XLSmart x Tencent Cloud Rampung Proyek Transformasi Cloud Skala Besar

XLSMART. (Sumber: dok. visious)

Techverse.asia - Tencent Cloud telah berhasil mendukung XLSmart, operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia, dalam menyelesaikan proyek transformasi migrasi skala besar ke public cloud. Transformasi ini didorong oleh strategi modernisasi digital jangka panjang oleh XLSmart, dengan Tencent Cloud berperan sebagai mitra teknologi cloud strategis.

Proyek yang berlangsung selama empat setengah bulan ini menjadi implementasi pertama di industri dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi proses migrasi cloud.

Selama proses migrasi, Tencent Cloud mengembangkan lebih dari 20 “Skills” migrasi cloud yang didukung agen coding Tencent, CodeBuddy, dan agen AI workspace-nya, WorkBuddy. Mulai dari tahap identifikasi hingga proses cutover (peralihan sistem), kemampuan AI milik Tencent meningkatkan efisiensi keseluruhan tim migrasi secara signifikan.

Dalam proyek skala besar, sebanyak 1.200 layanan mikro (microservices), 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis berhasil dimigrasikan dengan lancar, serta mentransfer lebih dari 15 TB aset data inti ke lingkungan cloud baru secara aman.

Baca Juga: Canva dan King Nassar Hadirkan Kampanye Nyatain di Canva

Tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada aspek teknologi, tapi juga merambah ke aspek organisasi. Sebagian besar aplikasi yang menjadi target migrasi memerlukan proses perancangan atau bahkan pembangunan ulang secara menyeluruh.

Proses besar ini melibatkan lebih dari sepuluh vendor pihak ketiga, sehingga koordinasi lintas vendor dan lintas bahasa menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan proyek migrasi cloud pada umumnya.

Alih-alih mengambil pendekatan sederhana ‘lift-and-shift’, yakni memindahkan sistem ke cloud tanpa perubahan signifikan, XLSmart menerapkan strategi yang lebih komprehensif. Perusahaan melakukan audit menyeluruh terhadap arsitektur sistem untuk menentukan komponen apa yang perlu dipertahankan, disesuaikan, maupun dioptimalkan.

Meskipun pendekatan ini menambah kompleksitas dan tekanan dalam pelaksanaan proyek yang memiliki tenggat waktu yang ketat, peningkatan efisiensi operasional tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan transformasi tersebut.

Baca Juga: Persaingan AI di China Ketat, Tencent Masih Perangkat Teratas

Ketimbang membatasi penggunaan AI pada tugas-tugas tertentu, Tencent Cloud mengintegrasikan kapabilitas AI ke dalam setiap tahapan proyek, termasuk identifikasi layanan (services discovery), perancangan arsitektur, penerapan lingkungan (environment deployment), proses migrasi dan peralihan (cutover), hingga pemantauan sistem.

Dengan memanfaatkan berbagai solusi AI milik Tencent Cloud seperti TokenHub, CodeBuddy, dan WorkBuddy, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan secara manual dapat dipangkas menjadi hanya beberapa minggu atau bahkan hari.

Lebih dari 20 Skills yang dikembangkan selama proses migrasi tersebut kini telah digabungkan menjadi sebuah platform migrasi AI yang dapat digunakan kembali untuk mendukung proyek-proyek transformasi cloud di masa mendatang.

Baca Juga: XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger, Luncurkan Entitas XLSmart

Untuk mengatasi proses identifikasi sumber daya dan analisis arsitektur, yang selama ini menjadi tahap paling memakan waktu dalam migrasi cloud, Tencent Cloud menghadirkan dua “Skills” utama. Skill pertama secara otomatis memindai lingkungan lintas akun (cross-account environment) dan memetakan ratusan spesifikasi sumber daya lama ke konfigurasi Tencent Cloud, sehingga dapat menghasilkan rancangan implementasi yang siap.

Skill kedua menganalisis aset yang ditemukan untuk mengidentifikasi arsitektur aplikasi, lalu secara instan menghasulkan dokumen Low-Level Design (LLD) beserta diagram arsitektur visual. Pendekatan ini mengubah peran para engineer dari pekerjaan administratif yang memakan waktu, seperti pendataan manual melalui Excel, menjadi berfokus pada aktivitas yang lebih bernilai, seperti proses pratinjau dan penyempurnaan desain.

Selama proses migrasi, Tencent Cloud menghadirkan lebih dari 20 produk inti untuk mendukung kebutuhan XLSmart, mencakup layanan database, kontainer, solusi keamanan, dan intelligent advisor.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi China, Tencent, Merilis Chatbot AI

Poshu Yeung, Senior Vice President of Tencent Cloud, Head of Tencent Cloud International menyatakan, kumpulan Skills migrasi cloud yang dikembangkan dalam proyek ini kini telah dikonsolidasikan menjadi sebuah platform migrasi yang dapat digunakan kembali. Platform tersebut akan terus diterapkan serta disempurnakan dalam proyek-proyek selanjutnya.

"Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan XLSmart dalam proyek yang menjadi tolok ukur bagi industri ini, dan kami akan terus memberikan dukungan teknis yang kuat untuk mendukung fase pertumbuhan selanjutnya," ujarnya.

Yessie D. Yosetya, Director and Chief Information & Technology Officer of XLSmart, menambahkan, proyek ini lebih dari sekadar migrasi ke cloud. Proyek ini membangun fondasi digital yang lebih kokoh, memungkinkan XLSmart untuk berinovasi lebih cepat, meningkatkan ketahanan operasional, dan terus meningkatkan pengalaman pelanggan.

Baca Juga: Huawei dan XL Axiata Luncurkan Pembangunan Jaringan Inti Terkonvergensi Penuh

"Bersama Tencent Cloud, kami telah membuktikan bagaimana kolaborasi yang erat dapat mempercepat transformasi berskala besar sekaligus menjaga keandalan layanan," terangnya, Jumat (26/6/2026).

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI