Techverse.asia - Meta telah mengakuisisi perusahaan rintisan atau sstartup robotika humanoid Assured Robot Intelligence (ARI) dengan nilai yang tidak diungkapkan. ARI adalah startup yang membangun kecerdasan buatan (AI) untuk robot guna "mengatasi tantangan kritis" di "pasar tenaga kerja bernilai tinggi."
Baca Juga: Qualcomm Ungkap 2 Chipset Baru dengan Teknologi Smooth Motion UI
ARI sudah mengerjakan perangkat keras (hardware) robot dan AI secara internal, tetapi seorang juru bicara mengatakan kepada Bloomberg bahwa ARI "akan membawa keahlian mendalam tentang bagaimana mereka dapat merancang model dan kemampuan mutakhir untuk kontrol robot dan pembelajaran mandiri hingga kontrol humanoid seluruh tubuh."
“Kami mengakuisisi Assured Robot Intelligence, sebuah perusahaan di garis depan kecerdasan robotik yang dirancang untuk memungkinkan robot memahami, memprediksi, dan beradaptasi dengan perilaku manusia di lingkungan yang kompleks dan dinamis,” kata juru bicara Meta kami kutip pada Jumat (8/5/2026).
Tim ARI, termasuk para pendirinya, akan bergabung dengan unit Meta AI, divisi penelitian Superintelligence Labs. Assured Robot Intelligence juga telah mengumpulkan pendanaan awal yang tidak diungkapkan dari perusahaan pendanaan awal AI AIX Ventures.
Baca Juga: Langganan WhatsApp Plus akan Segera Diluncurkan dengan Fitur-fitur Baru
Salah satu pendiri ARI Xiaolong Wang sebelumnya adalah seorang peneliti di Nvidia, dan profesor madya di UC San Diego, dengan sederet penghargaan bergengsi atas namanya. Pendiri lainnya adalah Lerrel Pinto, yang sebelumnya mengajar di NYU dan ikut mendirikan startup robot humanoid ukuran anak-anak Fauna Robotics sebelum Amazon mengakuisisinya bulan lalu, juga telah memenangkan serangkaian penghargaan bergengsi.
Dalam sebuah unggahan di X/Twitter, Xiaolong Wang menyebutkan bahwa sejak awal, mereka tahu bahwa mencapai tujuan perusahaannya berarti melatih agen fisik yang benar-benar serbaguna. Ia melanjutkan bahwa mereka sekarang percaya agen tersebut akan berbentuk humanoid dan bahwa penskalaan akan datang dari pembelajaran langsung dari pengalaman manusia.
Dengan begitu, ARI akan membantu Meta dengan ambisi humanoidnya. Tim ini, yang dipimpin oleh Pinto dan Xiaolong, akan membawa keahlian mendalam tentang bagaimana kita dapat merancang model dan kemampuan terdepan untuk kontrol robot dan pembelajaran mandiri hingga kontrol humanoid seluruh tubuh.
Baca Juga: Tesla Pamerkan Prototipe Humanoid Optimus, Elon Musk: Harganya 20 Ribu Dollar
Para peneliti Meta telah mengerjakan teknologi robotika humanoid selama bertahun-tahun. Sebuah memo yang bocor setahun lalu membahas ambisi Meta untuk membangun robot semacam itu, termasuk model AI dan perangkat keras, yang ditujukan untuk konsumen.
Chief Technology Officer (CTO) Meta Andrew Bosworth mengatakan pada 2025 bahwa perusahaan tersebut bertujuan untuk menciptakan perangkat lunak (software) yang dapat dilisensikan oleh perusahaan lain, mirip dengan apa yang dilakukan Google dengan Android. “Perangkat lunak adalah hambatan utamanya,” katanya.
Ia mengatakan rencananya adalah memulai dengan mengembangkan software yang dapat menggerakkan tangan yang cekatan dan kemudian membangun teknologi dari sana.
Baca Juga: Meta Mengakuisisi Limitless: Startup Pembuat Liontin Bertenaga AI
Bahkan jika Meta tidak pernah merilis produk humanoid konsumen, banyak pakar AI saat ini percaya bahwa jalan menuju kecerdasan buatan umum (AGI) - titik teoretis di mana AI mencapai atau melampaui kecerdasan tingkat manusia di semua bidang - akan membutuhkan pelatihan model AI di dunia fisik, di mana robot belajar melalui interaksi langsung daripada hanya data.
Kesepakatan ARI dan Fauna mencerminkan persaingan ketat di industri yang lebih luas - di mana perkiraan sangat bervariasi, dari proyeksi Goldman Sachs sebesar US$38 miliar pad 2035 hingga perkiraan Morgan Stanley sebesar US$5 triliun pada 2050 - sebuah rentang yang mencerminkan potensi yang sangat besar dan ketidakpastian seputar teknologi yang masih mencari pijakannya.