Google Lyria 3 Pro Memungkinkan Membuat Musik Berdurasi Selama 3 Menit

Rahmat Jiwandono
Kamis 02 April 2026, 16:54 WIB
Lyria 3 Pro. (Sumber: Google)

Lyria 3 Pro. (Sumber: Google)

Techverse.asia - Google telah merilis Lyria 3 Pro, sebuah model pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan (AI), sebulan setelah perilisan Lyria 3. Model baru ini memungkinkan pengguna untuk membuat lagu hingga tiga menit, dibandingkan dengan lagu berdurasi 30 detik yang ditawarkan oleh model Lyria 3.

Baca Juga: Spotify SongDNA Meluncur Global, Tersedia di Platform iOS dan Android

Raksasa teknologi itu menyebutkan bahwa selain memungkinkan pengguna untuk membuat lagu yang lebih panjang, model Lyria 3 Pro ini akan menawarkan kontrol kreatif. Alat ini juga menghadirkan lebih banyak kustomisasi.

Dalam perintah, pengguna juga dapat menentukan berbagai elemen dari sebuah karya musik, seperti intro, bait, chorus, dan bridge, karena model ini diklaim lebih memahami struktur lagu daripada pendahulunya.

Google menyatakan bahwa Lyria 3 Pro lebih memahami komposisi musik dibandingkan dengan model sebelumnya dan bahwa itu "sangat bagus untuk bereksperimen dengan berbagai gaya atau menghasilkan lagu dengan transisi yang kompleks."

Baca Juga: Tiga AI Generatif Baru dari Google untuk Berkreasi: Veo, Imagen 3 dan Lyria

Google sebelumnya menghadirkan kemampuan pembuatan musik ke aplikasi Gemini dengan perilisan Lyria 3. Model Pro juga diluncurkan di aplikasi Gemini, tetapi hanya berlaku buat para pelanggan berbayar yang akan mendapatkan akses ke sana.

Perusahaan ini juga telah meluncurkan Lyria 3 Pro ke aplikasi pengeditan video Google Vids dan ProducerAI, alat produksi musik bertenaga GenAI, yang telah diakuisisi Google pada Februari 2026.

Tak berhenti di situ, Google turut menambahkan kemampuan pembuatan musik ke alat perusahaan mereka dengan Vertex AI (dalam pratinjau publik), API Gemini, dan AI Studio melalui model Lyria 3 Pro. Sementara itu, bagi para pengembang atau developer dapat mengakses alat ini melalui API Gemini dan Google AI Studio.

Google menekankan bahwa mereka menggunakan data dari mitra mereka dan data yang diizinkan dari Youtube dan Google untuk melatih model ini. Mereka juga menyatakan bahwa model tersebut tidak meniru seorang artis.

Baca Juga: Alat AI Baru Youtube Bisa Menghasilkan Musik Latar Gratis untuk Video

Menurut perusahaan, "tanggung jawab adalah hal mendasar" dalam mendesain dan melatih model ini, sehingga hanya menggunakan materi yang hak ciptanya dimiliki perusahaan. Kendati demikian, mereka mengatakan bahwa jika pengguna menentukan artis dalam perintah, model tersebut mengambil "inspirasi luas" dari artis tersebut untuk menghasilkan sebuah lagu.

Semua lagu yang dibuat menggunakan Lyria 3 dan Lyria 3 Pro ditandai dengan SynthID untuk menunjukkan bahwa kecerdasan buatan digunakan untuk membuat lagu tersebut.

Itu semua bagus, tetapi apakah kita membutuhkan alat pembuatan musik berbasis AI lainnya? Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa sekitar 50 ribu lagu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan diunggah setiap hari ke Spotify saja. Alhasil, platform tersebut harus menghapus kurang lebih 75 juta lagu tersebut pada tahun lalu.

Baca Juga: Google Pixel 10 Series dan Samsung Galaxy S26 Series akan Mendapat Fitur Baru Gemini

Awal pekan ini, Spotify juga telah merilis alat baru untuk memungkinkan artis meninjau lagu yang dirilis atas nama mereka sehingga pembuat musik bertenaga kecerdasan buatan tidak salah mengaitkan musik. Sedangkan Deezer pun telah meluncurkan alat untuk memungkinkan layanan streaming apa pun mengidentifikasi musik yang dihasilkan oleh AI.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno15 April 2026, 14:17 WIB

Instagram Kini Memungkinkan Pengguna Mengedit Komentar Hingga 15 Menit

Inilah kesempatan kamu untuk menarik kembali apa yang baru saja diposting.
Komentar di Instagram sekarang bisa disunting. (Sumber: Meta)
Techno15 April 2026, 13:54 WIB

GoPro Hadirkan Seri Kamera Mission 1 Terbaru, Punya 3 Model

Dilengkapi dengan sensor 1 inci yang menjanjikan kualitas video lebih baik dalam kondisi cahaya rendah.
GoPro Mission 1 Series. (Sumber: GoPro)
Travel14 April 2026, 17:43 WIB

Kenali Proses Pembuatan Camilan Tradisional Tape Singkong Khas Watugedug Bantul

Cara memasaknya sangat jauh dari peralatan modern dan menggunakan alat sederhana dan tradisional.
Proses pembuatan dan pengolahan tape singkong di Watugedug, Pajangan, Bantul. (Sumber: istimewa)
Techno14 April 2026, 17:23 WIB

ChatGPT Menawarkan Paket Pro Baru Seharga Rp1,7 Juta per Bulan

Tingkat paket baru ini menawarkan penggunaan fitur Codex yang lebih banyak dibandingkan paket ChatGPT Plus.
ChatGPT Pro. (Sumber: OpenAI)
Automotive14 April 2026, 16:56 WIB

Suzuki Burgman Street Meluncur di India, Ini Ubahan Barunya

Motor ini dijual mulai dari Rp18 jutaan di India.
Suzuki Burgman Street. (Sumber: Suzuki)
Techno14 April 2026, 16:33 WIB

Huawei Pura X Max Bakal Debut di China pada 20 April 2026, Desain dan Warnanya Terungkap

Pura X Max akan diluncurkan dengan rasio aspek 'paspor' yang mirip dengan iPhone lipat yang dikabarkan.
Bocoran tampilan Huawei Pura X Max.
Startup14 April 2026, 15:19 WIB

BSA Logistics Indonesia: Emiten Waresix yang Sukses Melantai di Bursa Saham

Langkah ini tergolong langka bagi startup di sektor logistik yang mampu mencatatkan saham di BEI.
Waresix. (Sumber: istimewa)
Techno14 April 2026, 14:34 WIB

Alibaba Wan2.7 Bantu Tingkatkan Kapabilitas AI dari Gambar hingga Produksi Video

Dari pembuatan gambar yang presisi hingga produksi video setara sutradara, Wan2.7 menghadirkan alur kerja kreatif end-to-end.
Wan2.7 Video. (Sumber: alibaba)
Lifestyle14 April 2026, 14:25 WIB

Fifty Fifty Mengkaver Lagu Wish You Were Here Karya Pink Floyd

Untuk pertama kalinya ada grup K-pop perempuan yang membawakan lagu barat.
Fifty Fifty.
Techno14 April 2026, 14:04 WIB

Vivo Y31d Pro Hadir dengan Baterai Jumbo dan Daya Tahan Ekstrem

Simak lebih mendalam mengenai spesifikasi dan harga ponsel kelas menengah ini.
Vivo Y31d Pro. (Sumber: Vivo)