Indonesia Adopsi GenAI dengan Cepat, tapi Keterwakilan Perempuan Masih Minim

Rahmat Jiwandono
Rabu 12 Maret 2025, 20:49 WIB
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

Techverse.asia - Coursera telah merilis buku panduan berjudul Menutup Kesenjangan Gender dalam Keterampilan GenAI. Panduan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan gender dalam penguasaan Generative AI (GenAI) dengan menawarkan strategi konkret untuk memberdayakan lebih banyak perempuan dalam memanfaatkan GenAI.

Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam adopsi GenAI, namun partisipasi perempuan di bidang  ini masih sangat rendah. Data dari Coursera mengungkapkan bahwa meskipun perempuan menyumbang 49% dari total  pembelajar di Indonesia, mereka hanya mencatat 30% dari pendaftaran GenAI – angka yang sejalan dengan tren global, di mana perempuan mewakili 32% dari total pendaftaran GenAI.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-23 dunia dalam hal pendaftaran GenAI di kalangan pembelajar perempuan. Fakta ini menekankan perlunya intervensi yang lebih tepat sasaran untuk memastikan akses yang setara serta membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk memimpin di era kecerdasan buatan.

"Indonesia menunjukkan antusiasme luar biasa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi GenAI. Namun, untuk memperkuat daya saing global dan pengembangan tenaga kerja, penting untuk memastikan bahwa peluang ini dapat diakses secara merata," kata Karine Allouche selaku Global Head of Enterprise Coursera.

Baca Juga: ASUS Rilis 3 Monitor Ionizer VU Air, Tingkatkan Kualitas Udara dalam Ruangan

Terlepas dari kesenjangan terssebut, meningkatnya minat perempuan Indonesia terhadap keterampilan AI cukup menjanjikan. Pada tahun 2024, pendaftaran perempuan dalam kursus GenAI melonjak sebesar 536%, melampaui tingkat pertumbuhan 383% di kalangan laki-laki.

Mendorong partisipasi perempuan dalam AI tidak hanya akan mendorong inklusivitas, tetapi juga memastikan bahwa perspektif yang beragam turut berkontribusi dalam pengembangan dan penerapan teknologi transformatif ini.

Berikut beberapa hambatan utama yang membatasi partisipasi perempuan dalam GenAI serta menawarkan strategi untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

Kurangnya kepercayaan diri berpengaruh pada rendahnya ketekunan. Perempuan sering kali ragu untuk mengikuti kursus GenAI, meskipun mereka memiliki keterampilan yang memadai. Tren ini tercermin di Indonesia, di mana kursus GenAI yang paling populer di kalangan perempuan adalah kursus pengantar.

Baca Juga: AI Ready ASEAN Sukses Digelar, Lebih Terhubung dengan Kecerdasan Buatan

Banyak perempuan menyebutkan "kurangnya waktu" sebagai alasan utama mereka untuk menghentikan kursus STEM, yang mencerminkan realitas dalam menyeimbangkan tanggung jawab pengasuhan anak dan pekerjaan.

Laporan BCG menunjukkan bahwa hanya 51% perempuan di Indonesia yang terpapar teknologi sebelum masuk universitas, menggarisbawahi perlunya akses awal ke pendidikan STEM dan jalur karier yang lebih jelas untuk menjembatani kesenjangan gender dalam adopsi AI.

Banyak pula perempuan yang ragu untuk meningkatkan keterampilan dalam GenAI karena ketidakpastian tentang penerapan di dunia nyata. Mereka akan lebih terlibat ketika GenAI dikaitkan dengan bidang-bidang praktis seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan industri kreatif.

"Studi kasus dunia nyata, kursus AI interdisipliner, dan program pembelajaran terapan dapat membuat AI lebih mudah diakses dan selaras dengan karier," ujarnya.

Baca Juga: ByteDance Akan Gunakan AI Generatif Besutan Huawei

Terakhir, kurangnya representasi dalam kepemimpinan dan pendidikan AI membuat perempuan lebih sulit membayangkan diri mereka berkarier di bidang tersebut. Penelitian Oxford Academy menunjukkan bahwa kehadiran lebih banyak guru STEM perempuan di sekolah menengah meningkatkan peluang perempuan lulus dengan gelar STEM.

Data Coursera menunjukkan bahwa kursus STEM dengan setidaknya satu instruktur perempuan dapat menarik 7% lebih banyak pendaftaran perempuan. Namun, tantangan terbesar adalah mempertahankan mereka di sektor teknologi - 56% perempuan di sektor teknologi Indonesia tertarik untuk beralih ke peran non-teknis.

Meski demikian, ada peningkatan partisipasi perempuan di bidang STEM di Indonesia dari 27% pada 2019 menjadi 33% pada 2024 di Coursera didorong oleh berbagai faktor, hal ini menandakan kemajuan yang menjanjikan dalam mempersempit kesenjangan gender.

"Meningkatkan jumlah pendidik perempuan, mentor AI, dan panutan industri akan menjadi kunci untuk mempertahankan keterlibatan jangka panjang dalam karier GenAI," katanya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)