Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Rahmat Jiwandono
Jumat 31 Juli 2026, 09:24 WIB
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)

Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)

Techverse.asia - Alibaba Cloud hari ini merilis laporan survei bertajuk "The AI Business Application Readiness and Accessibility Survey", yang menunjukkan tingginya antusiasme perusahaan-perusahaan di Asia terhadap adopsi kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 90% responden menyatakan optimistis terhadap penerapan AI di organisasi mereka.

Optimisme tersebut mulai diwujudkan dalam rencana investasi yang konkret. Sebanyak 95% perusahaan yang disurvei berencana meningkatkan investasi pada produk AI. Lebih dari separuh responden berencana menaikkan anggaran lebih dari 20% untuk infrastruktur (IaaS), perangkat platform (PaaS), dan layanan model AI (MaaS). 

Seiring AI semakin menjadi agenda strategis perusahaan, 58% responden berencana meningkatkan belanja MaaS lebih dari 20%. Meskipun MaaS merupakan konsep yang relatif baru, investasi terbesar tetap diarahkan pada infrastruktur dasar AI, seperti komputasi, penyimpanan data, dan jaringan, dengan 69% responden berencana meningkatkan belanja IaaS lebih dari 20%, diikuti 61% responden yang akan meningkatkan investasi pada PaaS dengan tingkat pertumbuhan serupa.

Indonesia mencatat tingkat antusiasme terhadap AI tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang disurvei.  Seluruh responden (100%) menyatakan optimistis terhadap penerapan AI di organisasi mereka.

Baca Juga: WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

Indonesia juga menjadi negara dengan tingkat adopsi infrastruktur cloud tertinggi, di mana 91% responden menyatakan telah menjalankan infrastruktur TI mereka secara penuh atau sebagian besar di cloud.

Bagi perusahaan di Indonesia, AI tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi. Sebanyak 75% responden menyatakan bahwa mendorong inovasi dan menciptakan peluang bisnis baru menjadi tujuan utama mereka dalam mengadopsi AI. 

Chief Technology Officer dan President of International Business, Alibaba Cloud Intelligence Group Feifei Li mengatakan, temuan riset ini semakin memperkuat keyakinan Alibaba Cloud bahwa AI, yang didukung oleh model AI dan infrastruktur cloud yang aman dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan, akan menjadi fondasi teknologi utama dalam satu dekade mendatang.

"Bagi sebagian besar responden, AI sudah mulai beralih dari tahap uji coba ke penerapan dalam operasional. Sekitar 75% perusahaan di Asia menyatakan AI telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional bisnis mereka," ujarnya.

Baca Juga: Alibaba Rilis Accio Work untuk Akselerasi UMKM di Indonesia

Di berbagai lapisan ekosistem AI, sekitar 90% perusahaan juga melaporkan telah mulai mengadopsi PaaS maupun MaaS. Sementara itu, hanya 1% responden yang menyatakan AI bukan merupakan prioritas bagi organisasinya. 

Selain untuk meningkatkan efisiensi operasional dan penghematan biaya (63%), tujuan strategis utama yang mendorong adopsi AI adalah mendorong inovasi dan membuka peluang bisnis baru (64%), diikuti dengan mengoptimalkan potensi pertumbuhan pendapatan (48%).

Memperoleh keunggulan kompetitif (45%) dan meningkatkan pengalaman pelanggan (43%) juga masuk dalam lima tujuan utama adopsi AI. 

Dalam penerapannya, perusahaan memprioritaskan penggunaan AI untuk analisis data dan pengambilan keputusan (66%), layanan pelanggan seperti chatbot (64%), pemasaran dan pembuatan konten (58%), pengembangan produk termasuk coding (55%), serta operasional sumber daya manusia (38%). 

Baca Juga: ASEAN Foundation Rilis Digital Outlook dan Kunci Riset Kesiapan Adopsi AI

Meskipun antusiasme dan investasi terhadap AI terus meningkat, perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperluas penerapannya.

Kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data menjadi tantangan terbesar, dengan 48% responden menyebutnya sebagai hambatan utama terhadap adopsi AI yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah tingginya biaya implementasi (42%), sementara 37% responden menilai keterbatasan keahlian internal sebagai kendala utama.

Aspek regulasi dan etika juga menjadi tantangan yang cukup besar, seperti yang disampaikan oleh 31% responden. Angka tersebut meningkat secara signifikan pada sektor-sektor dengan regulasi yang lebih ketat, seperti layanan keuangan, pendidikan, dan sektor publik.

Hambatan lainnya meliputi tantangan integrasi dengan sistem yang telah ada (28%), terbatasnya akses terhadap solusi yang sesuai (23%), manfaat investasi yang belum jelas (return on investment/ROI) (22%), belum adanya kasus penggunaan bisnis yang kuat (19%), serta resistensi dari jajaran manajemen (18%).

Baca Juga: Tingkatkan Adopsi AI di Indonesia, Telkom Group Tawarkan GPU-as-a-Service

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)
Lifestyle07 Agustus 2026, 22:18 WIB

G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik

Seri jam tangan ini terbaru menggabungkan konstruksi canggih dan desain yang terinspirasi dari dunia penerbangan.
G-SHOCK GWRB3000A-2A. (Sumber: Casio)
Techno07 Agustus 2026, 21:56 WIB

Harga dan Spek Lengkap Tecno Megabook T14 Air, Ada 2 Varian Memori

Selain itu perusahaan juga menghadirkan Megabook T1 15.6.
Tecno Megabook T14 Air. (Sumber: Tecno)
Automotive07 Agustus 2026, 21:46 WIB

GIIAS 2026: Teknologi Keselamatan Jadi Medan Persaingan Baru

Mobil masa depan tak lagi sekadar cepat, tetapi mampu mengenali risiko di jalan.
Teknologi keselamatan pada otomotif buatan Bosch. (Sumber: istimewa)
Techno07 Agustus 2026, 21:34 WIB

Sandisk Hadirkan Inovasi NAND untuk Era Inferensi AI di FMS 2026

Sandisk telah menampilkan berbagai produk dan demonstrasi teknologi terbarunya.
Logo Sandisk. (Sumber: Sandisk)
Hobby07 Agustus 2026, 21:27 WIB

Foto-foto Satwa di Taman Safari Jadi Medium untuk Pesan Konservasi

35 tahun IAPVC hubungkan karya visual, konservasi, dan pengalaman wisata satwa.
Foto Elang Jawa hasil jepretan Adhitiya Wibhawa jadi juara pertama IAPVC 2025. (Sumber: Taman Safari)
Techno07 Agustus 2026, 21:14 WIB

Sony FE 100-400MM F5.6-8.OSS Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Lensa Super-Telephoto Zoom yang sempurna untuk penggemar fotografi.
Sony FE 100-400MM F5.6-8 OSS. (Sumber: Sony)
Travel06 Agustus 2026, 17:17 WIB

Paddle Board Bisa Jadi Wisata Alternatif Saat Berkunjung ke Bantul

Wisata Paddle Board di Pantai Baros, daya tarik baru wisata di Kabupaten Bantul.
Paddle Board di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno06 Agustus 2026, 17:16 WIB

Layanan Streaming Samsung HDR10 Plus Advanced akan Tersedia di Prime Video

Layanan tersebut berlaku mulai Agustus 2026 untuk lini Samsung TV terbaru.
Samsung HDR10 Plus Advanced. (Sumber: null)