan XLR Handle Unit yang baru dikembangkan, kamera ini mendukung perekaman audio berkualitas tinggi hingga 96 kHz, 32-bit float, serta 4 kanal audio. Kamera ini juga kompatibel dengan tilting OLED Viewfinder tipe 0,58 inci (opsional), sehingga memungkinkan pemantauan gambar secara akurat bahkan di lingkungan yang terang.

Baca Juga: Fujifilm Rilis QuickSnap Black and White serta QuickSnap Active, Ini Harganya

Kamera ini dilengkapi dengan monitor LCD layar sentuh multi-angle 4-axis berukuran 3,5 inci, beresolusi sekitar 2,76 juta titik dengan rasio 16:9, yang lebih besar dibandingkan milik FX3. Monitor yang dapat diputar sepenuhnya ini dapat dimiringkan sekitar 98 derajat ke atas dan sekitar 40 derajat ke bawah, serta dibuka hingga sekitar 180 derajat ke samping.

Monitor ini menggunakan panel dengan tingkat kecerahan tinggi yang dapat diatur dalam 15 tingkat. Berbagai informasi pengambilan gambar dapat ditampilkan di bagian atas, bawah, kiri, dan kanan layar sehingga tidak menutupi gambar yang sedang direkam.

Selain itu, layar utama BIG6, yang mewarisi kemudahan pengoperasian dari kamera CineAlta, menggabungkan pengaturan utama seperti frame rate, eksposur, dan LUT, sehingga menyediakan lingkungan pengoperasian yang memungkinkan kreator lebih fokus pada proses pengambilan gambar.

Kamera ini juga dilengkapi dengan sistem menu baru, sehingga memungkinkan pengalaman pengoperasian yang serupa saat digunakan bersama kamera CineAlta atau FX6.

Baca Juga: Canon Luncurkan EOS R6 V, Bisa Bikin Video Vlog dengan Resolusi 7K

FX5 tersedia untuk pre-order mulai 13 Agustus hingga 20 September 2026 dengan harga hampir Rp95 (body + XLR handle) dan Rp86 juta (body only). Aksesoris DVF-EL1 (OLED Viewfinder) juga dijual secara terpisah dengan harga Rp11,5 juta.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI