Jelang Rilis Data PCE AS: Bitcoin Terguncang, Wall Street Waspada

Rahmat Jiwandono
Selasa 26 Agustus 2025, 14:41 WIB
Reku.

Reku.

Techverse.asia - Harga Bitcoin kembali tertekan, sementara pasar saham Amerika Serikat (AS) cenderung stabil. Harga Bitcoin tercatat di sekitar US$109 ribu atau sekitar Rp1,77 miliar, melemah hampir 5% dalam 24 jam terakhir pada Selasa (26/8/2025) pagi.

Baca Juga: Ricoh GR IV Dipasarkan Seharga Rp24 Jutaan, Tersedia Mulai September 2025

Penurunan tajam ini menambah tekanan setelah reli yang sempat membawa Bitcoin ke level harga tertingginya di atas US$123 ribu pada 14 Agustus lalu. Kemudian, harga Ethereum merosot lebih tajam dan diperdagangkan di area US$4.400 setelah mencetak rekor harga tertinggi baru melampaui level US$5.000 di beberapa bursa perdagangan pada 25 Agustus.

Di sisi lain, pasar saham AS relatif stabil namun juga penuh kewaspadaan. Indeks S&P 500 ditutup di USD 6.439,32 turun 0,43%. Dow Jones melemah 0,77% ke USD 45282,47, sementara Nasdaq terkoreksi tipis 0,22% berkat dorongan saham big tech.

Merespons kondisi tersebut, Analyst Reku Fahmi Almuttaqin menilai situasi ini mengindikasikan meningkatnya kehati-hatian investor, menjelang rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Index AS bulan Juli 2025 akhir pekan ini.

Baca Juga: Bitcoin Longsor Usai Cetak Rekor, Kekhawatiran Inflasi Semakin Nyata?

Data inflasi ini menjadi sorotan karena merupakan indikator inflasi acuan Federal Reserve (The Fed), yang akan sangat menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

"Pasar kripto saat ini tengah berada pada mode menunggu (wait and see). Inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi bisa menjadi katalis kuat untuk reli baru, dengan target jangka pendek di kisaran US$120 ribu atau jika terjadi breakout dari All-Time-High sebelumnya, terdapat potensi lonjakan hingga US$136 ribu," ujarnya.

Namun, jika data PCE justru menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi, Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam ke zona support US$100 ribu sampai US$103 ribu, yang kini dianggap sebagai benteng bawah selanjutnya setelah tertembusnya level US$112 ribu.

Baca Juga: Pasar Kripto dan Wall Street Hadapi Ketidakpastian Arah Penurunan Suku Bunga

Meskipun demikian, proyeksi secara jangka panjang tetap bullish. "Terlepas dari rilis data PCE kali ini menjadi ujian penting yang menentukan arah jangka pendek Bitcoin, tren pelonggaran kebijakan ekonomi cepat atau lambat akan terjadi yang dapat mengalirkan likuiditas pada skala yang lebih besar ke pasar kripto," katanya.

Meskipun reli bullish Bitcoin tidak harus diiringi dengan kebijakan pelonggaran ekonomi AS, mempertimbangkan kondisi dan skala pasar kripto saat ini serta meningkatnya pengaruh AS di pasar membuat dorongan positif tersebut cukup diperlukan.

Optimisme investor masih kuat, didorong ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September 2025 setelah menahan level suku bunga selama sembilan bulan.

"Perkiraan probabilitas pemangkasan sejauh ini masih bertahan di atas 85% menurut CME FedWatch. Bahkan, lembaga keuangan Jefferies baru saja menaikkan target akhir tahun S&P 500 menjadi 6.600 poin, mencerminkan keyakinan terhadap fundamental laba korporasi yang solid," kata dia.

Baca Juga: Reku Menambahkan Fitur Packs yang Berisi Kurasi Aset Portfolio

Namun demikian, bayang-bayang potensi kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan masih membayangi. Data inflasi PCE Juli 2025 yang akan dirilis akhir pekan ini diperkirakan naik 0,2–0,3 persen secara bulanan.

"Angka ini, bila sesuai ekspektasi, bisa cukup meyakinkan The Fed untuk memulai penurunan suku bunga secara bertahap. Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan Bitcoin berpotensi rebound tajam, dan Wall Street bisa melanjutkan reli ke rekor tertinggi baru," tambahnya.

Jika inflasi ternyata lebih tinggi, pasar bisa tertekan. Bitcoin rentan kembali ke level US$100 ribu, sementara indeks saham AS bisa mengalami koreksi singkat.

Baca Juga: Pasar Saham AS Alami Lonjakan Tajam, Kripto Bakal Menyusul?

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno13 Maret 2026, 17:33 WIB

X Memperbarui Creator Subscriptions dengan Sejumlah Fitur Anyar

Ini adalah bagian dari upaya monetisasi yang lebih luas yang disebut 'Creator Subscriptions 2.0.'
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Techno13 Maret 2026, 17:13 WIB

Realme Perkenalkan Ramadan Campaign 2026 Lewat TVC

Kompetisi #MakeSorryReal, mendorong anak muda membagikan momen permintaan maaf dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Hadiah yang bisa kamu menangkan dari program TV Commercial. (Sumber: Realme)
Techno13 Maret 2026, 16:53 WIB

Roblox Tambahkan Fitur Penyaring Obrolan Berbasis AI untuk Kata-kata Terlarang

Fitur ini akan mengganti dan mengedit bahasa yang tidak diizinkan berdasarkan kebijakan Roblox.
Roblox sensor omongan yang tak pantas di kolom chat. (Sumber: Roblox)
Techno13 Maret 2026, 16:28 WIB

Kamera GoPro Generasi Berikutnya akan Ditenagai Prosesor GP3, Mendukung AI

Menetapkan standar kualitas gambar baru dalam pengambilan gambar cahaya rendah, waktu pengoperasian, dan kinerja termal.
Contoh hasil jepretan gambar GoPro yang ditenagai cip GP3. (Sumber: GoPro)
Techno13 Maret 2026, 14:36 WIB

Damac Digital Hadirkan Data Center di Tengah Kota Jakarta

Fasilitas ini akan memperkokoh infrastruktur digital di Indonesia.
Damac Digital. (Sumber: istimewa)
Techno13 Maret 2026, 14:25 WIB

Laporan Coursera: Perempuan Selesaikan Kursus AI Generatif Lebih Tinggi Ketimbang Pria

Temuan ini menyoroti ketekunan yang tinggi di kalangan peserta didik perempuan.
Ilustrasi AI generatif.
Techno13 Maret 2026, 14:11 WIB

Colorful Hadirkan Seri iGame GeForce RTX 50 Ultra

Ada dua kartu grafis yang ditawarkan.
Colorful iGame GeForce RTX 50 Ultra Series. (Sumber: Colorful)
Techno13 Maret 2026, 13:52 WIB

2 Headphone Live Terbaru JBL Menawarkan Masa Baterai hingga 80 Jam

Suara lebih jernih. Peredam kebisingan yang lebih cerdas. Dirancang untuk tampil beda.
JBL Live Series. (Sumber: Harman)
Lifestyle12 Maret 2026, 20:38 WIB

Rooster Fighter Bakal Tayang di Crunchyroll Mulai 15 Maret 2026

Anime ini dipastikan tayang di Asia Tenggara dan India.
Anime Rooster Fighter. (Sumber: Crunchyroll)
Techno12 Maret 2026, 20:23 WIB

Honor Robot Phone akan Didukung Sistem Pencitraan oleh ARRI

Intip sekilas bocoran Robot Phone: spesies smartphone baru.
Honor Robot Phone. (Sumber: Honor)