NodeStealer 2.0: Pelaku Kejahatan yang Mencuri Data Sensitif Akun Bisnis Facebook

Rahmat Jiwandono
Rabu 30 Agustus 2023, 11:21 WIB
Ilustrasi malware Nodestealer 2.0.

Ilustrasi malware Nodestealer 2.0.

Techverse.asia - Serangan siber phishing adalah salah satu taktik yang sering digunakan oleh para penjahat siber untuk menipu korban yang tidak menaruh kecurigaan sekaligus memanfaatkannya untuk mengakses akun mereka secara ilegal.

Baru-baru ini, para peneliti Unit 42 dari Palo Alto Networks mengungkapkan serangan phishing yang semula tidak diumumkan dan belum pernah dipublikasikan, dikenal sebagai NodeStealer 2.0, bermula pada Desember 2022. NodeStealer 2.0, malware tingkat lanjut untuk mencuri informasi sensitif, menghadirkan dimensi baru dalam lanskap ancaman siber. 

Jenis phishing ini memiliki banyak kesamaan dengan varian NodeStealer yang dilaporkan oleh Meta pada Mei 2023 lalu. Laporan tersebut menyoroti aktivitas berbahaya yang melibatkan NodeStealer yang diidentifikasi pada Januari tahun ini.

Pada Desember 2022, sebuah serangan malware NodeStealer varian baru muncul, dengan menggunakan dua varian yang ditulis dalam bahasa pemorgraman Python dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Kemampuan tersebut termasuk untuk mencuri mata uang kripto, mengunduh, dan mengambil alih akun bisnis di Facebook.

Baca Juga: Cek Spek Lengkap Oppo Find N3 Flip, Tawarkan 3 Pilihan Warna

Ancaman ini mengiming-imingi korbannya dengan menyediakan tools (alat) bisnis gratis, seperti format spreadsheet, untuk kemudian mengambil alih akun mereka. Strategi ini menunjukkan peningkatan minat para pelaku ancaman yang kian gencar menyasar akun-akun bisnis Facebook, seperti yang terungkap pada Juli 2022 dengan ditemukannya serangan Ducktail infostealer. 

"Indonesia merupakan negara pengguna Facebook terbesar ketiga di dunia, dengan jumlah pengguna yang mencapai 119,9 juta per Januari 2023. Jumlah pengguna yang besar ini berpotensi membuat masyarakat Indonesia berisiko terpapar ancaman serius akibat kehadiran malware NodeStealer, yang amat berpotensi menimbulkan kerugian bagi individu dan organisasi," ujar Vicky Ray, Direktur di Unit 42 Cyber Consulting & Threat Intelligence, Asia Pasifik & Jepang di Palo Alto Networks, Rabu (30/8/2023).

Dikatakannya, selain berdampak langsung pada akun bisnis Facebook, yang sebagian besar bersifat finansial, malware ini juga mencuri kredensial pengguna dari browser, yang dapat digunakan untuk melakukan serangan lanjutan. Untuk itu, dia mengimbau agar seluruh organisasi untuk mengevaluasi kebijakan perlindungan mereka dan menerapkan indikator-indikator penyusupan (IoC) untuk mengatasi ancaman ini.  

Seiring dengan meningkatnya insiden pelanggaran data pribadi di platform Facebook, terutama akun yang digunakan untuk bisnis, hal ini semakin menekankan betapa pentingnya kesadaran untuk mengikuti perkembangan informasi dan melakukan upaya-upaya pencegahan untuk melindungi informasi sensitif di dunia maya.

Baca Juga: Duh, Belum Genap Tiga Bulan Dirilis, ChatGPT Sudah Disalahgunakan Untuk Membuat Malware

Tingkat kerentanan semakin meningkat di antara pengguna akun bisnis Facebook yang tidak berpendidikan. Pada April 2023, Palo Alto Networks Unit 42 melaporkan serangan penipuan bertema ChatGPT, terutama dengan munculnya FakeGPT, sebuah modifikasi baru dari ekstensi Chrome ChatGPT palsu yang dirancang untuk mencuri akun iklan Facebook.

Serangan Phishing NodeStealer 2.0 

Pemicu utama penyebaran ancaman adalah serangan phishing yang berfokus pada konten iklan yang digunakan oleh bisnis, yang memungkinkan pelaku ancaman untuk mencuri cookie browser untuk membajak akun di platform tersebut, yang secara khusus ditujukan untuk akun bisnis.

Pelaku ancaman menggunakan beberapa halaman serta pengguna Facebook untuk mengunggah informasi, memikat korban untuk mengunduh tautan dari penyedia penyimpanan file cloud yang tepercaya. Setelah mengklik tautan tersebut, sebuah file ZIP yang berisi program berbahaya pencuri informasi akan terunduh ke perangkat. 

Penting bagi individu dan bisnis untuk mewaspadai ancaman pencurian data yang meningkat dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi akun mereka. Para pelaku bisnis perlu untuk tetap waspada dan memastikan keaslian dari ekstensi browser, platform, atau layanan sebelum membagikan informasi sensitif atau memberikan akses ke akun mereka. 

Baca Juga: Supaya Tetap Sadar dan Tidak 'Tak Sengaja' Terjebak Phising, Ikuti Tips Dari Google

"Pemilik akun bisnis Facebook dianjurkan untuk menggunakan kata sandi yang kuat, kompleks, dan sulit ditebak serta mengaktifkan otentikasi multifaktor. Selalu gunakan sumber-sumber yang memiliki reputasi baik dan pertimbangkan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor, untuk melindungi akun onlinenya," katanya.

Ia menambahkan, perlu untuk meluangkan waktu guna mengedukasi organisasi-organisasi tentang taktik phishing, terutama pendekatan modern yang ditargetkan yang membahas peristiwa terkini, kebutuhan bisnis, dan topik menarik lainnya. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup14 Agustus 2026, 14:52 WIB

Bina Kids Hadirkan Pelantar Halal dan Ethical AI untuk Anak-anak

Peluncuran ini bersamaan setelah perusahaan rintisan tersebut mendapat pendanaan dari Hasan VC.
Bina Kids. (Sumber: istimewa)
Techno14 Agustus 2026, 14:52 WIB

CMF Clip Pro: Earbud Sejutaan dengan Waktu Pemutaran Musik Selama 10 Jam

Earbud ini memiliki tiga varian warna yang dapat dipilih sesuai selera.
CMF Clip Pro. (Sumber: CMF)
Automotive14 Agustus 2026, 13:37 WIB

Debut Pertama di Luar Pasar China, Chery Tiggo V Hadir di Indonesia

Mobil ini dirancang untuk menjawab karakter mobilitas masyarakat Indonesia yang membutuhkan kendaraan tangguh, lapang, nyaman, efisien, dan fleksibel.
Chery Tiggo V. (Sumber: null)
Techno14 Agustus 2026, 13:34 WIB

Google Luncurkan Pelacak Pertamanya: Pixel Tag, Begini Spek dan Harganya

Tag pelacak pertama dari Google hadir untuk membantu Anda memantau keberadaan barang-barang penting.
Google Pixel Tag. (Sumber: Google)
Travel14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Promosi Destinasi di Indonesia, Otoritas Vietnam Resmi Gandeng VFS Global

Sebanyak 200 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Vietnam sepanjang 2025.
Salah satu sisi kota Hanoi, Vietnam (Sumber: Vietnam.Travel)
Techno14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Fitur-fitur Baru pada Google Pixel Buds Pro 2, Ada Warna Olive

Earbud ini dijual seharga Rp4 jutaan.
Pixel Buds Pro 2 dalam warna Olive. (Sumber: Google)
Lifestyle14 Agustus 2026, 10:00 WIB

Crunchyroll Hadirkan Beragam Judul di Anime Festival Asia Indonesia 2026

Diselenggarakan pada 15–16 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Hall, Tangerang, Banten.
Adegan kafe yang ikonik dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc. (Sumber: Crunchyroll)
Techno14 Agustus 2026, 09:57 WIB

Google Pixel Watch 5 Dibekali Gemini dan Health Guardian

Jam tangan pintar ini juga memiliki edisi khusus pebasket Stephen Curry.
Google Pixel Watch 5. (Sumber: Google)
Automotive13 Agustus 2026, 15:07 WIB

IMX 2026 Buka Penjualan Tiket Extended Presale 3, Jangan Sampai Kehabisan

Extended presale 3 jadi kesempatan terakhir beli tiket IMX 2026 “Next Gen Culture”.
Extended Presale 3. (Sumber: IMX)
Automotive13 Agustus 2026, 15:05 WIB

New Daihatsu Sigra Mendapat Penyegaran Menyeluruh, Ini Harga dan Speknya

Daihatsu hadirkan New Sigra yang tampil modern dan sporty di GIIAS 2026.
New Daihatsu Sigra. (Sumber: null)