Inflasi CPI AS Naik Lebih Rendah dari Ekspektasi, Kripto Melesat

Rahmat Jiwandono
Rabu 13 Agustus 2025, 14:40 WIB
ilustrasi kripto (Sumber: freepik)

ilustrasi kripto (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Pasar kripto dan Saham AS terapresiasi pasca diumumkannya data inflasi CPI AS untuk Juli 2025. Bitcoin (BTC) bergerak naik tipis dari level US$118 ribu ke US$119 ribu, dan beberapa altcoin membukukan kenaikan signifikan.

Diantaranya yakni Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Chainlink (LINK). ETH naik 7% lebih menyentuh level harga US$4.600, sementara SOL dan LINK naik lebih dari 12% dalam 24 jam terakhir. Tren positif juga terjadi di pasar saham AS di tengah melemahnya dolar AS pascarilis data inflasi tersebut.

Pasar kini memandang peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September semakin besar, dengan probabilitas naik menjadi 90% dari 84% sebelum rilis data, berdasarkan CME FedWatch. Indeks-indeks saham utama AS naik signifikan setelah data inflasi CPI tersebut.

Baca Juga: Sandisk Umumkan SSD Enterprise Berkapasitas Tinggi dengan Teknologi UltraQLC

S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan baru, masing-masing naik 1,1% dan 1,4%, sedangkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,1%, membawanya mendekati level tertinggi sejak Desember. Sentimen positif juga terlihat dari pemulihan di saham-saham teknologi.

Kapitalisasi pasar raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple terus menjadi magnet utama arus modal investor saat ini. Walau demikian, kondisi inflasi AS secara lebih detail sebenarnya menunjukkan hasil beragam atau mixed.

Itu dikarenakan meskipun inflasi CPI tahunan tercatat naik 2,7%, lebih rendah dari perkiraan 2,8%, namun, Core CPI (inflasi inti) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi naik 3,1% YoY, sedikit di atas ekspektasi 3,0% dan meningkat dari 2,9% di bulan Juni, menandakan tekanan inflasi inti yang masih cukup persisten.

Baca Juga: Bybit Hadirkan Aplikasi Baru untuk Mendukung Miliaran Pengguna Kripto

Secara bulanan, inflasi CPI naik 0,2%, sementara Core CPI bulanan naik 0,3%, sedikit di atas bulan sebelumnya. Merespons situasi ini, Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku mengatakan pemicu utama rally ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ditambah optimisme seputar investasi besar Big Tech di bidang AI, cloud, dan data center.

"Investor merespons dengan agresif, membuat komposisi indeks semakin terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan dengan nilai teknologi yang tinggi," ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Kondisi ini mencerminkan sentimen dan keyakinan para pelaku pasar bahwa meskipun inflasi inti belum turun sesuai harapan, kenaikan inflasi secara keseluruhan yang lebih rendah dari perkiraan akan memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya.

"Faktor ini menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk kripto dan saham AS, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai menjelang pertemuan Jackson Hole dan FOMC September," jelas Fahmi.

Baca Juga: Bitcoin Longsor Usai Cetak Rekor, Kekhawatiran Inflasi Semakin Nyata?

Pernyataan Jerome Powell di Jackson Hole dapat menjadi kunci, terutama jika ada sinyal pemangkasan agresif atau bertahap. Inflasi inti yang tetap tinggi berpotensi memicu Fed untuk menahan pelonggaran jika data berikutnya tidak menunjukkan perbaikan.

Di tengah situasi tersebut, investor dapat semakin mempertimbangkan alokasi portofolio baik di aset kripto maupun Saham AS. Ini dikarenakan ketika pelonggaran ekonomi dimulai, dapat terjadi lonjakan likuiditas ke pasar-pasar tersebut yang dapat mendorong minat lebih banyak investor ke instrumen berisiko tinggi.

Namun, investor harus tetap memperhatikan profil risiko yang dimiliki untuk menentukan porsi alokasi yang tepat dan pemilihan aset atau sektor yang sesuai dengan preferensi tersebut. Investor dapat memilih platform yang memudahkan diversifikasi seperti Reku yang menyediakan aset kripto dan saham AS.

"Termasuk fitur Packs yang memudahkan diversifikasi pada berbagai aset kripto dan Saham AS dengan performa terbaik dalam sekali swipe. Terlebih, fitur Packs yang dilengkapi dengan sistem Rebalancing akan membantu investor menyesuaikan alokasi investasinya sesuai dengan kondisi pasar secara otomatis," ujarnya.

Baca Juga: Reku Hadirkan Fitur 24 Jam Trading Saham AS, Bisa Investasi Kapan Saja

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)