Techverse.asia - Setelah diskusi yang pertama kali dilaporkan awal tahun ini, ByteDance telah setuju untuk menjual unit gimnya yaitu Moonton, kepada Savvy Games Group seharga US$6 miliar atau setara dengan Rp101,76 triliun.
Moonton sendiri dikenal dengan judul-judul game mobile yang populer di Asia seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), yang telah diunduh 1,5 miliar kali. Transaksi tersebut akan diselesaikan dalam waktu dekat, menurut memo internal dari CEO Moonton yang dilihat oleh Bloomberg.
Baca Juga: Spek Lengkap dan Harga Amazfit Active 3 Premium
ByteDance telah mengurangi divisi gimnya dan menawarkan Moonton sejak tahun 2023, hanya dua tahun setelah pertama kali mengakuisisi pengembang tersebut. Sekitar periode yang sama, perusahaan induk TikTok tersebut menutup divisi gim Nuverse-nya, yang menerbitkan judul-judul terkenal seperti Marvel Snap dan Ragnarok X: Next Generation.
Perusahaan tersebut sejak itu telah mengalihkan fokusnya ke Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, bersaing dengan pesaing Tiongkok untuk mengembangkan chatbot dan model dasar. Savvy Games, yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi, telah bergerak ke arah yang berlawanan.
Tahun lalu perusahaan (melalui anak perusahaannya Scopely) mengakuisisi pengembang Pokémon Go, Niantic, dengan harga US$3,5 miliar. PIF juga termasuk di antara investor utama yang membeli Electronic Arts (EA) dalam kesepakatan besar senilai US$55 miliar tahun lalu. Dana Saudi tersebut juga memegang 7,5 persen saham di Nintendo.
Baca Juga: Pembuat Game Pokemon Go, Niantic PHK Ratusan Pekerjanya
Penjualan ini merupakan babak terbaru dalam konsolidasi industri gim baru-baru ini yang menyebabkan sekitar 45 ribu pekerjaan hilang dalam periode tiga tahun yang brutal antara tahun 2022 dan 2025. Menurut studi GDC baru-baru ini, sepertiga pekerja industri video gim di Amerika Serikat diberhentikan selama dua tahun terakhir.
Sebagai informasi, Shanghai Moonton Technology, yang biasa dikenal sebagai Moonton, adalah perusahaan video asal Negeri Tirai Bambu yang berdedikasi pada pengembangan gim, penerbitan, dan e-sports. Perusahaan ini memiliki kantor di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Amerika Latin, Hong Kong, dan Tiongkok daratan, di antara lokasi lainnya.
Pada Oktober 2021, ByteDance mengakuisisi Moonton dan perusahaan tersebut tetap beroperasi secara independen. Pada tahun 2024, Yunfan Zhang menjadi CEO Moonton.
Baca Juga: Dituduh Membuat Kecanduan, ByteDance Tarik Fitur Ini dari TikTok Lite di Uni Eropa
Moonton diluncurkan di Shanghai, Tiongkok pada Juli 2014. Rilis komersial pertama perusahaan ini hadir pada April 2015 dengan Magic Rush: Heroes, sebuah game role-playing yang diluncurkan secara global kecuali pasar domestik Tiongkok. Setelah menyelesaikan Magic Rush: Heroes, Moonton mulai mengembangkan gim multiplayer online battle arena (MOBA).
Moonton meluncurkan MLBB pada November 2016, yang dirilis secara global kecuali Tiongkok daratan, dan menjadi populer di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Filipina, dan Malaysia, di mana permainan ini menjadi aplikasi gim mobile gratis yang paling banyak diunduh di kalangan pengguna iPhone pada 2017. Gim ini didistribusikan oleh Skystone di Amerika Serikat.
Pada 2017, Moonton mulai membangun ekosistem esports-nya dengan turnamen esports offline MLBB pertama di Indonesia pada Mei, diikuti oleh MSC (MLBB Southeast Asia Cup) perdana pada bulan September.
Baca Juga: TikTok Luncurkan Aplikasi PineDrama: Tonton Serial TV dalam Durasi 1 Menit
Pada November 2017, perusahaan meluncurkan Mobile Legends Professional League (MPL) di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, kemudian berekspansi ke Filipina pada Maret 2018 dan Myanmar pada Februari 2019.
Perusahaan mendirikan kantor regional, membuka cabang Singapura pada Mei 2018 dan cabang Indonesia pada Oktober 2018. Pada April 2018, MLBB telah melampaui 200 juta total akun terdaftar, tumbuh menjadi lebih dari satu miliar unduhan kumulatif pada Oktober 2020, dengan pengguna aktif bulanan puncak melebihi 100 juta.














