Nasib Bitcoin dan Saham AS di Tengah September Effect dan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Rahmat Jiwandono
Kamis 11 September 2025, 16:52 WIB
Saham AS di pelantar Reku.

Saham AS di pelantar Reku.

Techverse.asia - Fenomena September Effect yang merupakan mitos lama di Wall Street sejak puluhan tahun lalu, kerap menjadi periode paling lemah bagi indeks saham AS. Rata-rata kinerja Saham AS tercatat lebih rendah dibanding bulan lain, dengan investor institusi kerap melakukan rebalancing portofolio menjelang akhir kuartal.

Ketegangan September 2025 semakin terasa karena pada 17 September, bank sentral AS, The Fed akan menentukan arah suku bunga. Konsensus pasar hampir bulat memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Baca Juga: Aplikasi Final Cut Camera 2.0 Mendukung ProRes RAW dan Genlock pada iPhone 17 Pro Series

Merespons kondisi tersebut, Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku menilai skenario tersebut kemungkinan juga sudah dihargai in oleh para pelaku pasar sejak berminggu-minggu lalu. Artinya, risiko “sell the news” bisa jadi akan cukup besar, khususnya jika nada The Fed tetap hawkish dengan menekankan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali.

“Bagi saham AS, efek pemangkasan tipis tersebut bisa ambigu. Jika nada dovish ikut mengiringi, sektor teknologi dan properti berpeluang memimpin reli. Namun jika pesan yang muncul justru hati-hati, investor mungkin akan mengambil aksi profit taking yang dapat membuat indeks bergerak cenderung datar atau bahkan bisa terkoreksi jangka pendek,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Sementara bagi pasar kripto, kombinasi September Effect dan keputusan The Fed menjadi ujian besar. Performa harga saat ini yang masih relatif stagnan dengan beberapa koreksi minor dalam beberapa pekan terakhir, membuat kapitalisasi pasar kripto global saat ini masih berada di angka sekitar US$3,96 triliun, hanya sedikit di bawah angka pada 11 Agustus di US$4,06 triliun.

Namun, indeks Fear & Greed berada di level 49, menunjukkan pasar masih netral, belum optimistis, tapi juga tidak panik. “Ini berbeda dengan situasi pada kondisi di 11 Agustus lalu di mana indeks tersebut berada di angka 70 yang mengindikasikan kondisi greed atau cukup optimis,” lanjutnya.

Baca Juga: Ethereum ETF Resmi Diluncurkan di Amerika Serikat, Bakal Berpengaruh pada Kripto?

Selain itu, yang lebih membedakan tahun ini dengan periode historis sebelumnya adalah aliran dana besar dari investor institusional melalui ETF spot.

“Aliran masuk yang stabil sepanjang tahun telah memberi pondasi lebih kuat bagi harga Bitcoin dan Ethereum, sehingga penurunan harga yang ada relatif minor dan membuat Bitcoin mampu mempertahankan level harga di atas US$100 ribu,” imbuhnya.

Bagi para investor, September kali ini bukan semata soal hindari bulan sial. Justru yang lebih penting adalah disiplin strategi menghadapi kombinasi faktor musiman dan makro ekonomi.

“Salah satu strategi yang dapat dioptimalkan investor selain investasi rutin atau Dollar Cost Averaging (DCA) ialah dengan memanfaatkan strategi Crypto Futures yang juga tersedia di Reku, untuk memungkinkan investor meraih keuntungan saat kondisi pasar naik maupun turun,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Saham AS Alami Lonjakan Tajam, Kripto Bakal Menyusul?

Walau demikian, investor juga dapat menyesuaikan jumlah leverage sesuai risiko masing-masing, serta mengaktifkan stop-loss agar menjaga fluktuasi harga.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan proyeksi perkembangan inflasi serta pandangan The Fed ke depan bisa menjadi cara mengelola risiko dengan tetap menjaga eksposur terhadap peluang kenaikan harga.

Di sisi lain, aset dengan katalis yang kuat seperti Bitcoin dan Ethereum masih bisa jadi pilihan bagi traders momentum. Bagi investor jangka panjang, September hanyalah satu bulan dalam siklus panjang.

Jika suku bunga global terus turun hingga 2026, aset yang cukup berisiko seperti kripto dan saham AS, besar kemungkinan tetap akan menjadi pemenang utama. Bitcoin diperkirakan masih bisa menguji level psikologis baru untuk mencetak new all time high khususnya jika tren pemangkasan berlanjut.

Baca Juga: Jelang Rilis Data PCE AS: Bitcoin Terguncang, Wall Street Waspada

“Sementara Ethereum punya katalis dari penguatan ekosistem rollups dan adopsi institusional seperti tren DATs (Digital Asset Treasury companies),” tambahnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno13 Maret 2026, 17:33 WIB

X Memperbarui Creator Subscriptions dengan Sejumlah Fitur Anyar

Ini adalah bagian dari upaya monetisasi yang lebih luas yang disebut 'Creator Subscriptions 2.0.'
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Techno13 Maret 2026, 17:13 WIB

Realme Perkenalkan Ramadan Campaign 2026 Lewat TVC

Kompetisi #MakeSorryReal, mendorong anak muda membagikan momen permintaan maaf dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Hadiah yang bisa kamu menangkan dari program TV Commercial. (Sumber: Realme)
Techno13 Maret 2026, 16:53 WIB

Roblox Tambahkan Fitur Penyaring Obrolan Berbasis AI untuk Kata-kata Terlarang

Fitur ini akan mengganti dan mengedit bahasa yang tidak diizinkan berdasarkan kebijakan Roblox.
Roblox sensor omongan yang tak pantas di kolom chat. (Sumber: Roblox)
Techno13 Maret 2026, 16:28 WIB

Kamera GoPro Generasi Berikutnya akan Ditenagai Prosesor GP3, Mendukung AI

Menetapkan standar kualitas gambar baru dalam pengambilan gambar cahaya rendah, waktu pengoperasian, dan kinerja termal.
Contoh hasil jepretan gambar GoPro yang ditenagai cip GP3. (Sumber: GoPro)
Techno13 Maret 2026, 14:36 WIB

Damac Digital Hadirkan Data Center di Tengah Kota Jakarta

Fasilitas ini akan memperkokoh infrastruktur digital di Indonesia.
Damac Digital. (Sumber: istimewa)
Techno13 Maret 2026, 14:25 WIB

Laporan Coursera: Perempuan Selesaikan Kursus AI Generatif Lebih Tinggi Ketimbang Pria

Temuan ini menyoroti ketekunan yang tinggi di kalangan peserta didik perempuan.
Ilustrasi AI generatif.
Techno13 Maret 2026, 14:11 WIB

Colorful Hadirkan Seri iGame GeForce RTX 50 Ultra

Ada dua kartu grafis yang ditawarkan.
Colorful iGame GeForce RTX 50 Ultra Series. (Sumber: Colorful)
Techno13 Maret 2026, 13:52 WIB

2 Headphone Live Terbaru JBL Menawarkan Masa Baterai hingga 80 Jam

Suara lebih jernih. Peredam kebisingan yang lebih cerdas. Dirancang untuk tampil beda.
JBL Live Series. (Sumber: Harman)
Lifestyle12 Maret 2026, 20:38 WIB

Rooster Fighter Bakal Tayang di Crunchyroll Mulai 15 Maret 2026

Anime ini dipastikan tayang di Asia Tenggara dan India.
Anime Rooster Fighter. (Sumber: Crunchyroll)
Techno12 Maret 2026, 20:23 WIB

Honor Robot Phone akan Didukung Sistem Pencitraan oleh ARRI

Intip sekilas bocoran Robot Phone: spesies smartphone baru.
Honor Robot Phone. (Sumber: Honor)