Audio-Techinca Hotaru: Pemutar Piringan Hitam Senilai Ratusan Juta yang Bisa Melayang dan Bersinar

Rahmat Jiwandono
Jumat 25 April 2025, 20:09 WIB
Turntable Audio-Technica Hotaru bersinar dalam beberapa mode dan palet warna yang berbeda. (Sumber: Audio-Technica)

Turntable Audio-Technica Hotaru bersinar dalam beberapa mode dan palet warna yang berbeda. (Sumber: Audio-Technica)

Techverse.asia - Audio-Technica telah mengumumkan peluncuran meja putar atau turntable, Hotaru, edisi kedua dari program analog-naturally milik perusahaan, yang diluncurkan pada Maret lalu untuk mengeksplorasi kemungkinan baru dalam menikmati musik analog.

Perusahaan berencana untuk membuat hanya seribu unit dengan harga US$10.000 atau setara dengan Rp168,55 juta, tetapi pengiriman Hotaru diperkirakan tidak akan dilakukan hingga Oktober 2025.

Namun, reservasi kini sudah dibuka di situs resmi perusahaan, dan konsumen hanya memiliki waktu sampai 30 Mei 2025 untuk memutuskan apakah turntable Hotaru sesuai dengan anggaran kalian.

Baca Juga: Motorola Luncurkan Smartwatch Pertamanya: Moto Watch Fit

Menampilkan struktur mengambang dan tampilan pencahayaan yang unik, Audio-Technica Hotaru edisi terbatas - yang berarti kunang-kunang - menambahkan elemen visual yang memikat ke audio analog, menciptakan keterlibatan multisensori dengan musik.

Turntable baru ini diberi nama seperti kunang-kunang sebab menerangi udara dengan cahaya yang serupa, mengundang pendengar untuk menikmati pengalaman singkat tersebut.

Hotaru

Selain itu, sebagai produsen audio Jepang, mereka memilih nama Hotaru untuk mencerminkan pengaruh kunang-kunang terhadap seni dan budaya Jepang.

Sampai saat ini, mendengarkan musik pada piringan hitam murni merupakan keputusan audio, dengan sedikit pemikiran yang diberikan pada cara kerja meja putar dalam suatu ruang secara estetis.

Baca Juga: Penjualan Vinil di Amerika Serikat Melonjak, Band Metallica Resmi Akuisisi Furnace Record Pressing

Namun, meja putar semakin dianggap sebagai elemen desain interior, dengan semakin banyak orang menghargai daya tarik visual peralatan audio mereka.

Hotaru memperluas tren itu dengan memanfaatkan musik tersebut sendiri sebagai elemen desain sekaligus mengubah suara menjadi cahaya untuk menciptakan suasana yang unik.

Desain multisensori ini memungkinkan pendengar untuk terlibat dengan musik – dan ruang – lebih dalam untuk membentuk kenangan abadi tentang seluruh lingkungan.

Audio-Technica memulai usahanya pada 1962 silam sebagai produsen kartrid phono berkualitas tinggi yang dibuat dengan tangan, dan selama bertahun-tahun telah memperkenalkan banyak desain inovatif.

Baca Juga: Kolaborasi LoveFrom dan Linn: Hadirkan Turntable Sondek LP12-50 Seharga Rp913 Juta

Hotaru

Kartrid, melalui stylus atau jarum, dapat menangkap getaran dari alur rekaman dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat diperkuat oleh sistem suara.

Namun, agar kartrid berfungsi maksimal, agar jarumnya dapat melacak alur rekaman secara akurat dan mengirimkan sinyal audio yang jernih, turntable harus meredam getaran eksternal sebisa mungkin.

Struktur mengambang yang inovatif dari Hotaru melakukan hal itu dengan baik, sekaligus menciptakan efek visual yang memukau. Magnet di bagian atas meja putar dan bagian speaker bawah Hotaru saling tolak, menyebabkan bagian meja putar mengapung, sehingga mengisolasinya dari getaran yang merusak suara.

Tak ketinggalan, Hotaru sudah dilengkapi dengan sistem pencahayaan yang memadukan suara dari rekaman dengan cahaya. Musik yang diputar dari rekaman yang dipilih memicu reaksi cahaya, menciptakan perpaduan yang harmonis dari palet warna yang terdiri dari 20 corak.

Baca Juga: Sony x Post Malone: Hadirkan 3 Speaker Anyar dari Lini ULT Power Sound

Ada tiga mode pencahayaan yang dapat dinikmati selama pemutaran: mode dasar, di mana warna cahaya tetap konstan; mode gradasi, di mana cahaya bertransisi dengan mulus dari satu warna ke warna berikutnya; dan mode tautan, di mana warna cahaya berubah sebagai respons terhadap karakter musik.

Hotaru

Perpaduan cahaya dan suara ini menawarkan pengalaman musik analog baru yang imersif, yang melibatkan indra visual dan pendengaran seperti yang belum pernah ada sebelumnya.

Dasar turntable Audio-Technica Hotaru terbuat dari aluminium kokoh dengan kaki kuningan padat dan menampung sistem speaker terintegrasi yang menampilkan dua speaker full-range 63,5 milimeter (mm) dan sepasang tweeter.

Dilengkapi pula dengan porta line out untuk menghubungkannya ke sistem suara eksternal, dan output subwoofer khusus jika pengguna hanya ingin meningkatkan frekuensi low-end saja.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)
Lifestyle07 Agustus 2026, 22:18 WIB

G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik

Seri jam tangan ini terbaru menggabungkan konstruksi canggih dan desain yang terinspirasi dari dunia penerbangan.
G-SHOCK GWRB3000A-2A. (Sumber: Casio)
Techno07 Agustus 2026, 21:56 WIB

Harga dan Spek Lengkap Tecno Megabook T14 Air, Ada 2 Varian Memori

Selain itu perusahaan juga menghadirkan Megabook T1 15.6.
Tecno Megabook T14 Air. (Sumber: Tecno)
Automotive07 Agustus 2026, 21:46 WIB

GIIAS 2026: Teknologi Keselamatan Jadi Medan Persaingan Baru

Mobil masa depan tak lagi sekadar cepat, tetapi mampu mengenali risiko di jalan.
Teknologi keselamatan pada otomotif buatan Bosch. (Sumber: istimewa)
Techno07 Agustus 2026, 21:34 WIB

Sandisk Hadirkan Inovasi NAND untuk Era Inferensi AI di FMS 2026

Sandisk telah menampilkan berbagai produk dan demonstrasi teknologi terbarunya.
Logo Sandisk. (Sumber: Sandisk)
Hobby07 Agustus 2026, 21:27 WIB

Foto-foto Satwa di Taman Safari Jadi Medium untuk Pesan Konservasi

35 tahun IAPVC hubungkan karya visual, konservasi, dan pengalaman wisata satwa.
Foto Elang Jawa hasil jepretan Adhitiya Wibhawa jadi juara pertama IAPVC 2025. (Sumber: Taman Safari)
Techno07 Agustus 2026, 21:14 WIB

Sony FE 100-400MM F5.6-8.OSS Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Lensa Super-Telephoto Zoom yang sempurna untuk penggemar fotografi.
Sony FE 100-400MM F5.6-8 OSS. (Sumber: Sony)
Travel06 Agustus 2026, 17:17 WIB

Paddle Board Bisa Jadi Wisata Alternatif Saat Berkunjung ke Bantul

Wisata Paddle Board di Pantai Baros, daya tarik baru wisata di Kabupaten Bantul.
Paddle Board di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno06 Agustus 2026, 17:16 WIB

Layanan Streaming Samsung HDR10 Plus Advanced akan Tersedia di Prime Video

Layanan tersebut berlaku mulai Agustus 2026 untuk lini Samsung TV terbaru.
Samsung HDR10 Plus Advanced. (Sumber: null)