Ratu Elizabeth II tutup usia, Kamis (8/9/2022), merupakan raja terlama yang berkuasa di Inggris, memerintah Inggris Raya dan 14 wilayah Persemakmuran lainnya. Ratu Ellizabeth II meninggal dalam usia 96, di Kastil Balmoral, Skotlandia.
Sang ratu yang lahir 21 April 1926 punya nama kecil Elizabeth Alexandra Mary, resmi naik takhta kerajaan pada 1952. Ia merupakan anak tertua dari Duke dan Duchess of York. Elizabeth secara
Sehari setelah Sang Ratu meninggal, di Inggris turun gerimis dan muncul pelangi. Pelangi yang muncul diabadikan oleh warga yang melihatnya dan menghebohkan dunia serta warga setempat.
Terbentuknya Pelangi
Pelangi terbentuk saat matahari membiaskan sinar pada tetesan air. Ketika proses pembiasan terjadi, cahaya tersebut berbelok dari satu medium udara ke medium air.
Setiap warna pelangi akan dibelokkan di sudut yang berbeda, sehingga akan memantulkan warna yang menakjubkan pada pelangi.
Mejikuhibiniu? Ingat akronim jembatan keledai itu? Ya, warna pelangi terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
Apakah di Luar Angkasa Ada Pelangi?
Sejumlah sumber menyebutkan, di luar angkasa ada galaksi, ada planet, matahari, bintang, asteroid dan lainnya. Dan dalam BBC Science Focus Magazine disebutkan, pelangi terbentuk dari unsur-unsur berupa sinar matahari dan air hujan. Sedangkan air hujan yang bentuknya berupa air hanya ada bumi.
Lalu, apakah di planet lain ada hujan? Ada. Namun, hujan tersebut bukan terbuat dari air, melainkan dari gas metana cair. Tidak ada planet lain yang diketahui memiliki air dalam jumlah yang cukup di atmosfer mereka untuk membuat hujan.
Mungkin benar, bahwa di planet Mars pernah ada ditemukan sumber air dalam jumlah banyak, pada pengamatan 2015-2021, namun sumber itu bentuknya bagaikan ngarai. Bukan tetesan hujan air. Ini alasan kenapa pelangi baru hanya ada di bumi.
Tetesan cairan lain tidak dapat membiaskan sinar matahari dan menyebarkannya ke dalam warna komponennya, seperti yang dilakukan tetesan air di bumi.
Misalnya di bulan Saturnus, Titan, atmosfernya kaya akan tetesan metana cair yang hampir pasti membentuk hujan. Atmosfer Titan sangat berkabut, artinya sinar matahari langsung mungkin jarang terjadi, tetapi masih ada kemungkinan pelangi metana dapat terbentuk. Jika memang ada, mereka akan terlihat sangat mirip dengan pelangi terestrial, tetapi akan lebih luas karena indeks bias metana yang berbeda dibandingkan dengan air.
Fenomena serupa lainnya juga terjadi di planet Venus. Populer disebut 'glory', terjadi di Venus dan disebabkan oleh tetesan asam sulfat yang ada di atmosfer planet.
Sinar Matahari di dibiaskan oleh tetesan asam sulfat yang ada di atmosfer planet Venus.
Apakah Pelangi Bisa Dipegang?
Walau bisa melihatnya, kita tidak bisa memegang pelangi karena pelangi bukanlah benda tetap yang menggantung di langit. Pelangi adalah ilusi yang terbentuk antara sinar matahari, hujan, dan mata kita. Cahaya memantul keluar dari tetesan hujan pada sudut 40° untuk lampu merah, dan 42° untuk biru.
Bukan hanya tidak bisa dipegang, pelangi muncul dalam durasi berbeda-beda di berbagai belahan dunia, namun rerata pelangi menampilkan keindahan warnanya maksimal lebih kurang satu jam. Tetapi, bukan berarti pelangi sama sekali tidak pernah muncul dalam waktu lebih dari satu jam.
Baca Juga: ART Selebgram Berani Gasak Brankas, Kenali Ciri ART Problematik
Karena awal Desember 2017, para profesor dan mahasiswa Universitas Kebudayaan Cina di pegunungan Taipei, disuguhi pelangi yang berlangsung selama sembilan jam.
"Luar biasa... Rasanya seperti hadiah dari langit... Sangat langka!" kata Chou Kun-hsuan, seorang profesor di Departemen Ilmu Atmosfer universitas.











