Sistem Data Yang Rentan Masih Jadi Tantangan Di Indonesia

Uli Febriarni
Kamis 13 Oktober 2022, 18:07 WIB
cyber security / freepik

cyber security / freepik

Perubahan peta geopolitik dan geostrategis akibat perang Rusia dan Ukraina berdampak ke seluruh aspek kehidupan ekonomi, sosial, keuangan, politik setiap negara.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pemerintah tengah bersiap menghadapi dinamika akibat perubahan itu. Dalam sektor teknologi digital, Menkominfo mengajak semua pihak mengambil peran dalam menjaga keamanan data dan ekosistem siber.

Baca Juga: Berkenalan Dengan NVIDIA RTX 4090, Yang Kemunculannya Menggeser Kelebihan Generasi Sebelumnya

"Kemarin Presiden memberikan arahan kepada para menteri, untuk bersiap-siap menghadapi situasi dengan melakukan stress-test di semua aspek pemerintahan, termasuk teknologi digital. Badai telah tiba di Indonesia, sehingga harus kita atasi dengan baik," jelasnya, dikutip dari laman kementerian terkait, Kamis (13/10/2022). 

Menurut Johnny, kerentanan dalam sistem digital dan keamanan data masih menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama. Ia menegaskan bahwa keamanan siber, termasuk keamanan data, menjadi tugas bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Keamanan data mencakup upaya perlindungan data untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

"Membutuhkan sinergi dari seluruh stakeholders. Secara global kerentanan siber memantik peningkatkan pengeluaran penyedia layanan hingga USD101,5 Miliar untuk memperkuat keamanan siber sampai dengan tahun 2025," ungkapnya.

Ia mengungkap, Indonesia baru saja memiliki regulasi yang berkaitan dengan keamanan siber dan pelindungan data. Johnny menyatakan, Indonesia melakukan segregation of duties, antara Kementerian Kominfo dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Melalui Perpres Nomor 53 Tahun 2017, di mana BSSN didirikan dengan mengelevasi fungsi Lemsaneg dan sandi, ditambah dengan fungsi siber. Di tahun 2018, ID-SIRTI Kominfo ke BSSN. Oleh karena itu, yang terkait dengan ID-SIRTI menjadi tugas sepenuhnya dan domain dari BSSN," jelasnya.

Perpres tersebut ditindaklanjuti dengan Perpres No 133 tahun 2017, yang menyebutkan fungsi BSSN tidak saja di bidang enkripsi, namun juga terkait keamanan informasi.

Baca Juga: Keren, Mesin Kapal Suzuki Bisa Menyaring Mikroplastik!

Menurut Menkominfo, Perpres No 53/2017 juga dilengkapi dengan Perpres Nomor 28 tahun 2021, yang menugaskan keamanan siber dan kedaulatan sektor digital menjadi fungsi BSSN dalam kolaborasi bersama Kementerian Kominfo.

"Tentu yang terkait dengan semua serangan siber koordinasi antara Kominfo dan BSSN terus kita lakukan. Namun, dari sisi teknis fungsi ID-SIRTI berada di BSSN. Sedangkan Kominfo, melaksanakan audit terhadap compliance terhadap penyelenggara sistem elektronik," tuturnya.

Di Indonesia, Johnny menjelaskan telah ada payung hukum pelindungan data pribadi. Kini, pemerintah tengah mempersiapkan aturan pelaksana serta implementasi berupa pembentukan lembaga pelaksana pelindungan data pribadi sesuai amanat Undang-Undang.

"Jika pada penyelenggaraan Sistem Elektronik privat maupun publik ditemukan ada ketidaksesuaian maka akan diberikan sanksi terkait dengan data breach dan diatur secara lebih tegas dalam UU PDP," jelasnya.

Penguatan Literasi Digital Di Tingkat Akar Rumput

Seperti kita ketahui, Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) telah disetujui bersama oleh DPR RI dan Presiden Joko Widodo menjadi UU pada 20 September lalu.

Kehadiran UU perlindungan data ini, diharapkan bisa menjadi instrumen hukum untuk mengatur secara spesifik perlindungan data pribadi di tengah maraknya kebocoran data pribadi yang justru berasal dari lembaga pemerintah.

Baca Juga: Isi Draft 'RUU PDP' Inggris Yang Pembahasannya Sedang Dijeda: Mengatur Denda Untuk Panggilan Dan Pesan Mengganggu

Menanggapi itu, Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM, Faiz Rahman mengatakan, meski pengesahannya terkesan terlambat dan terlalu lama, tetapi ia mengapresiasi bahwa akhirnya Indonesia memiliki UU perlindungan data pribadi.

Menurut Faiz, pengesahan UU PDP sebenarnya bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama ini yang merasa dirugikan akibat kebocoran data pribadi. Meski demikian, UU tersebut menurutnya perlu mendapat catatan kritis dalam berbagai hal diantaranya pada perlindungan kelompok rentan dan termarjinalkan.

“Perlindungan data bagi anak dan disabilitas. Meskipun data anak sendiri ada perdebatan. Lalu, dihilangkannya jenis data pribadi yang lebih spesifik soal orientasi seksual dan pandangan politik,” ungkapnya.

Selain itu, Faiz juga menyoroti soal independensi lembaga pengawas yang posisi dan kedudukannya diserahkan kepada Presiden berbentuk non kementerian. Ini berkaca dari data pemerintah yang rentan mengalami peretasan dari pihak luar.

“Lembaga pengawas independen sangat penting karena banyak kebocoran data terjadi di lembaga pemerintahan dan tidak sedikit dari lembaga swasta,” jelasnya.

Namun, yang tidak kalah penting dari kemunculan UU PDP, adalah sebaiknya harus diikuti dengan peningkatan edukasi literasi digital pada masyarakat tentang pentingnya menjaga data pribadi.

Alasannya, lapisan masyarakat di Indonesia punya tingkat literasi yang berbeda-beda sehingga perlu sosialisasi serta edukasi mengenai hal tersebut.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Startup16 Maret 2026, 20:11 WIB

Skorcard x Visa: Memperluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia

Kolaborasi ini menghadirkan kartu kredit yang aman dan transparan dengan akses lebih luas bagi masyarakat.
Skorcard x Visa.
Techno16 Maret 2026, 19:21 WIB

Siap Sambut Idulfitri, Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional

Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan digital bagi pelanggan di berbagai sektor strategis selama periode Idulfitri 1447 H.
Persiapan Lintasarta menghadapi Idulfitri. (Sumber: dok. lintasarta)
Automotive16 Maret 2026, 17:08 WIB

Rivian R2 akan Meluncur Tahun Ini, Cek Varian dan Harganya

Untuk melihat lebih detail tentang level trim dan harga R2, lihat rinciannya di sini.
Rivian R2 Performance. (Sumber: Rivian)
Techno16 Maret 2026, 16:44 WIB

JBL Hadirkan Speaker PartyBox dan 2 Mikrofon Nirkabel Baru

Cek lebih jelas mengenai spesifikasi lengkap dan harga dari ketiga perangkat ini.
Speaker JBL PartyBox On-the-Go 2 Plus dan mikrofon nirkabel EasySing. (Sumber: JBL)
Startup16 Maret 2026, 15:27 WIB

Program My First $1000 Resmi Bergulir, Ratusan Wirusaha Muda Ikut Berpartisipasi

Sebanyak 108 tim pemuda Singapura memulai perjalanan kewirausahaan selama delapan minggu di bawah program tersebut.
Para peserta My First US$1000 di Singapura. (Sumber: East Ventures)
Techno16 Maret 2026, 15:15 WIB

Rayneo Air 4 Pro Batman Edition Rilis Global, Ada Pelindung Cahaya Khusus

Kacamata pintar edisi khusus ini juga ditawarkan dalam Joker Edition.
RayNeo Air 4 Pro Batman Edition.
Automotive16 Maret 2026, 14:17 WIB

Honda Resmi Mengumumkan Setop Produksi 3 Mobil Listrik

Tambahkan beberapa lagi ke tumpukan EV mati yang masih berasap.
Honda 0 Saloon Prototype (Sumber: Honda)
Techno16 Maret 2026, 13:33 WIB

Honor MagicBook Pro 14 Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra Series 3

Laptop ini tersedia dalam tiga pilihan warna cerah.
Honor MagicBook Pro 14. (Sumber: Honor)
Techno13 Maret 2026, 17:33 WIB

X Memperbarui Creator Subscriptions dengan Sejumlah Fitur Anyar

Ini adalah bagian dari upaya monetisasi yang lebih luas yang disebut 'Creator Subscriptions 2.0.'
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Techno13 Maret 2026, 17:13 WIB

Realme Perkenalkan Ramadan Campaign 2026 Lewat TVC

Kompetisi #MakeSorryReal, mendorong anak muda membagikan momen permintaan maaf dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Hadiah yang bisa kamu menangkan dari program TV Commercial. (Sumber: Realme)