Techverse.asia - VSCO, aplikasi edit foto yang terkenal dengan filter sinematiknya, sedang melakukan langkah besar ke pasar profesional. Perusahaan baru saja meluncurkan aplikasi pengeditan Studio Pro yang kini tersedia di iOS, menawarkan alat untuk pengeditan massal, pencocokan gaya gambar referensi, dan berbagi melalui galeri VSCO.
Baca Juga: VSCO Hadirkan Fitur AI Bernama Canvas, Bikin Gambar dari Perintah Teks
VSCO berencana untuk merilis aplikasi Studio Pro tersebut dalam versi desktop juga, dan juga berencana untuk meluncurkan paket aplikasinya yang disebut Studio One seharga US$500 atau setara dengan Rp8,97 juta per tahun.
Aplikasi Studio Pro juga menawarkan fitur yang disebut Style Match yang mampu menganalisis gambar dan menciptakan kembali warna, nada, dan suasana hati dalam foto lain menggunakan kombinasi preset dan alat yang disesuaikan.
Penggunanya pun dapat langsung mempublikasikan ke galeri, tanpa perlu mengekspor atau mengunggah ulang. Selain aplikasi seluler, VSCO juga menghadirkan Studio Pro ke perangkat desktop, memungkinkan untuk terus melakukan sentuhan akhir pada karya seluler apa pun.
Baca Juga: Meluncur di Indonesia, Spek Lengkap dan Harga Huawei MatePad Mini
Namun begitu, VSCO perlu meningkatkan daftar fitur Studio Pro jika ingin bersaing dengan Photoshop atau Lightroom, karena aplikasi ini masih kekurangan fitur-fitur penting seperti pemotongan gambar dan kurva.
Akan tetapi, perusahaan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengumpulkan umpan balik terlebih dahulu, kemudian menambahkan fitur berdasarkan umpan balik tersebut.
VSCO Studio Pro gratis untuk diunduh, tetapi seperti aplikasi VSCO asli, pengguna setidaknya perlu membayar hingga US$13 atau sekitar Rp233 ribu per bulan atau US$80 atau sekitar Rp1,4 juta per tahun untuk membuka fitur tambahan.
Bersamaan dengan aplikasi baru ini, VSCO juga sedang mengerjakan serangkaian alat yang disebut VSCO Studio One yang akan mencakup Studio Pro, bersama dengan aplikasi lainnya termasuk Workspace, Sites, AI, Canvas, dan Capture.
Baca Juga: Profil Aplikasi Edit Foto Pixelmator yang Dibeli oleh Apple
Aplikasi ini tidak hanya memungkinkan fotografer profesional untuk melakukan tugas retouching foto, tetapi juga memesan klien, membuat galeri, dan menerapkan AI jika diperlukan. Dijadwalkan diluncurkan pada akhir Juni, diperkirakan akan dikenakan biaya US$500 untuk langganan tahunan.
VSCO sebelumnya juga telah menghadirkan serangkaian fitur alat edit gambar bertenaga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) baru, dukungan untuk file RAW beresolusi tinggi, fitur edit non-destruktif, dan deteksi wilayah berbasis konten.
Alat-alat AI ini akan ditempatkan di tab baru bernama AI Labs, yang juga menghadirkan fitur penghapusan objek bertenaga kecerdasan buatan, serupa dengan penawaran bawaan Google dan Apple.
Baca Juga: 5 Software untuk Edit Foto Biar Makin Estetik, Ada yang Berbayar
Fitur AI Labs pertama VSCO telah tersedia mulai sekarang di aplikasi VSCO untuk iOS; fitur ini juga akan segera hadir di Android, tetapi perusahaan belum ada informasi mengenai waktu pastinya. Untuk menggunakannya, harus berlangganan VSCO Pro aktif, dengan biaya US$13 per bulan atau US$60 per tahun.
Meski begitu, VSCO tidak menetapkan batasan berapa kali pengguna dapat menggunakan fitur AI Labs. Paket Pro ini berisi lebih dari sekadar fitur AI Labs - fitur ini membuka rangkaian edit lengkap di ponsel dan web, pembuatan profil dan situs web profesional, ratusan preset dan pengaturan emulasi film, dan masih banyak lagi.
Pengguna juga dapat menyorot atau menggambar lingkaran di sekitar objek dalam gambar, dan VSCO akan menggantinya dengan objek yang dianggap cocok dengan latar belakang. Mereka menggunakan 'deteksi area cerdas' untuk membaurkan latar belakang setelah objek dihapus tanpa memengaruhi resolusi atau warna.
Baca Juga: Fitur Expert RAW di Galaxy Z Flip6, Dapatkan Hasil Foto Seperti Jepretan Profesional













