Pelangi Muncul Saat Ratu Elizabeth II Wafat, Apakah di Luar Angkasa Ada Pelangi?

Uli Febriarni
Jumat 09 September 2022, 18:33 WIB
pelangi yang muncul sesaat Ratu Elizabeth II meninggal dunia / The Associated Press

pelangi yang muncul sesaat Ratu Elizabeth II meninggal dunia / The Associated Press

Ratu Elizabeth II tutup usia, Kamis (8/9/2022), merupakan raja terlama yang berkuasa di Inggris, memerintah Inggris Raya dan 14 wilayah Persemakmuran lainnya. Ratu Ellizabeth II meninggal dalam usia 96, di Kastil Balmoral, Skotlandia. 

Sang ratu yang lahir 21 April 1926 punya nama kecil Elizabeth Alexandra Mary, resmi naik takhta kerajaan pada 1952. Ia merupakan anak tertua dari Duke dan Duchess of York. Elizabeth secara 

Sehari setelah Sang Ratu meninggal, di Inggris turun gerimis dan muncul pelangi. Pelangi yang muncul diabadikan oleh warga yang melihatnya dan menghebohkan dunia serta warga setempat. 

Terbentuknya Pelangi

Pelangi terbentuk saat matahari membiaskan sinar pada tetesan air. Ketika proses pembiasan terjadi, cahaya tersebut berbelok dari satu medium udara ke medium air.
Setiap warna pelangi akan dibelokkan di sudut yang berbeda, sehingga akan memantulkan warna yang menakjubkan pada pelangi.

Mejikuhibiniu? Ingat akronim jembatan keledai itu? Ya, warna pelangi terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Apakah di Luar Angkasa Ada Pelangi?

Sejumlah sumber menyebutkan, di luar angkasa ada galaksi, ada planet, matahari, bintang, asteroid dan lainnya. Dan dalam BBC Science Focus Magazine disebutkan, pelangi terbentuk dari unsur-unsur berupa sinar matahari dan air hujan. Sedangkan air hujan yang bentuknya berupa air hanya ada bumi.

Lalu, apakah di planet lain ada hujan? Ada. Namun, hujan tersebut bukan terbuat dari air, melainkan dari gas metana cair. Tidak ada planet lain yang diketahui memiliki air dalam jumlah yang cukup di atmosfer mereka untuk membuat hujan.

Mungkin benar, bahwa di planet Mars pernah ada ditemukan sumber air dalam jumlah banyak, pada pengamatan 2015-2021, namun sumber itu bentuknya bagaikan ngarai. Bukan tetesan hujan air. Ini alasan kenapa pelangi baru hanya ada di bumi.

Tetesan cairan lain tidak dapat membiaskan sinar matahari dan menyebarkannya ke dalam warna komponennya, seperti yang dilakukan tetesan air di bumi. 

Misalnya di bulan Saturnus, Titan, atmosfernya kaya akan tetesan metana cair yang hampir pasti membentuk hujan. Atmosfer Titan sangat berkabut, artinya sinar matahari langsung mungkin jarang terjadi, tetapi masih ada kemungkinan pelangi metana dapat terbentuk. Jika memang ada, mereka akan terlihat sangat mirip dengan pelangi terestrial, tetapi akan lebih luas karena indeks bias metana yang berbeda dibandingkan dengan air.

Fenomena serupa lainnya juga terjadi di planet Venus. Populer disebut 'glory', terjadi di Venus dan disebabkan oleh tetesan asam sulfat yang ada di atmosfer planet.
Sinar Matahari di dibiaskan oleh tetesan asam sulfat yang ada di atmosfer planet Venus.

Apakah Pelangi Bisa Dipegang?

Walau bisa melihatnya, kita tidak bisa memegang pelangi karena pelangi bukanlah benda tetap yang menggantung di langit. Pelangi adalah ilusi yang terbentuk antara sinar matahari, hujan, dan mata kita. Cahaya memantul keluar dari tetesan hujan pada sudut 40° untuk lampu merah, dan 42° untuk biru. 

Bukan hanya tidak bisa dipegang, pelangi muncul dalam durasi berbeda-beda di berbagai belahan dunia, namun rerata pelangi menampilkan keindahan warnanya maksimal lebih kurang satu jam. Tetapi, bukan berarti pelangi sama sekali tidak pernah muncul dalam waktu lebih dari satu jam.

Baca Juga: ART Selebgram Berani Gasak Brankas, Kenali Ciri ART Problematik

Karena awal Desember 2017, para profesor dan mahasiswa Universitas Kebudayaan Cina di pegunungan Taipei, disuguhi pelangi yang berlangsung selama sembilan jam.

"Luar biasa... Rasanya seperti hadiah dari langit... Sangat langka!" kata Chou Kun-hsuan, seorang profesor di Departemen Ilmu Atmosfer universitas.

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Travel14 Mei 2026, 20:51 WIB

Program Bule Mengajar Perlu Standar Operasional Prosedur yang Jelas

Program ini sekarang lagi digodok oleh Pemkot Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan (ketiga dari kiri) jadi pembicara di FGD Program Bule Mengajar. (Sumber: dok. pemkot jogja)
Travel14 Mei 2026, 19:41 WIB

Klook x Garuda Indonesia x InJourney Hadirkan Pengalaman Pariwisata Terintegrasi

Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya kaya atraksi.
Klook x Garuda Indonesia x InJourney. (Sumber: istimewa)
Travel14 Mei 2026, 18:05 WIB

7 Destinasi Relaksasi Mewah di Western Australia

Western Australia menawarkan berbagai pengalaman relaksasi mewah bagi wisatawan yang ingin sejenak melambat dan memulihkan energi melalui perpaduan antara keindahan alam dan kenyamanan elegan.
Destinasi pantai di Australia Barat. (Sumber: ist)
Travel14 Mei 2026, 17:44 WIB

Kamar Solek x Juara Suguhi Kemewahan Ritual Nusantara

Sinergi Strategis bagi Masa Depan Wellness Nusantara.
Mandi air es di Kamar Solek House of Tugu Jakarta. (Sumber: istimewa)
Techno14 Mei 2026, 15:58 WIB

Apple Menghadirkan Obrolan RCS Terenkripsi ke iPhone Lewat Pembaruan iOS 26.5

Akhirnya pesan teks antara pengguna Android dan iPhone dapat dienkripsi ujung-ke-ujung.
Ilustrasi sistem RCS pada perpesanan di iPhone. (Sumber: Apple)
Techno14 Mei 2026, 15:44 WIB

Harga dan Spek Sony A7R VI, Pakai Prosesor Bionz XR2 Terbaru

Sony Electronics Mempercepat Fotografi Resolusi Tinggi dengan Alpha 7R VI.
Sony A7R VI. (Sumber: Sony)
Techno14 Mei 2026, 15:20 WIB

ASUS Republic of Gamers Rilis Strix OLED XG34WCDMS dan Strix XG129C

Monitor ultrawide QD-OLED Tandem RGB 34 inci dan layar sentuh sekunder 12,3 inci yang serbaguna.
ASUS ROG Strix OLED XG34WCDMS (atas) and Strix XG129C.
Techno14 Mei 2026, 15:08 WIB

ASEAN Foundation x Google Meluncurkan Scam Ready ASEAN

Komitmen multi-tahun ini memperkuat pergeseran kawasan menuju pencegahan proaktif, membantu warga negara menavigasi ruang digital dengan aman dan percaya diri.
Peluncuran Scam Ready ASEAN. (Sumber: ist)
Lifestyle14 Mei 2026, 14:50 WIB

Swatch x Audemars Piguet Hadirkan 8 Jam Saku dalam Royal Pop Collection

Ditenagai movement hand-wound Sistem51, dial bergaya “Tapisserie,” dan lanyard kulit sulit yang serbaguna.
Seluruh koleksi jam saku Audemars Piguet x Swatch Royal Pop dalam sebuah kotak. (Sumber: Swatch)
Lifestyle14 Mei 2026, 13:50 WIB

Mengenal Hantavirus, Pakar Sebut Bisa Menyebabkan Sindrom Paru-paru

Virus ini berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Ilustrasi hantavirus.