Perbarui Kebijakan Konten Gangguan Makan, Ini Jenis Video yang Akan Dilarang Youtube

Rahmat Jiwandono
Rabu 19 April 2023, 14:00 WIB
Youtube.

Youtube.

Techverse.asia - Youtube akan menghapus video tambahan terkait dengan gangguan makan, termasuk konten yang menunjukkan atau membahas “perilaku yang dapat ditiru”. Meskipun demikian, platform tersebut telah lama menghapus konten yang mengagungkan atau mempromosikan gangguan makan, Youtube kini juga akan melarang konten tentang gangguan makan yang dapat diminta untuk ditiru oleh pengguna.

Perilaku seperti itu dapat mencakup memuntahkan setelah makan atau sangat membatasi kalori. Video yang menampilkan atau mendeskripsikan "intimidasi berbasis berat badan dalam konteks gangguan makan" juga akan dilarang berdasarkan kebijakan baru tersebut.

Selain itu, Youtube juga mengumumkan bahwa video yang berpusat pada pemulihan gangguan makan atau menyertakan konteks pendidikan, dokumenter, ilmiah, atau artistik (EDSA) yang memadai dapat menerima batasan usia dan atau panel sumber daya krisis. 

Baca Juga: Youtube Memberikan Video Berkualitas Lebih Tinggi kepada Pelanggan Premium, Ini Benefit Lainnya

Konten yang berisi keempat konteks itu atau membahas perilaku makan yang tidak teratur dalam konteks pemulihan mungkin masih belum cocok untuk semua usia, kata Youtube, itulah sebabnya mengapa Youtube memperkenalkan batasan usia pada konten tertentu tentang gangguan makan.

Sebagai akibat dari kebijakan yang diperbarui, beberapa video tidak akan tersedia untuk penonton berusia di bawah 18 tahun, jika kamu logout atau jika video tersebut disematkan di situs web lain. Misalnya, Youtube dapat memberikan batasan usia pada video yang menampilkan pembuat konten yang berbicara tentang perilaku makan tidak teratur yang mereka lakukan saat membagikan perjalanan pemulihannya.

"Kami mengembangkan pendekatan pembatasan usia ini untuk video terkait dengan gangguan makan dengan berkonsultasi dengan pakar pihak ketiga untuk mencapai keseimbangan yang tepat dalam upaya berkelanjutan kami untuk melindungi pemirsa yang lebih muda dari konten yang mungkin lebih rentan untuk ditiru daripada orang dewasa," tulis perusahaan itu dalam sebuah posting blog dan kami sadur pada Kamis (19/4/2023). 

"Seperti semua pembaruan pedoman komunitas (community guideline) kami, pembatasan usia ini akan membutuhkan waktu untuk ditingkatkan sepenuhnya, jadi kamu mungkin tidak langsung melihatnya," bunyi keterangan di blog Youtube

Youtube saat ini menempatkan panel sumber daya krisis di bagian atas hasil penelusuran terkait gangguan makan di Amerika Serikat (AS), Inggris, India, Kanada, Jepang, Korea, Meksiko, Prancis, dan Jerman, dengan lebih banyak negara yang akan mendapat pembaruan ini di masa mendatang. Sekarang, perusahaan memperluas panel resource krisis untuk juga muncul di halaman Tontonan (watch) di negara-negara tersebut.

Youtube meyakini bahwa perubahan itu akan memungkinkannya menjangkau audiens yang lebih luas dengan konteks penting dan referensi kesehatan mental. Platform berencana untuk meluncurkan panel ini di lebih banyak negara di masa mendatang. 

Baca Juga: Youtube Ubah Kebijakan Kata-kata Kasar dan Monetiasasi, Youtuber Sekarang Bisa Mengumpat Lagi

Platform lain di mana konten gangguan makan dan penurunan berat badan berkembang biak telah mengambil tindakan berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Pada tahun 2021, Pinterest melarang semua iklan penurunan berat badan di platform tersebut dengan panduan dari National Eating Disorders Association (NEDA), yang menerima perubahan tersebut.

Tahun lalu, TikTok juga melarang konten yang mempromosikan gejala gangguan makan seperti olahraga berlebihan dan puasa jangka pendek yang merupakan "tanda potensi masalah yang kurang dikenali".

Apakah kebijakan ini berfungsi sebagaimana dimaksud atau tidak adalah masalah lain. Penegakan Youtube tidak selalu konsisten, dan kadang-kadang harus membatalkan kebijakan (seperti yang membatasi kata-kata kotor dalam video yang dimonetisasi) yang secara tidak sengaja menghukum pembuat konten tertentu.

Produser video game dan komunitas Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Queer (LGBTQ), misalnya, mengeluhkan bahwa Youtube telah mendemonetisasi klip yang tidak berbahaya. Dengan begitu, kebijakan yang diperbarui difokuskan pada pembatasan akses ke video, bukan menghilangkan potensi penghasil uangnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno17 Juni 2026, 17:52 WIB

Logitech Meluncurkan Mouse dan Keyboard Seri G3 untuk Gaming PC

Lihat spesifikasi lengkap dan harga dari dua perangkat ini.
Keyboard gaming dan mouse gaming Logitech G3 Series. (Sumber: logitech)
Techno17 Juni 2026, 15:28 WIB

4 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kejahatan Siber

Banyak risiko tersebut berawal dari kebiasaan digital yang terlihat sepele.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Techno17 Juni 2026, 15:14 WIB

Harga dan Spesifikasi JBL EasySing Mic Mini: Mikrofon Nirkabel Berukuran Saku

Mikrofon saku bertenaga AI ini memungkinkan pemakainya menjadi pusat perhatian kapan saja dan di mana saja.
JBL EasySing Mic Mini. (Sumber: JBL)
Techno17 Juni 2026, 14:40 WIB

Sandisk Hadirkan Produk Resmi Berlisensi untuk Piala Dunia 2026

Mengabadikan dan Menyimpan Momen Bersejarah Sepak Bola.
Koleksi Sandisk untuk Piala Dunia 2026. (Sumber: Sandisk)
Techno17 Juni 2026, 13:52 WIB

Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro dengan Prosesor Snapdragon X2 Meluncur Global

Dua laptop baru ini juga memiliki pilihan warna-warna baru yang mewah.
Microsoft Surface Laptop (kiri) dan Surface Pro. (Sumber: Microsoft)
Techno17 Juni 2026, 13:23 WIB

Google Resmi Merilis Sistem Operasi Android 17, Lihat Apa Saja yang Baru

Jelajahi fitur-fitur terbaru di Android 17, termasuk multitasking yang lebih cepat, alat pembuatan konten yang lebih baik, dan peningkatan keamanan.
Android 17. (Sumber: Google)
Techno17 Juni 2026, 12:53 WIB

Snap Specs: Kacamata Augmented Reality Seharga Hampir Rp39 Juta

Snap akhirnya meluncurkan kacamata AR yang telah lama ditunggu-tunggu, Specs.
Snap Specs. (Sumber: Snap)
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.