Kalian Dapat Menggunakan OpenAI DALL-E 2 Dalam Bentuk Aplikasi

Uli Febriarni
Minggu 06 November 2022, 00:21 WIB
source: open AI

source: open AI

Kali ini, kamu tidak perlu lagi susah-susah untuk mengunjungi website DALL-E 2 ketika ingin menggunakannya lebih lama.

OpenAI telah merilis secara terbuka kerangka beta mereka, yang memungkinkan aplikasi dan produk lain menggunakan generator seni AI. Hal itu termasuk deskripsi bahasa alami yang mendefinisikan DALL-E serta moderasi untuk menyaring kebencian, dan konten yang ekstrem serupa.

Beberapa pelanggan sudah menggunakan teknologi ini. Desainer baru aplikasi Microsoft menggunakan DALL-E untuk membuat karya seni yang digunakan di media sosial, dokumen, dan juga invitation.

Alat gambar AI akan hadir di Bing dan Edge, akan membantu kalian membuat karya seni saat kalian tidak dapat menemukan apa yang kalian butuhkan. Sementara itu, sistem bernama Cala, yang diproses untuk menghasilkan desain baru, dan Mixtiles dapat digunakan untuk karya seni dinding yang unik.

OpenAI menggunakan peluncuran ini untuk lebih memperluas kendali kita atas karya seni.

Sekarang kalian dapat memiliki hak kepemilikan penuh atas gambar yang kalian buat, bukan hanya hak guna, kali ini perusahaan itu lebih nyaman menyerahkan kendali karena teknologinya dapat meminimalisasi pelanggaran kebijakan konten. Apapun yang kalian buat, kini kalian dapat mengaturnya menjadi koleksi publik dan pribadi.

Jika kalian membuat banyak karya bertema luar angkasa misalnya, kalian tidak perlu lagi untuk menelusuri sisa galeri untuk menemukannya.

Evolusi teknologi AI kini mencapai batas yang memberikan gambaran lebih akurat antara imajinasi dan realita. Sebagaimana contoh DALL-E 2 yang berasal dari OpenAI bisa memberikan hasil gambar sesuai apa dengan permintaan, hanya dengan mengetiknya.

Bahkan AI ini tidak hanya bisa memberikan akurasi yang baik, namun juga resolusi yang lebih besar dan latensi lebih rendah daripada versi asli. Gambar yang dihasilkannya sekarang jauh lebih baik 1024 x 1024 piksel, peningkatan yang nyata dari 256 x 256 aslinya.

Berkat sistem pengenalan gambar CLIP yang diperbarui dari OpenAI, sekarang disebut unCLIP, DALL-E 2 dapat mengubah teks pengguna menjadi gambar yang hidup. Misal permintaan teks tentang Koala bermain bola basket atau monyet membayar pajak, maka AI membuat gambar realistis yang menakutkan dari deskripsi yang ada.

Sistem terbaru telah beralih ke proses yang disebut difusi, yang dimulai dengan pola titik acak dan secara bertahap mengubah pola itu ke arah gambar ketika mengenali aspek tertentu.

Intinya, DALL-E 2 dapat melakukan lebih dari sekadar membuat gambar baru dari teks. Itu juga dapat mengubah bagian gambar. Misalnya, menyorot kepala seseorang dan menyuruhnya menambahkan topi lucu. Bahkan ada opsi untuk membuat variasi dari satu gambar, masing-masing dengan gaya, konten, atau sudut yang berbeda.

CEO OpenAI Sam Altman menyebut contoh lain dari apa yang ia pikir akan menjadi tren antarmuka komputer baru.

"Anda mengatakan apa yang Anda inginkan dalam bahasa alami atau dengan petunjuk kontekstual, dan komputer melakukannya. Kita bisa membayangkan ‘pekerja kantor AI’ yang menerima permintaan dalam bahasa alami, seperti yang dilakukan manusia,” kata Sam. 

Jenis AI generasi gambar ini memang memiliki risiko yang melekat untuk disalahgunakan. Untuk itulah, OpenAI ini memiliki beberapa perlindungan, termasuk tidak dapat membuat wajah berdasarkan nama dan tidak mengizinkan pengunggahan atau pembuatan materi yang tidak pantas—hanya hal-hal yang ramah keluarga.

Ada juga beberapa subjek yang dilarang termasuk kebencian, pelecehan, kekerasan, menyakiti diri sendiri, gambar eksplisit/mengejutkan, aktivitas ilegal, penipuan seperti berita palsu, aktor atau situasi politik, gambar medis atau terkait penyakit, atau spam umum.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)