YouTube Integrasikan Alat Sulih Suara Bertenaga AI, Kreator Konten Terlihat Seakan Jago Berbagai Bahasa

Uli Febriarni
Sabtu 24 Juni 2023, 20:06 WIB
Ilustrasi Youtube. (Sumber : Unsplash)

Ilustrasi Youtube. (Sumber : Unsplash)

YouTube sejak lama menjadi media berbagi bermacam-macam informasi. Seiring waktu, pembuat konten YouTube semakin banyak dan tentunya berasal dari berbagai negara. 

Meski dapat dilihat penonton di banyak negara -konten yang dibuat oleh kreator itu bisa dinikmati oleh penonton di berbagai wilayah di dunia-, tak semua orang bisa memahami isi konten dengan baik. Terutama jika penonton sama sekali tidak memahami bahasa yang digunakan sang kreator video. 

Bahkan, tidak jarang sulih teks (subtitle) yang disematkan oleh kreator konten masih berupa bahas asing untuk penonton. Yang mana tetap membuat keterbatasan bagi penonton memahami isi konten. Untuk itulah YouTube kemudian mengembangkan fitur yang membantu pengunggahan konten menjadi lebih universal.

Seperti dilaporkan dalam tulisan TechCrunch, YouTube saat ini sedang menguji alat baru, yang akan membantu kreator konten (content creator) secara otomatis membuat video mereka beralih ke bahasa lain; tentu dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perusahaan mengumumkan hal itu, pada Kamis (22/6/2023) di VidCon.

Untuk menyokong fitur sulih suara itu, YouTube bekerja sama dengan layanan sulih suara bertenaga AI, Aloud. Aloud merupakan bagian dari inkubator internal Google Area 120.

Google kali pertama memperkenalkan Aloud pada 2022. Produk sulih suara bertenaga AI mentranskripsikan video untuk pembuatnya, lalu menerjemahkan dan menghasilkan versi sulih suara. Kreator dapat meninjau dan mengedit transkripsi sebelum Aloud membuat sulih suara.

Fitur dubbing terbaru pada YouTube ini, akan memungkinkan pengguna untuk mendengar video dalam bahasa asli mereka. Setelah ada fitur baru ini, pembuat konten bisa menambahkan sulih suara ke video baru dan konten-konten yang sudah ada sebelumnya. Ini memungkinkan mereka menjangkau pemirsa internasional yang lebih luas.

Pada Juni 2023, pembuat telah melakukan sulih suara terhadap lebih dari 10.000 video dalam lebih dari 70 bahasa, kata perusahaan itu kepada TechCrunch, dikutip pada Sabtu (24/6/2023).

Sebelumnya, kreator harus bermitra langsung dengan penyedia sulih suara pihak ketiga untuk membuat trek audio mereka, yang dapat menjadi proses yang memakan waktu dan mahal. Dengan lantang memungkinkan mereka melakukan dubbing video tanpa biaya tambahan.

Baca Juga: Skechers Arch Fit Go Foam 1, Hadir dengan Banyak Warna Pilihan Cerah

Wakil Presiden Produk Pembuat Konten YouTube, Amjad Hanif, YouTube sedang menguji alat ini dengan ratusan pembuat konten. Perusahaan akan segera membuka alat tersebut untuk semua kreator.

"Aloud saat ini tersedia dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Portugis. Namun, akan ada lebih banyak bahasa yang ditawarkan di masa mendatang, antara lain bahasa Hindi dan bahasa Indonesia," lanjut Amjad Hanif.

Hanif menambahkan, YouTube bekerja untuk membuat trek audio yang diterjemahkan terdengar seperti suara pembuat kontennya, dengan lebih banyak ekspresi dan sinkronisasi bibir.

YouTube juga mengatakan, di masa mendatang, AI generatif akan memungkinkan Aloud meluncurkan fitur-fitur seperti pengawetan suara, transfer emosi yang lebih baik, dan penghidupan kembali bibir.

Sementara itu diungkap dalam laman The Verge, Aloud dapat menjadi alat yang berguna karena semakin banyak pembuat konten yang menambahkan sulih suara multibahasa ke video mereka.

"Dan jika Anda ingin mendengar sendiri contoh hasil Aloud, lihat trek sulih suara bahasa Spanyol di video ini dari saluran Amoeba Sisters. (Klik ikon roda gigi, lalu 'Trek audio')," tulis media itu.

Baca Juga: Liburan Hanya di Rumah? Coba Beragam Aktivitas Seru Berikut Ini

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Juni 2026, 17:52 WIB

Logitech Meluncurkan Mouse dan Keyboard Seri G3 untuk Gaming PC

Lihat spesifikasi lengkap dan harga dari dua perangkat ini.
Keyboard gaming dan mouse gaming Logitech G3 Series. (Sumber: logitech)
Techno17 Juni 2026, 15:28 WIB

4 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kejahatan Siber

Banyak risiko tersebut berawal dari kebiasaan digital yang terlihat sepele.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Techno17 Juni 2026, 15:14 WIB

Harga dan Spesifikasi JBL EasySing Mic Mini: Mikrofon Nirkabel Berukuran Saku

Mikrofon saku bertenaga AI ini memungkinkan pemakainya menjadi pusat perhatian kapan saja dan di mana saja.
JBL EasySing Mic Mini. (Sumber: JBL)
Techno17 Juni 2026, 14:40 WIB

Sandisk Hadirkan Produk Resmi Berlisensi untuk Piala Dunia 2026

Mengabadikan dan Menyimpan Momen Bersejarah Sepak Bola.
Koleksi Sandisk untuk Piala Dunia 2026. (Sumber: Sandisk)
Techno17 Juni 2026, 13:52 WIB

Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro dengan Prosesor Snapdragon X2 Meluncur Global

Dua laptop baru ini juga memiliki pilihan warna-warna baru yang mewah.
Microsoft Surface Laptop (kiri) dan Surface Pro. (Sumber: Microsoft)
Techno17 Juni 2026, 13:23 WIB

Google Resmi Merilis Sistem Operasi Android 17, Lihat Apa Saja yang Baru

Jelajahi fitur-fitur terbaru di Android 17, termasuk multitasking yang lebih cepat, alat pembuatan konten yang lebih baik, dan peningkatan keamanan.
Android 17. (Sumber: Google)
Techno17 Juni 2026, 12:53 WIB

Snap Specs: Kacamata Augmented Reality Seharga Hampir Rp39 Juta

Snap akhirnya meluncurkan kacamata AR yang telah lama ditunggu-tunggu, Specs.
Snap Specs. (Sumber: Snap)
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.