Techverse.asia - Reku, platform investasi kripto dan Saham AS di Indonesia, hari ini resmi meluncurkan fitur 24 jam Overnight Trading untuk saham AS. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membeli atau menjual saham AS kapan saja dalam waktu Indonesia, tanpa perlu menunggu jam pasar buka Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: TikTok Memikat Para Penulis Lagu dengan Fitur Promosi Baru
Jesse Choi selaku Co-CEO Reku mengatakan selama ini, perbedaan zona waktu menjadi tantangan utama bagi investor ritel di Indonesia yang ingin berinvestasi di saham-saham global.
“Berdasarkan diskusi Reku bersama pengguna, mereka kerap kali mengeluhkan perbedaan zona waktu tersebut. Terkadang, mereka tertidur atau begadang untuk berinvestasi saham AS sesuai jam pasar buka yaitu pukul 21.30 malam hingga 04.00 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB),” ungkapnya, Senin (21/7/2025).
Dengan fitur terbaru Reku ini, Jesse menjelaskan bahwa para pengguna sekarang bisa berinvestasi saham AS secara 24 jam di waktu Indonesia. Kini pengguna bisa berinvestasi saham AS dengan lebih fleksibel menggunakan fitur 24 Jam Overnight Trading.
Baca Juga: Reku Sukses Catat Lonjakan Penghasilan dan Profitabilitas
“Melalui fitur ini, pengguna Reku dapat berinvestasi saham AS pada Senin pukul 07.00 WIB hingga Sabtu pukul 07.00 WIB. Fitur tersebut juga merupakan komitmen kami untuk terus membuat investasi aset global jadi lebih mudah bagi semua kalangan dan tipe investor,” paparnya.
Lewat fitur 24 Jam Overnight Trading, maka zona waktu bukan lagi menjadi batasan bagi investor untuk berinvestasi saham AS. Dengan fitur ini, investor Indonesia bisa berinvestasi saham AS tanpa mengganggu rutinitas sehari-hari.
“Lebih dari itu, fitur ini juga memaksimalkan fleksibilitas instrumen investasi yang tersedia di Reku. Sebab, investor bukan hanya bisa berinvestasi selama 24 jam di kripto, namun juga di saham AS dengan sedikit perbedaan waktu,” katanya.
Menurut suami Maudy Ayunda itu, fitur 24 Jam Overnight Trading turut melengkapi keunggulan Reku dalam menyediakan pengalaman investasi saham AS yang mudah dan efisien.
Baca Juga: Pasar Kripto dan Saham AS Terguncang Setelah Serangan AS Ke Iran
Salah satunya ialah melalui Reku Packs, yang memungkinkan pengguna berinvestasi ke dalam kumpulan saham-saham unggulan seperti ETF dengan performa terbaik di US Starter Packs, serta Web3 Wall Street Fund yang berisikan kumpulan perusahaan global yang mengadopsi teknologi blockchain, sehingga memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur di dunia blockchain tanpa berinvestasi langsung di kripto.
Ke depannya, Reku akan terus mengembangkan inovasi lain yang membantu masyarakat Indonesia berinvestasi ke aset global dengan mudah. Reku akan terus mengakomodasi kebutuhan investor di Indonesia serta meningkatkan literasi, salah satunya melalui Roadshow ke 10 kota di Indonesia.
“Selain itu, perkembangan produk atau roadmap tentu selalu menjadi prioritas Reku dalam mengajak masyarakat berinvestasi dengan bijak sehingga dapat mencapai tujuan finansial masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Dituding Jadi Biang Keladi Pemadaman Listrik, Kuwait Tindak Tegas Penambang Kripto
Sebagai informasi, Reku (sebelumnya Rekeningku.com) merupakan platform investasi lebih dari 800 aset global yang terdiri atas aset kripto, Saham AS, serta layanan derivatif kripto yaitu Futures dengan lebih dari satu juta pengguna terdaftar.
Reku beroperasi sesuai dengan regulasi Badan Pengawas Perdagangan Komoditas dan Berjangka (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta (JFX), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Ia memiliki misi #BijakBerinvestasi untuk mengajak investor di Indonesia lebih kritis dan melek berinvestasi, serta membantu pengguna untuk berinvestasi lebih percaya diri.
Dengan semangat tersebut, Reku membangun ekosistem yang dilengkapi fitur-fitur revolusioner, informasi dan analisis yang kredibel, serta akses mudah dan terjangkau, dengan tetap memastikan seluruh layanan yang disediakan mematuhi seluruh regulasi pemerintah.












