Foxconn Bayar Pekerja Untuk Huawei Lebih Besar, Ketimbang Pekerja Untuk iPhone

Uli Febriarni
Minggu 24 September 2023, 22:56 WIB
FOXCONN (Sumber: Reuters)

FOXCONN (Sumber: Reuters)

Foxconn Technology Group, salah satu pemasok terbesar Apple, diketahui memberikan upah lebih tinggi bagi pekerja yang membuat ponsel untuk Huawei Technologies ketimbang pekerja yang membuat iPhone, di pusat teknologi selatan Shenzhen.

Ini didapati dari postingan perekrutan dan informasi dari agen tenaga kerja.

Dua agen perekrutan, mempublikasikan informasi perekrutan yang berbunyi bahwa Unit FIH Foxconn, yang membuat ponsel pintar Huawei dan beroperasi di bawah anak perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Foxconn International Holdings, menawarkan upah kerja per jam sebesar 26 yuan (sekitar Rp54.700) untuk pekerja baru di pabriknya di distrik Longhua, Shenzhen. Ini lebih tinggi tarif per jamnya, dari yang ditawarkan di Grup Bisnis Produk Digital (iDPBG) terintegrasi Foxconn, yang membuat iPhone sebesar 21 yuan (sekitar Rp44.200).

Unit FIH, yang merakit ponsel dan berbagai perangkat elektronik konsumen untuk Huawei dan perusahaan ponsel pintar lainnya, sebagian besar melayani Huawei saat ini, menurut laporan surat kabar lokal China Business News.

Seorang agen di Shenzhen yang bermarga Xu, mengatakan pegawai baru akan mengetahui ponsel apa yang mereka buat setelah pabrik mengalokasikan mereka ke tim berbeda berdasarkan permintaan saat ini.

"Namun saat ini mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk membuat ponsel untuk Huawei," kata dia, dikutip Minggu (24/9/2023).

Baca Juga: Makna Mendalam Warna Biru, Warna yang Dominan Nampak Pada Pernikahan Putri Sandiaga Uno

Perekrutan ini terjadi di tengah perlombaan produksi smartphone; Apple dan Huawei baru-baru ini meluncurkan ponsel 5G baru di pasar ponsel pintar terbesar di dunia.

Apple meluncurkan secara resmi iPhone 15 pada 22 September 2023. IPhone 15 telah menerima ulasan beragam dari netizen China, sementara ponsel Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+ baru Huawei yang masuk daftar hitam di Amerika Serikat telah menerima gelombang penolakan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tarif per jam di berbagai unit di bawah Foxconn, produsen kontrak elektronik terbesar di dunia.

Xu, mengatakan tarif per jam yang ditawarkan oleh FIH biasanya lebih tinggi dibandingkan iDPBG, karena unit produksi iPhone biasanya menawarkan program kesejahteraan yang lebih baik bagi pekerja dibandingkan unit lain.

Baca Juga: Minyak Jelantah Indonesia Diekspor Jadi Green Fuel, Datanya Dikelola Lewat Platform Digital

Di Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan tengah tempat pabrik iPhone terbesar di dunia berada, Foxconn menawarkan bonus penandatanganan musim puncak sebesar 6.480 yuan per orang di Grup Bisnis Enklosur Produk perusahaan, yang bertanggung jawab memproduksi komponen mekanis untuk iPhone.

Meskipun China tetap menjadi pusat produksi terpentingnya, Apple telah mendiversifikasi rantai pasokannya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut sumber yang dirahasiakan, perusahaan yang berbasis di Cupertino, California akan menyediakan iPhone 15 buatan India pada hari debut penjualan global untuk kali pertama, menurut laporan Bloomberg awal pekan ini.

Meskipun Apple memulai produksi iPhone 15 di pabrik Foxconn di India bulan lalu, sebagian besar seri iPhone 15 terbaru akan datang dari China, kata laporan itu.

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) ini menghadapi salah satu musim penjualan tersulit di China, karena kebangkitan Huawei yang masuk daftar hitam AS di pasar ponsel pintar. Ditambah lagi adanya pembatasan iPhone oleh pemerintah China.

Huawei yang berbasis di Shenzhen mengumumkan upacara peluncuran produk barunya pada 25 September 2023. Ini meningkatkan spekulasi bahwa perusahaan tersebut akan menjelaskan chip misterius di dalam Mate 60 Pro.

Perusahaan telah menaikkan target pengiriman ponsel pintarnya untuk paruh kedua tahun 2023 sebesar 20%, di tengah tingginya pra-penjualan Mate 60 Pro, menurut laporan surat kabar China Securities Daily.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Startup04 Mei 2026, 19:40 WIB

Jogja Spark X Pemkot Yogyakarta Dorong Talenta Lokal ke Level Global

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengembangan dan implementasinya ke depan.
Ilustrasi startup. (Sumber: pexels)
Techno04 Mei 2026, 18:20 WIB

Orka O1 Pro: Alat Bantu Dengar dengan Fitur Peredam Bising Aktif Pertama di Dunia

Perangkat ini menjanjikan masa pakai hingga 35 jam dan beratnya cuma 3,5 gram per earpiece.
Orka O1 Pro.
Automotive04 Mei 2026, 17:41 WIB

Omoda 4 Resmi Mulai Diproduksi Massal, Bawa Konsep Cyber Mecha

Estetika Cyber Mecha akan membentuk identitas visual eksklusif pada Omoda 4.
Omoda 4 Cyber Mecha. (Sumber: Chery)
Techno04 Mei 2026, 17:25 WIB

Netflix Clips Bantu Temukan Baru dari Cuplikan-cuplikan dari Programnya

Beginilah tampilan tayangan video vertikal baru Netflix.
Netflix Clips. (Sumber: Netflix)
Lifestyle04 Mei 2026, 15:31 WIB

The Blibli Match Series akan Diselenggarakan di 3 Kota

Event ini hadirkan pengalaman bermain padel dan terkoneksi dalam satu ekosistem.
Kompetisi padel The Blibli Match Series. (Sumber: dok. blibli)
Techno04 Mei 2026, 15:11 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Book 6 Enterprise Edition, Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra dengan Intel vPro

Dibuat untuk penerapan perusahaan dengan pencitraan OS yang disesuaikan, konfigurasi BIOS, dan kemampuan penandaan aset.
Samsung Galaxy Book 6 Enterprise Edition. (Sumber: Samsung)
Startup04 Mei 2026, 14:11 WIB

Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025

Adopsi energi surya semakin didorong oleh stabilitas biaya dan ketahanan operasional.
Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)
Techno04 Mei 2026, 13:56 WIB

Garmin Instinct 3 Series Kini Ditawarkan dalam 3 Kelir Anyar

Padukan Street Style dan Ketangguhan untuk Urban Explorer.
Garmin Instinct 3 punya warna baru. (Sumber: Garmin)
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)