Techverse.asia - Berkat lini drone seri X1 yang mampu melacak subjek, HoverAir menjadi salah satu pesaing tangguh bagi drone DJI— terlebih lagi mengingat adanya kemungkinan larangan penggunaan perangkat DJI di Amerika Serikat.
Baca Juga: Samsung akan Kekurangan Pasokan Memori hingga Tahun 2027?
Kini, HoverAir resmi memperkenalkan Versa, sebuah produk menarik yang memadukan kamera gimbal dengan drone. Perangkat ini bisa menjadi pilihan ideal bagi vlogger, kreator konten perjalanan, maupun pembuat film yang membutuhkan kemampuan pengambilan gambar, baik dari udara maupun secara handheld (digenggam).
"HoverAir Versa adalah kamera gimbal 3-sumbu pertama yang dapat beralih dari mode genggam ke mode melayang atau hover hanya dalam hitungan detik. Apa pun latar atau situasinya, Versa mampu beradaptasi. Kini, tidak ada lagi sudut pengambilan gambar yang sulit dijangkau," tulis perusahaan tersebut di akun Instagram-nya kami kutip, Rabu (12/8/2026).
Dengan memadukan stabilisasi genggam dan kemampuan terbang otonom, HoverAir telah menciptakan pendamping kreatif serbaguna yang terbaik.
Baca Juga: Antigravity A1 Dipasarkan di Indonesia, Harga Mulai dari Rp25 Jutaan
Dalam mode genggam, Versa menyerupai kamera gimbal saku modern. Ia dilengkapi gimbal 3-sumbu yang stabil secara optik, layar bawaan, tombol rekam, dan joystick. HoverAir menjanjikan rentang dinamis yang lebih baik serta kinerja rendah cahaya yang solid berkat prosesor gambar baru.
Fitur AI framing juga tersedia untuk membantu menjaga subjek tetap dalam frame. Keunggulan utamanya terletak pada transformasi cepat menjadi drone. Pengguna cukup menggeser pelat belakang kamera, memasangnya ke carrier drone, lalu membuka sayap.
Sekarang, bayangkan kamera tersebut bisa terbang. Berdasarkan video di situs HoverAir, Anda cukup menggeser pelat belakang pada kamera gimbal ke bawah dan memasangnya hingga terkunci di bagian atas badan drone.
Baca Juga: DJI Lito X1 dan Lito 1 Rilis Global: Drone yang Dibuat untuk Pemula
Kemudian, bentangkan sayapnya dan drone akan terbang langsung dari telapak tangan Anda. "Tidak perlu proses belajar yang rumit. Tidak butuh keahlian pilot. Tanpa pengendali. Cukup luncurkan dan drone siap beraksi," tulis perusahaan tersebut.
HoverAir Versa bisa lepas landas langsung dari telapak tangan tanpa remote control atau keterampilan pilot. Mode “follow-me” berbasis AI akan mengikuti gerakan subjek secara otomatis. Ada pula mode foto “3D Worlds” yang melakukan terbang 360 derajat lalu merekonstruksi gambar tiga dimensi.
Total lebih dari 10 mode terbang cerdas disediakan untuk konten media sosial. Tapi sayangnya, HoverAir belum merilis spesifikasi lengkap. Ukuran sensor, resolusi video, detail lensa, daya tahan baterai, serta harga masih dirahasiakan.
Baca Juga: Insta360 Rilis Pembaruan Software untuk Gimbal Genggam Seri Flow
Perusahaan menyatakan informasi lebih lanjut akan menyusul dan mengajak calon pembeli untuk berlangganan update di situs resminya. Versa hadir di tengah meningkatnya minat terhadap alternatif drone non-DJI.
Dengan konsep “dari tangan ke udara dalam hitungan detik”, perangkat ini berpotensi menjadi alat praktis bagi kreator yang membutuhkan fleksibilitas tinggi tanpa membawa banyak peralatan. Detail teknis dan harga resmi masih dinantikan.














