Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat Setujui RUU untuk Melarang TikTok, Partai Demokrat Sebut Terlalu Buru-buru

Rahmat Jiwandono
Senin 06 Maret 2023, 17:31 WIB
TikTok

TikTok

Techverse.asia - Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) memberikan suara pada pekan lalu untuk memberi Presiden Joe Biden kekuatan untuk melarang TikTok milik China, ini akan menjadi pembatasan AS yang paling luas pada aplikasi media sosial apa pun. Meskipun demikian, muncul keberatan dari Partai Demokrat dan kelompok kebebasan sipil.

Dalam pemungutan suara 24-16, Komite Urusan Luar Negeri DPR memberi lampu hijau pada anggota Partai Republik Michael McCaul untuk mengajukan UU Deterring America’s Technological Adversaries Act, atau DATA Act ke DPR. Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut mengarahkan Biden untuk memberikan sanksi, atau mungkin melarang, TikTok secara nasional jika pemerintah menemukan bahwa perusahaan tersebut membagikan data pengguna dengan individu yang terkait dengan pemerintah China.

Apabila data itu digunakan untuk mengawasi, meretas, atau menyensor pengguna, Presiden AS Biden dapat menjatuhkan sanksi tambahan terhadap TikTok dan Bytedance perusahaan induknya yang bermarkas di China. “TikTok adalah alat politik modern milik Partai Komunis China (PKC) yang digunakan untuk mengawasi dan mengeksploitasi informasi pribadi warga Amerika Serikat,” kata McCaul dalam pernyataannya sebagaimana kami kutip, Senin (6/3/2023).

Baca Juga: TikTok Akan Secara Otomatis Batasi Remaja untuk Penggunaan Aplikasi Maksimal 60 Menit dalam 1 Hari

Menurut Partai Demokrat yang tidak setuju dengan RUU itu, menyatakan bahwa pengajuan RUU itu dinilai terlalu terburu-buru dan membutuhkan uji tuntas melalui debat dan konsultasi dengan para ahli. RUU tersbeut tidak secara spesifik menentukan bagaimana larangan itu akan bekerja, tetapi memberi Biden kekuatan untuk melarang transaksi apa pun dengan TikTok, yang pada gilirannya dapat mencegah siapa pun di Amerika Serikat mengakses atau mengunduh aplikasi di ponsel mereka.

RUU itu juga akan mewajibkan Biden untuk memberlakukan larangan terhadap entitas apa pun yang "dapat" mentransfer data pribadi sensitif ke entitas yang berada di bawah pengaruh China. Gedung Putih (White House)  minggu ini memberi waktu 30 hari kepada lembaga pemerintah untuk memastikan bahwa TikTok tidak ada di perangkat dan sistem federal mana pun. Lebih dari 30 negara bagian AS, Kanada, dan lembaga kebijakan Uni Eropa (UE) juga telah melarang TikTok dimuat ke perangkat milik negara.

Menanggapi pemungutan suara komite, TikTok mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pelarangan aplikasi akan secara efektif menempatkan larangan ekspor budaya dan nilai-nilai AS kepada audiens internasional TikTok. “Kami kecewa melihat undang-undang yang terburu-buru ini bergerak maju, meskipun dampak negatifnya cukup besar terhadap hak kebebasan berbicara jutaan orang Amerika yang menggunakan dan menyukai TikTok,” kata perusahaan itu.

Baca Juga: Ingin Lebih Transparan, TikTok Izinkan Peneliti di Amerika Serikat untuk Akses Data

Pemerintahan Joe Biden tidak mengatakan apakah mendukung untuk melanjutkan RUU tersebut atau tidak, atau menjawab apakah diyakininya memiliki wewenang hukum sekarang untuk melarang TikTok. Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan TikTok menimbulkan masalah dan masalah.

“Jadi kami memiliki kekhawatiran tentang hal itu terkait dengan data pribadi warga kami,” terangnya.

Sebagai informasi, selama lebih dari tiga tahun, TikTok terjebak dalam negosiasi dengan pemerintah federal, terutama Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), untuk tetap mengoperasikan aplikasinya di AS. Sejak pemerintahan Donald Trump, TikTok menghadapi pengawasan yang meningkat dari anggota parlemen yang khawatir aplikasi tersebut dapat membagikan data pengguna AS dengan pemerintah China.

Namun demikian, kekhawatiran atas aplikasi tersebut telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir setelah Partai Republik dan Demokrat meminta pejabat untuk memberlakukan pembatasan pengumpulan data yang lebih ketat atau melarang aplikasi tersebut sepenuhnya dari AS. Pada Juni 2021, Presiden AS Joe Biden secara resmi mencabut perintah eksekutif Trump yang berusaha melarang TikTok sambil meluncurkan penyelidikan terhadap aplikasi yang memiliki hubungan dengan "musuh asing" yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional atau privasi data.

TikTok tercatat memiliki kurang lebih 111 juta pengguna aktif bulanan rata-rata di AS dari Januari-November 2022, naik 22 persen dari periode yang sama tahun lalu, menurut data seluler dan penyedia analitik data.ai (sebelumnya App Annie).

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive23 April 2026, 17:26 WIB

Hyundai IONIQ 3 Mengaspal di Eropa, Tersedia 2 Pilihan Baterai

Anggota terbaru dari jajaran IONIQ menjadikan mobilitas listrik lebih intuitif, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari di Eropa.
Hyundai IONIQ 3. (Sumber: Hyundai)
Techno23 April 2026, 17:03 WIB

Langganan WhatsApp Plus akan Segera Diluncurkan dengan Fitur-fitur Baru

Fitur berbayar tersebut meliputi stiker eksklusif, obrolan yang disematkan, tema aplikasi, dan banyak lagi.
Pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke paket stiker premium. (Sumber: istimewa)
Hobby23 April 2026, 16:30 WIB

Review Para Perasuk: Kontemplasi Diri Melalui Jalur Spiritual dan Kritik Sosial

Film layar lebar ketiga Wregas setelah Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti.
Maudy Ayunda sebagai Laksmi dalam film Para Perasuk. (Sumber: Rekata Studio)
Techno23 April 2026, 15:18 WIB

Lexar Memperluas Seri Silver Plus dengan Kartu MicroSDXC UHS-I 2TB Baru

Versi kapasitas baru ini menghadirkan kapasitas yang lebih tinggi dan kecepatan yang lebih baik serta menyediakan lebih banyak pilihan untuk digunakan dengan model DJI.
Kartu micrSD Lexar Silver Plus. (Sumber: Lexar)
Startup23 April 2026, 09:49 WIB

Temasek Foundation Beri Modal Eratani Senilai Rp6,1 Miliar untuk Petani

Upaya ini mendukung sebanyak 1.800 petani di Indonesia.
Eratani (kiri) x Temasek Foundation. (Sumber: dok. eratani)
Techno23 April 2026, 09:13 WIB

Kingston Soroti Solusi Memori Terintegrasi dan SSD Industri untuk Sistem Berkebutuhan Tinggi

Kingston terus berpegang pada komitmennya seiring berkembangnya Industrial PC, edge computing, dan sistem cerdas.
Kingston IPC Solutions. (Sumber: istimewa)
Lifestyle23 April 2026, 09:02 WIB

Nike Hadirkan Sepatu Skateboard Baru: SB Air Force 1

Era baru sepatu skate telah tiba.
Nike SB Air Force 1. (Sumber: Nike)
Techno23 April 2026, 08:45 WIB

Oppo Watch X3 Terbuat dari Titanium dan Berbobot Cuma 43 Gram

Jam tangan pintar ini menjanjikan masa pakai hingga lima hari pemakaian.
Oppo Watch X3. (Sumber: Oppo)
Techno22 April 2026, 16:34 WIB

Motorola Moto G Stylus 2026 Diniagakan di Amerika Serikat

Lihat lebih lanjut mengenai ketersediaan ponsel andalan yang didukung dengan pena stylus ini.
Moto G Stylus 2026. (Sumber: Motorola)
Techno22 April 2026, 16:18 WIB

Aplikasi Jago Punya Tampilan Anyar, Memudahkan Pemantauan Portofolio Investasi

Bank Jago terus memperkuat posisinya sebagai pelopor seni menempatkan uang dan mengelola investasi.
Bank Jago. (Sumber: dok. bank jago)