Peneliti NASA Temukan Gugus Galaksi Berbentuk Seperti Pohon Natal

Uli Febriarni
Minggu 12 November 2023, 19:33 WIB
klaster galaksi MACS0416, yang disebut tim NASA sebagai 'Kluster Galaksi Pohon Natal' (Sumber: NASA)

klaster galaksi MACS0416, yang disebut tim NASA sebagai 'Kluster Galaksi Pohon Natal' (Sumber: NASA)

Baca Juga: 14 Tahun Sejak Diluncurkan, Ini Penyebab Situs Omegle Tutup

Tim peneliti NASA membagikan kabar bahwa mereka menemukan klaster galaksi yang berbentuk seperti pohon Natal.

Pengamatan gugus galaksi ini dilakukan untuk tujuan ilmiah tertentu. Tim peneliti menggabungkan tiga periode pengamatan mereka, masing-masing dilakukan dalam selang waktu beberapa pekan, dengan periode keempat dari tim peneliti CANUCS (Canadian NIRIS Unbiased Cluster Survey).

Tujuannya adalah untuk mencari objek dengan kecerahan yang bervariasi dari waktu ke waktu, yang dikenal sebagai transien. Mereka mengidentifikasi 14 transien di seluruh bidang pandang.

"Dua belas dari transien tersebut terletak di tiga galaksi yang diperbesar secara besar-besaran oleh pelensaan gravitasi. Kemungkinan besar merupakan bintang individual atau sistem beberapa bintang yang diperbesar secara singkat dalam waktu yang sangat tinggi," ungkap NASA, dikutip Minggu (12/11/2023). 

Baca Juga: Samsung Galaxy M54 5G: Smartphone Premium M Series, Dicas 30 Menit Kuat Pakai Seharian

Dua transien lainnya berada dalam galaksi latar belakang yang diperbesar secara moderat, kemungkinan besar merupakan supernova.

Kenapa Dinamakan Gugus Galaksi Pohon Natal?

"Kami menyebut MACS0416 sebagai Gugus Galaksi Pohon Natal, karena warnanya begitu berwarna dengan kerlap-kerlip cahaya yang kami temukan di dalamnya," demikian penjelasan Haojing Yan, dari Universitas Missouri di Columbia.

Menemukan begitu banyak transien dengan observasi dalam rentang waktu yang relatif singkat, menunjukkan bahwa para astronom dapat menemukan banyak transien tambahan di cluster ini dan cluster lain yang serupa, melalui pemantauan rutin dengan Webb.

Di antara transien yang diidentifikasi oleh tim, ada satu yang paling menonjol. Terletak di galaksi yang ada sekitar tiga miliar tahun setelah Big Bang, galaksi ini diperbesar setidaknya 4.000 kali lipat.

Tim tersebut menjuluki sistem bintang ini dengan istilah 'Mothra' karena punya 'sifat monster': sangat terang dan sangat besar. Bintang ini bergabung dengan bintang berlensa lain, yang sebelumnya diidentifikasi oleh para peneliti yang mereka juluki 'Godzilla.' Untuk mengingatkan kamu, Godzilla dan Mothra adalah monster raksasa yang dikenal sebagai kaiju di bioskop Jepang.

Yang menarik dari temuan tim adalah, Mothra sebelumnya juga terlihat dalam observasi Hubble, sembilan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Gerai Fore di Singapura, Dibangun Pakai 430 Kg Gelas Plastik Bekas Daur Ulang

Baca Juga: Jakarta Masuk Jajaran Best Cities to Travel 2024: Bukti Kota Metropolitan Bukan Hanya Tempat Mencari Uang

Gugus Galaksi Pohon Natal Ditemukan Lewat Pengamatan Dua Teleskop

Tim astronom menemukan kluster yang terletak pada jarak miliaran tahun cahaya tersebut, lewat pencitraan yang dilakukan menggunakan teleskop James Webb milik NASA dan Teleskop Luar Angkasa Hubble. 

Dua teleskop tersebut 'bekerja sama', untuk menangkap gambar menakjubkan dari fenomena alam yang selanjutnya dinamakan gugus galaksi MACS0416 itu.

"Terletak sekitar 4,3 miliar tahun cahaya dari Bumi, MACS0416 terdiri dari dua gugus galaksi yang bertabrakan, yang pada akhirnya akan bergabung membentuk gugus lebih besar," kata NASA lagi.

Menurut tim peneliti, gambar tersebut mengungkap banyak detail yang hanya mungkin ditangkap dengan menggabungkan kekuatan kedua teleskop luar angkasa. Ini mencakup sejumlah galaksi di luar gugus, dan sejumlah sumber yang kecerahannya bervariasi dari waktu ke waktu.

"Kemungkinan besar disebabkan oleh pelensaan gravitasi, yaitu sebuah fenomena di mana cahaya bersumber dari latar belakang yang jauh dan terdistorsi diperkuat," jelas mereka.

Laporan NASA juga menyebut, peneliti utama program PEARLS (Prime Extragalactic Areas for Reionization and Lensing Science), Rogier Windhorst, mengomentari temuan itu.

"Kami membangun warisan Hubble dengan mendorong objek ke jarak yang lebih jauh dan lebih redup," kata dia, ilmuwan dari Arizona State University, yang mengobservasi Webb.

Penjelasan temuan itu seperti berikut, secara umum panjang gelombang cahaya terpendek diberi kode warna biru, panjang gelombang terpanjang berwarna merah, dan panjang gelombang menengah berwarna hijau. Kisaran panjang gelombang yang luas, dari 0,4 hingga 5 mikron, menghasilkan lanskap galaksi yang sangat jelas.

Warna-warna tersebut memberikan petunjuk mengenai jarak galaksi:

  • Galaksi paling biru terletak relatif dekat dan sering kali menunjukkan pembentukan bintang yang intens, seperti yang paling baik dideteksi oleh Hubble,
  • Galaksi yang lebih merah cenderung lebih jauh seperti yang dideteksi oleh Webb.

Beberapa galaksi juga tampak sangat merah, karena mengandung banyak debu kosmik yang cenderung menyerap warna cahaya bintang yang lebih biru.

"Gambaran keseluruhan tidak akan menjadi jelas, sampai Anda menggabungkan data Webb dengan data Hubble," kata Windhorst.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil listrik yang memadukan artistik, inovatif, ramah, dan aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)
Automotive31 Juli 2026, 10:46 WIB

Scomadi Technica 200W Frank Sanderson Edition II Dibanderol Seharga Rp121 Juta

Frank Sanderson Edition II diprediksi akan menjadi salah satu model Scomadi yang paling diminati oleh kolektor dan pecinta skuter premium di Indonesia maupun pasar internasional.
Scomadi Turismo Technica 200w Frank Sanderson Edition II. (Sumber: Scomadi)
Lifestyle31 Juli 2026, 10:44 WIB

Adidas Jadi Apparel Resmi untuk Tim Nasional di Ajang Esports Nation Cup

Lebih dari 100 negara dan wilayah akan mengenakan jersey tim nasional rancangan adidas di ajang Esports Nations Cup (ENC).
Adidas jadi sponsor untuk jersey timnas di ENC 2026. (Sumber: Esports Foundation)
Techno31 Juli 2026, 09:24 WIB

Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Namun demikian membutuhkan solusi AI menyeluruh yang aman.
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)
Automotive31 Juli 2026, 09:22 WIB

Honda NX500 Resmi Hadir di Indonesia, Begini Harga dan Spek Lengkapnya

Big bike adventure touring Honda terbaru di Indonesia.
Honda NX500 warna Graphite Black. (Sumber: Astra Honda Motor)
Hobby30 Juli 2026, 20:48 WIB

Gypsum Jadi Media Lukis untuk Salurkan Kreativitas Anak-anak

Ide ini dipelopori oleh anak muda asal Kotagede, Kota Yogyakarta.
Melukis di gypsum. (Sumber: istimewa)
Techno30 Juli 2026, 15:32 WIB

WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

WhatsApp menambahkan peningkatan Apple CarPlay dan Android Auto, pendaftaran iPad, dan banyak lagi.
Fitur-fitur baru WhatsApp. (Sumber: Meta)